Biarawati Katolik di Suriah: Rekaman serangan senjata kimia adalah penipuan

09/09/2013

Biarawati Katolik di Suriah: Rekaman serangan senjata kimia adalah penipuan thumbnail


Ada bukti rekaman dari serangan senjata kimia yang diduga dilakukan di Suriah, kata Suster Agnes Mariam el-Salib, kepala Biara St. Yakobus di Qara, Suriah, kepada RT. Dia mengatakan? dia akan mengirimkan temuannya ke PBB.

?Saya tidak mengatakan bahwa tidak ada bahan kimia yang digunakan – itu pasti ada. Tapi, saya menegaskan bahwa rekaman yang sekarang sedang beredar sebagai bukti bahwa video itu telah direkayasa terlebih dahulu. Saya telah mempelajarinya dengan teliti, dan saya akan menyerahkan laporan saya kepada Komisi HAM PBB yang berbasis di Jenewa,” kata Suster Agnes.

Suster Agnes, seorang biarawati Katolik, yang telah tinggal di Suriah selama 20 tahun dan secara aktif melaporkan tentang apa yang telah terjadi di negara yang dilanda perang itu.

Ia? mengatakan, ia secara berhati-hati mempelajari video yang menampilkan para korban yang diduga akibat serangan senjata kimia di desa? Guta, Suriah pada Agustus dan kini ia mempertanyakan keasliannya.

?Saya berhati-hati mempelajari rekaman tersebut, dan saya akan menyajikan sebuah analisis tertulis terkait video itu,? katanya.

Dalam wawancara dengan RT, Suster Agnes meragukan begitu banyak rekaman yang diambil dalam waktu begitu singkat, dan bertanya di mana sebenarnya orang tua dari anak-anak yang tewas itu.

Biarawati itu? marah dengan media internasional karena tampaknya menutup mata terhadap pembantaian Latakia oleh kaum ekstrimis, yang menewaskan 500 warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak.

Kementerian Luar Negeri Rusia telah meminta masyarakat internasional untuk memperhatikan temuan yang dibuat oleh Suster Agnes.

Sumber: Syrian nun says chemical gas attack footage is a fraud

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online