UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Directory | A service of UCA News

Toleransi beragama belum jadi prioritas pemerintahan SBY

23/08/2013

Toleransi beragama belum jadi prioritas pemerintahan SBY thumbnail

Presiden SBY menerima World Statement Award dari sebuah LSM di Amerika Serikat atas keberhasilannya menciptakan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

 

Masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berakhir tahun depan. Kendati demikian, di mata rakyat, selama dua periode pengabdiannya, kepemimpinannya menyisakan berbagai persoalan, terutama buruknya kondisi toleransi beragama di Tanah Air.

“SBY kayaknya enggak menempatkan soal toleransi dan keberagamaan sebagai prioritas,” ujar Adip kepada Kompas.com, Senin (19/8/2013).

Mahasiswa jurusan Politik Universitas Indonesia ini mengatakan, saat membacakan pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR Jumat silam (16/8/2013), Presiden lebih banyak membahas tentang isu-isu ekonomi, seperti soal pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, masalah kemiskinan, dan sebagainya. Sementara itu, persoalan yang tak kalah pentingnya, seperti konflik agama, hanya mendapat porsi kecil.

“Enggak ada political will dari pemerintah (untuk menyelesaikan kasus ini),” katanya.

Ia menduga SBY cenderung menghindar karena akan berhadapan dengan mayoritas masyarakat Indonesia.

“Ini kan isu sensitif. Jadi, enggak bagus buat SBY jika membuat kebijakan yang enggak sesuai dengan mayoritas. Apalagi, citranya sudah buruk di bidang-bidang lain, seperti korupsi misalnya,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan mahasiswa jurusan Politik lainnya, Bowo. Menurutnya, SBY tidak tegas dalam menyelesaikan persoalan toleransi beragama, padahal ia baru saja memperoleh penghargaan kebebasan beragama.

“Ngakunya membela kebebasan beragama, tapi enggak tegas membela minoritas,” sindir Bowo.

Seperti diketahui, pada bulan Mei 2013, Presiden SBY menerima penghargaan World Statement Award dari salah satu organisasi yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Dalam pidato penerimaan penghargaan tersebut, SBY mengatakan tidak akan menoleransi setiap tindakan kekerasan oleh kelompok yang mengatasnamakan agama.

Kendati demikian, belakangan ini, kasus konflik berbasis agama kembali mengemuka, seperti yang terjadi pada kelompok Syiah di Sampang, Madura. Para pengikut Islam Syiah dipaksa untuk “bertobat” kembali ke jalan yang benar. Sebagian pengungsi terpaksa menandatangani perjanjian “tobat” tersebut.

Kasus Sampang menambah deret panjang kasus berbasis agama sebelumnya yang terjadi selama pemerintahan SBY, termasuk insiden penyerangan jemaah Ahmadiyah di Cikeusik dan kasus penutupan GKI Yasmin di Bogor.

Razak, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, juga menilai pemerintah abai terhadap kekerasan berbasis agama. Razak mengharapkan, pemerintah menyadari perannya sebagai pelayan masyarakat.

“Pemerintah seharusnya menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan politik semata,” katanya.

Sementara itu, dalam pidato kenegaraan di depan sidang paripurna DPR-DPD RI, Jumat (16/8/2013), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyadari masih banyaknya tantangan dalam kehidupan majemuk rakyat Indonesia. Namun demikian, Presiden menilai, secara umum, kehidupan bertoleransi di Indonesia sudah baik.

“Secara umum, hubungan antarkelompok dan golongan dalam masyarakat kita yang majemuk sesungguhnya masih terjaga. Walaupun begitu, saya sungguh prihatin dengan masih terjadinya sejumlah insiden intoleransi dan konflik komunal, yang di antaranya bahkan disertai dengan kekerasan. Sebenarnya, itu semua dapat dicegah apabila kita senantiasa mengedepankan dialog,” tegasnya.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Presiden terpilih diminta untuk mewujudkan janji-janji HAM
  2. Dua pria memperkosa sorang gadis di biara Katolik
  3. Pemuda Kristen dan Katolik bertemu Dubes Palestina
  4. KMJ laporkan JP ke Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama
  5. Konflik Israel-Palestina bukan perang agama
  6. Capres Jokowi berkunjung ke KWI
  7. Dipaksa pindah agama dan bayar pajak, warga Kristen tinggalkan Mosul
  8. Misa Syukur dipimpin uskup yang tak diakui Vatikan diprotes para seminaris
  9. Gereja luncurkan situs terkait perjalanan Paus Fransiskus ke Korea
  10. Jangan pernah berhenti mendanai program AIDS, kata para aktivis Katolik
  1. Jokowi menangi Pilpres 2014
  2. Mahfud: Prabowo tidak akan menang di MK
  3. Hari Anak Nasional, 795 anak pidana dapatkan remisi
  4. Ribuan orang turun ke jalan menentang serangan terhadap para biarawati Katolik
  5. Presiden terpilih diminta untuk mewujudkan janji-janji HAM
  6. Jangan pernah berhenti mendanai program AIDS, kata para aktivis Katolik
  7. Komunitas Sant’Egidio adakan buka puasa dengan warga Muslim yang kurang mampu
  8. Tokoh lintas agama ajak seluruh elemen bangsa untuk menerima hasil Pilpres
  9. Paus menyerukan doa bagi orang Kristen yang eksodus dari Mosul
  10. Pengadilan Tinggi bela orang Kristen terkait CD yang menggunakan kata “Allah”
  1. How can the state prohibits the use of Allah word, whereas the word is universal...
    Said y3 on 2014-07-14 14:51:00
  2. Good news. I have been in South Korea and several time attended Misa in Myongdon...
    Said y3 on 2014-07-14 14:40:00
  3. Tks Romo Uskup tercinta...
    Said Y3 on 2014-07-10 07:31:00
  4. very cool monsinyur...
    Said Y3 on 2014-07-10 07:23:00
  5. Aku ingin komentar namun diluar topik yang seenarnya. Namun ini menggangu pikira...
    Said Yohannes on 2014-07-08 17:53:00
  6. Kira2 FPI dan Kader PDIP garang yang mana ya.....kalo FPI yg diswiping tempat2 m...
    Said Wanto on 2014-07-05 18:19:00
  7. Amin...
    Said Cahya Nugroho on 2014-07-03 16:35:00
  8. Ini versi yang lebih lengkap dari pada yang sudah-sudah saya baca di media OL la...
    Said Dwi Prass on 2014-07-02 19:46:00
  9. sistem pemimpin dunia ini sudah akan berakhir. maka semua yg terjadi memang har...
    Said jojo on 2014-06-30 15:08:00
  10. Good article...
    Said yebambang on 2014-06-27 05:05:00
UCAN India Books Online