Pertemuan yang mengejutkan Paus dengan para siswa Jepang

23/08/2013

Pertemuan yang mengejutkan Paus dengan para siswa Jepang thumbnail

 

Paus Fransiskus  terkejut dengan sekelompok siswa Jepang yang mengunjungi  dia di Roma pada Rabu (21/8).

Paus berbicara dan bercanda dengan kelompok siswa dan guru SMP Seibu Gauken Bunri Tokyo. Sekolah ini mengutus para siswa dan gurunya mengunjungi Italia setiap tahun.

Tidak seperti pendahulunya berlibur di vila kepausan, Paus Fransiskus menghabiskan musim panas di Roma untuk bekerja terkait reformasi Kuria.

Tapi, dia telah mencari waktu untuk pertemuan yang tidak direncanakan termasuk salah satu dengan para siswa Jepang tersebut.

Berbicara dalam bahasa Italia dan diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, Paus Fransiskus mengatakan bahwa perdamaian harus didasarkan pada dialog yang dilakukan dengan lemah lembut.

“Semua perang, semua perselisihan, semua masalah yang belum terpecahkan disebabkan oleh kurangnya dialog,” katanya kepada lebih dari 200 siswa  yang berkumpul di St. Damasus Courtyard Vatikan.

Paus memuji perjalanan para siswa Jepang ke Italia sebagai sebuah cara untuk “berkenalan dengan orang lain dan budaya lain.”

“Jika kita mencari orang lain, budaya lain, cara pikir lain, agama lain, kita hendaknya keluar dari diri kita sendiri.”

Pengalaman ini, katanya, “membuat kita berkembang” sementara “jika kita terisolasi dalam diri kita sendiri … kita hanya memiliki apa yang kita miliki, kita tidak dapat mengembangkan budaya kita,” tambahnya.

Setelah sambutan Paus, salah satu siswa mengucapkan terima kasih kepada Paus dalam bahasa Italia. Paus Fransiskus  bercanda sambil berkomentar “Apakah Anda lahir di Naples? Anda berbicara bahasa Italia dengan baik!”

Sumber: Pope’s surprise meeting with Japanese students

Foto: radiovaticana.va




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online