UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Penjara khusus anak akan dihapus

20/08/2013

Penjara khusus anak akan dihapus thumbnail

Ilustrasi

 

Pelaku kriminal usia anak-anak tidak akan diganjar dengan hukuman penjara, melainkan hanya dilakukan pembinaan saja. Bahkan penjara anak akan dihapus.

Penghapusan tersebut menyusul akan diberlakukannya Undang-Undang (UU) No 3 tahun 2011 tentang sistem peradilan anak, yang lebih mempertimbangkan masalah perkembangan masa depan anak-anak.

Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Timur, Indro Purwoko mengungkapkan, segala persiapan terkait perangkat dan kebutuhan sarana pendukung menjelang diberlakukannya UU No 3 tahun 2011 itu, saat ini masih digodok di Kantor Pusat Kemenkumham, Jakarta.

“Dengan UU yang baru ini, nantinya kriminal usia anak-anak tidak lagi melalui proses persidangan di pengadilan dan tidak dipenjara, melainkan akan langsung dilakukan pembinaan. Istilahnya melalui ‘Program Restorative Justice.’ Teknisnya nanti bagaimana, itulah yang sampai saat ini masih sedang dibahas di Kemenkumham Pusat,” katanya, Senin (19/8), seperti dilansir merdeka.com.

Ke depan, kata dia, Lapas anak sudah tidak lagi ada. “Entah nanti kriminal usia anak ini akan dikembalikan ke orang tuanya atau dibina di sebuah lembaga yang dibentuk pemerintah, saat ini masih sedang digodok bersama instansi terkait seperti kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan juga melibatkan pemerhati atau LSM, aktivis anak.”

Rencananya, UU No 3 tahun 2011 ini, mulai diberlakukan tahun 2014. Sehingga, lanjut dia, pada akhir tahun 2013, segala pembahasan termasuk kesiapan berbagai perangkat dan sarana pendukung yang dibutuhkannya harus sudah tersedia semuanya.

Sementara itu, aktivis anak dari LSM Embun yang kerap melakukan pendampingan pelaku maupun korban kejahatan anak-anak di Surabaya, Wahyu Laily atau yang akrab disapa Yayuk mengaku menyambut baik UU No 3 tahun 2011 tersebut.

Bahkan, dia juga mengaku sudah mendengar adanya pembahasan terkait Program Restorative Justice bagi pelaku kriminal usia anak-anak oleh pemerintah tersebut.

Program Restorative Justice yang mengacu pada UU baru tentang sistem peradilan anak itu, membuka peluang yang lebih baik bagi perkembangan masa depan anak-anak,” katanya.

Hanya saja, menurut Yayuk, saat ini sarana pendukungnya jika UU No 3 tahun 2011 ini mulai diberlakukan masih sangat minim. Saat ini lembaga pemerintah yang melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban kriminal di Jawa Timur, masih ada satu, yaitu Bapemas (Badan Pemberdayaan Masyarakat).

“Ada Kabid Pemberdayaan Anak dan Perempuan di Bapemas Jatim. Mereka punya Shelter Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) yang berlokasi di Sidoarjo. Tapi, tenaganya masih sangat minim,” katanya menyayangkan.

Selama ini, pembinaan anak-anak korban kriminal masih banyak dibantu oleh LSM pemerhati anak korban kekerasan. “Saya berharap ketika UU No 3 tahun 2011 ini sudah mulai diberlakukan tahun depan, pemerintah sudah melengkapi berbagai kebutuhan sarananya dengan baik sehingga dapat benar-benar membantu pertumbuhan masa depan anak-anak yang tersangkut masalah kriminal,” tambahnya.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Di hadapan aktivis lintas iman, mantan pentolan FPI paparkan kisahnya
  2. Menteri Agama: Pemimpin bisa berasal dari kalangan mana pun
  3. Taiwan dikunjungi uskup tak diakui Vatikan, muncul spekulasi hubungan Sino-Vatikan
  4. RUU Perlindungan Umat Beragama akan atur syarat agama
  5. Denominasi Gereja termasuk Katolik dukung Kongres X GAMKI
  6. Syafii Maarif: tingkatkan toleransi terhadap pemimpin beda keyakinan
  7. Kitab Suci dijadikan jantung kehidupan Gereja Cina
  8. Pastor membawa altar ke sawah dan kandang
  9. Serangan anti-Kristen terus terjadi di India meskipun jaminan perdana menteri
  10. Konferensi Waligereja Filipina serukan doa dalam menanggapi tuduhan kudeta
  1. Kardinal Quevedo jadi utusan Paus untuk perayaan 150 tahun penemuan orang Katolik di Jepang
  2. Hadapi defisit, Paus Fransiskus minta para pastor belajar manajemen
  3. Kamboja mendeportasi 36 warga Kristen Montagnard ke Vietnam
  4. Pendidikan anak wilayah pesisir memprihatinkan
  5. Di hadapan aktivis lintas iman, mantan pentolan FPI paparkan kisahnya
  6. Para penderita kusta berjuang menghadapi penyakit dan diskriminasi
  7. Yesuit bantu film Hollywood tentang martir Jepang abad ke-17
  8. Tiongkok umumkan satu tahun moratorium tentang impor ukiran gading
  9. Tak terekam, perempuan Poso redamkan konflik Islam-Kristen
  10. Dua tahun: Paus Emeritus terlupakan melihat dirinya bukan sebagai bayangan
  1. Tokoh tokoh yang netral, mendamaikan, mendinginkan suasana, kita butuhkan... sek...
    Said on 2015-02-27 11:43:00
  2. Ya memang tidak mudah mempunyai jabatan dimana harus memimpin banyak golongan di...
    Said on 2015-02-27 11:27:00
  3. semangat pelayanan yang luar biasa, Tuhan memberkati karya Romo...
    Said maria warwanto on 2015-02-26 05:34:00
  4. Seorang Misioner sejati yang sangat langka pada zaman sekarang. Hidup Romo Caro...
    Said Sary on 2015-02-25 07:35:00
  5. Kalau boleh usul, sebaiknya praktek yang dilakukan di Aceh tetap di Aceh, jangan...
    Said on 2015-02-24 10:46:00
  6. Saya beranggapan ada side effect dari adanya hukuman mati (bukan efek jera). Di...
    Said on 2015-02-24 10:43:00
  7. Hari Valentine sesungguhnya adalah perayaan atau lebih tepatnya kenangan akan ke...
    Said jane on 2015-02-18 06:25:00
  8. Yang haram bukan hari nya valetine nya tapi manusia nya. Kalau cuma mikir nya ng...
    Said Guess on 2015-02-16 11:21:00
  9. Tentu semua negara harus berupaya yang semestinya; sebetulnya tiap pemerintah ya...
    Said on 2015-02-11 07:05:00
  10. Saya percaya ensiklik akan diterbitkan oleh Paus Fransiskus karena situasi yang...
    Said sr.yustina on 2015-02-08 08:42:00
UCAN India Books Online