UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Paus berdoa untuk perdamaian bersama 100.000 orang di Lapangan Santo Petrus

09/09/2013

Paus berdoa untuk perdamaian bersama 100.000 orang di Lapangan Santo Petrus thumbnail

 

Puluhan ribu orang memenuhi Lapangan Santo Petrus untuk berdoa selama 4 jam bagi perdamaian di Suriah pada Sabtu malam, menanggapi seruan Paus Fransiskus untuk perdamaian? di Suriah.

Vatikan memperkirakan sekitar 100.000 orang mengambil bagian dalam acara doa tersebut di Roma, yang menjadi salah satu reli doa terbesar di Barat menentang rencana aksi militer yang dipimpin AS terhadap rezim Suriah menyusul serangan senjata kimia pada 21 Agustus dekat Damaskus.

Paus Fransiskus menghabiskan sebagian besar waktu untuk berdoa, tetapi selama sambutannya ia meminta dengan tulus untuk perdamaian, mengecam mereka yang “tergoda oleh kekuatan dan kekuasaan” dan menghancurkan ciptaan Allah melalui perang.

“Malam ini, saya bertanya kepada Tuhan bahwa kita orang Kristen, dan saudara-saudara kita dari agama-agama lain dan setiap pria dan wanita yang berniat baik dengan berteriak secara tegas: Kekerasan dan perang bukan cara menuju perdamaian!” katanya.

“Semoga suara senjata berhenti!” katanya.? ?Perang selalu menunjukkan kegagalan perdamaian, perang selalu merupakan kekalahan bagi kemanusiaan.”

Di Damaskus, puluhan orang Kristen Suriah menghadiri kebaktian di Gereja al- Zaytoun, menanggapi seruan ?Paus Fransiskus untuk partisipasi global dalam hari puasa dan doa serta menentang intervensi militer dari luar dalam konflik di negara itu.

Patriark Gregorios III Laham dari Antiokhia mengatakan sebagian besar negara mendukung solusi politik untuk krisis Suriah dan beberapa ingin aksi militer. “Ini adalah awal dari kemenangan,” katanya kepada umat beriman di Damaskus. “Jangan ada perang. Yes untuk perdamaian.”

Di Washington, sekitar 150 pengunjuk rasa memenuhi di depan Gedung Putih dan berbaris menuju Capitol Hill untuk menyuarakan oposisi mereka terhadap serangan militer AS di Suriah. Protes anti-perang juga diadakan di kota-kota lainnya di AS, termasuk di Times Squares, New York City dan di Boston yang menggemakan pertemuan doa pada Sabtu di Vatikan.

Medea Benjamin, seorang pendiri kelompok anti-perang Code Pink, mengatakan seluruh bagian Amerika, banyak dari mereka tidak setuju, dan bersatu menentang intervensi militer.

“Kami tiba-tiba menemukan diri kami bersatu sebagai orang Amerika, dengan mengatakan kami tidak akan membiarkan Anda menyeret kami ke dalam perang terhadap negara lain,” kata Benjamin dalam orasi di depan Gedung Putih.

Paus Fransiskus mengumumkan hari puasa dan doa pada 1 September, khawatir ancaman AS untuk menyerang Suriah menyusul serangan senjata kimia.

Sejak itu, Vatikan menyerukan pesan perdamaian, dan meminta para pemimpin dunia pada KTT G-20 di Rusia, dengan mengatakan solusi melalui intervensi bersenjata di Suriah akan “sia-sia” dan bukan cara untuk menyelesaikan masalah.

Para Uskup di seluruh dunia bergabung dengan Paus Fransiskus mengadakan kegiatan doa serupa sepanjang hari di keuskupan-keuskupan mereka. Di Argentina, kelompok hak asasi manusia dan agama mengadakan doa di Plaza de Mayo Buenos Aires dan di kota-kota di seluruh negeri itu.

Radio Vatikan melaporkan inisiatif serupa berlangsung di seluruh Italia, Kuba dan di tempat lain. Bahkan melalui suratnya awal pekan ini Grand Mufti dari Damaskus menyampaikan terima kasih kepada Paus atas prakarsanya, seraya mengajak umat Muslim untuk bergabung dalam doa solidaritas.

Sumber: Pope prays for peace with 100,000 in St Peter’s Square

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Keluarga masih menanti terpidana mati Mery Jane kembali ke rumah
  2. Setengah juta orang dukung petisi online membebaskan Asia Bibi
  3. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  4. Kenapa Pria Modern Perlu Belajar dari Santo Yosef?
  5. Jelang prosesi Jumat Agung di Larantuka, rumah warga jadi "home stay"
  6. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  7. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  8. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  9. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  10. Menteri Anies: Tarik buku agama ajarkan membunuh kafir
  1. Setengah juta orang dukung petisi online membebaskan Asia Bibi
  2. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  3. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  4. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  5. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  6. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  7. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  8. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  9. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  10. Pemerintah didesak revisi UU Kebebasan Berbicara dan Berkumpul untuk melawan ISIS
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online