UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Matikan televisimu, Nak!

29/08/2013

Matikan televisimu, Nak! thumbnail

Ilustrasi

 

matikan siaran televisi itu nak,

aku tak mau kau terseret oleh kabar sampah yang menggunung di sana berupa silang sengketa pergunjingan para pesohor negeri ini, dan kau tahu nak, ayah sedemikian cemas kau tertular virus kebengisan yang dipancarluaskan secara berulang-ulang; ayah membunuh anak, keponakan membantai paman, adu cek-cok antar-warga, debat kusir para pembual, sampai perang tanding antar-suku, semuanya tersaji tanpa penghalang kepatutan.

Marilah nak, lebih baik kita main petak umpet, main damdas, dan saling kejar. Ayah yakin itu lebih bermanfaat bagi jiwa ragamu ketimbang berlama-lama di depan kotak elektronik yang bisa membuatmu gampang sakit dan jauh dari ayah, ibu serta saudara-saudaramu.

matikan segera televisimu nak,

sebab televisi kini telah menjelma nenek sihir yang akan menyulapmu menjadi kerbau dungu dengan tayangan-tayangan sinetron yang menghina akal sehat kita, dengan iklan-iklan yang akan membawamu ke dunia mimpi sampai membuatmu cuma kepingin membeli dan tak pernah terfikir untuk  mencipta.

matikan televisimu, nak

ayo cari kawan-kawanmu di lapangan bola, di taman-taman kota, di pinggir kali, di mushola, atau di jalanan. Percayalah, di sana ragamu bakal lebih kuat, jiwamu kian terasah, dan akalmu akan lebih cerdas memahami kehidupan (JY, matikan televisimu, nak)

Anak-anak memang menjadi pelengkap penderita dari tayangan televisi. Ini dapat dilihat dari dari hasil penelitian yang dilakukan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia tahun 1997 tentang program tayangan di stasiun televisi Indonesia. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan, jumlah persentase acara televisi terutama yang ditujukan bagi anak-anak masih relatif kecil, hanya 2,7-4,5 persen dari keseluruhan tayangan lainnya.

Dan celakanya, dari peresentase tayangan yang sedikit itu juga memiliki materi yang sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan anak-anak. Salah satunya adalah banyak mengandung adegan antisosial dari pada adegan proporsional. Adegan proporsional artinya tayangan yang
mengandung nilai-nilai dan makna positif seperti disiplin, jujur rendah hati cinta keluarga, sementara tayangan antisosial mengandung nilai-nilai makna negatif seperti kekerasan, kemewahan, pornografi dan mistik.

Tak cuma kelangkaan pada program anak. Ternyata tayangan yang menjauhkan sikap pemirsa dari rasa nasionalisme juga tak sedikit. Menteri Komunikasi dan Informatika RI Tifatul Sembiring pada tahun 2010 menilai 14 persen tayangan televisi swasta merusak national character buliding. Mereka yang memberikan lisensi dalam tayangan televisi harus mempertanggungjawabkan tayangan yang disiarkan.

Baca selengkapnya….

Catatan Kaki Jodhi Yudono

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 16 RS ditunjuk sebagai pusat rehabilitasi narkoba
  2. Orang Kristen mulai bergabung melawan ISIS
  3. Orang Asia masih mengenang dampak kunjungan Paus Fransiskus
  4. Paus Fransiskus: Berperilaku buruk adalah manusiawi, tetapi bukan Kristen
  5. Pembongkaran gereja di Cina terus berlanjut
  6. Serikat Guru: Kurikulum 2013 itu celaka 13
  7. Imam Maryknoll yang berani mengadakan berbagai misi ke Korea Utara
  8. Setelah SBY dinilai gagal pelihara kebebasan beragama, kini harapan ada pada Jokowi
  9. Dalam 6 bulan, 2.677 istri di Malang gugat cerai suami
  10. Presiden SBY meresmikan Situs Pekabaran Injil di Papua Barat
  1. Argumen “Pro Life” dan “Pro Choice”
  2. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus: Berperilaku buruk adalah manusiawi, tetapi bukan Kristen
  4. Orang Kristen mulai bergabung melawan ISIS
  5. Sekjen PBB puji Bhineka Tunggal Ika
  6. Pendeta dihukum 10 tahun di balik jeruji besi
  7. Menag: Gerakan radikalisme Islam ancam keutuhan NKRI
  8. Jokowi bersedia bentuk Pengadilan HAM Ad Hoc
  9. Pemuda dunia bahas persatuan dalam keberagaman di Bali
  10. Tiga usulan SETARA untuk Jokowi-JK dalam penyelesaian HAM
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online