UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia

02/09/2013

Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia thumbnail

 

Pemerintah Belanda akan meminta maaf kepada publik atas rangkaian pembantaian yang dilakukan pasukannya saat masa kependudukan di Indonesia pada periode 1945 hingga 1949.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia akan secara resmi menyatakan permintaan maaf di Jakarta pada 12 September mendatang, demikian menurut juru bicara pemerintah setempat yang dilansir kompas.com.

Perdana Menteri Mark Rutte mengumumkan, mereka juga akan membayar sebesar 20.000 euro kepada para janda korban.

Belanda sebelumnya pernah meminta maaf dan membayar kompensasi kepada kerabat korban, tetapi hanya dalam kasus-kasus tertentu.

Mereka belum pernah meminta maaf dan memberikan kompensasi kepada korban pembantaian secara umum.

“Kita berbicara tentang kejadian mengerikan dalam kasus yang spesifik yang mengakibatkan eksekusi,” kata Rutte.

Namun, dia menambahkan bahwa pihaknya tidak akan meminta maaf terhadap semua aksi militer Belanda di Indonesia.

Mengenai peran Belanda selama konflik yang berujung pada kemerdekaan Indonesia, Rutte mengatakan bahwa kata-kata mantan Menteri Luar Negeri Ben Bot—yang menyatakan bahwa “Belanda menemukan dirinya berada di sisi sejarah yang salah” selama konflik—akan tetap menjadi pandangan pemerintah di Den Haag.

Dua tindakan hukum telah menghasilkan pemberian 20.000 euro kepada beberapa keluarga korban dan permintaan maaf dari Belanda atas pembunuhan yang terjadi di  Sulawesi Selatan dan  Rawagade di Jawa.

Belanda mengatakan tindakan hukum baru yang memenuhi kriteria yang sama dengan kerabat Rawagade dan Sulawesi Selatan juga berupa pemberian ganti rugi 20.000 euro sebagai kompensasi.

Ribuan orang Indonesia tewas dalam perang kemerdekaan, yang berakhir  tahun 1949. Lebih dari 60 tahun kemudian, peran Belanda selama perang adalah hal yang sensitif dibicarakan oleh kedua negara.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Keluarga Muslim cenderung memasukkan anak di sekolah Katolik
  2. Umat ​​Katolik di Tiongkok melakukan diskriminasi terhadap ODHA
  3. Pemimpin Gereja bersuara terkait bahaya meningkatnya kasus HIV
  4. Cagub DKI Jakarta sampaikan visi-misi kepada masyarakat Katolik
  5. “Kita Indonesia” serukan kebhinnekaan bangsa
  6. Renungan Hari Minggu Adven II/A bersama Pastor Bill Grimm
  7. Doa Perdamaian untuk Indonesia di Fatima
  8. Para uskup Jepang ingin tenaga nuklir dihapuskan di seluruh dunia
  9. Situs Santo Fransiskus Xaverius di Tiongkok akan masuk dalam warisan dunia
  10. Kasih sayang dorong seorang biarawati tidak takut melayani ODHA
  1. ternyata banyak pengikutnya tidak menemukan ketenangan batin.. tidak ada jaminan...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-30 10:02:53
  2. i Like,..it,.....
    Said Damianus Ahen on 2016-11-28 11:09:07
  3. Dimana toleransi beragama yg selalu di dengung dengungkan,,,...
    Said kamboti marassan salatiga on 2016-11-27 21:01:42
  4. Ada upaya uskup dan menteri yang Katolik.. ini cukup menjelaskan... Semoga napi ...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-23 10:02:16
  5. Terima kasih Pak Benyamin....
    Said cnindonewsletter on 2016-11-22 16:34:32
  6. Terima kasih. Saya senang dengan UCAN INDONESIA. syallom benyamin...
    Said Benyamin Mali on 2016-11-21 16:53:07
  7. PERSEKUTUAN REMAJA JEMAAT ELIM PETRA PAMONA GEREJA KRISTEN SULAWESI TENGAH (GKS...
    Said aswankodina on 2016-11-21 10:53:01
  8. semoga tidak hujan besok......
    Said Jenny Marisa on 2016-11-18 23:25:12
  9. Benar2 capek deh membaca tentang Islam yang berniat menghabisi kaum Kristen.. Mu...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-18 09:53:01
  10. Nyalakan lilin untuk unjuk simpati.. dan mengobati rasa duka dan sedih.. Jauh le...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-17 10:02:56
UCAN India Books Online