UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Uskup Amboina: Maluku bisa jadi model perdamaian

09/09/2013

Uskup Amboina: Maluku bisa jadi model perdamaian thumbnail

 

Uskup Diosis Amboina, Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC menandaskan bahwa pengalaman konflik kekerasan di Ambon sudah menjadi pelajaran berharga betapa perdamaian sangat mahal harganya.

?Kita di Maluku sudah mengalami selama konflik kekerasan berdarah bahwa kekerasan tidak menyelesaikan masalah, malah kita semakin menderita. Dari pengalaman itu kita belajar bahwa ternyata dialog menjadi jalan yang terbaik dan utama untuk membangun perdamaian. Karena itu kita bisa mewartakan kepada dunia pada umumnya dan Suriah pada khususnya bahwa kekerasan tidak dapat diselesaikan dengan kekerasan dan perang melainkan melalui dialog, doa, puasa dan tindakan nyata. Maluku harus menjadi model perdamaian dunia karena Maluku telah mengalami betapa mahal harga perdamaian, kebenaran dan keadilan,? ujarnya.

Untuk itu Uskup mengajak semua komponen masyarakat Maluku tanpa membedakan agama, suku dan ras untuk berdoa bagi perdamaian di Suriah. ?Marilah, dari Kota Ambon, kita semua tanpa membedakan agama, suku dan ras, berdoa semoga tercipta perdamaian di Suriah,? pintanya.

Pernyataan itu disampaikan Uskup Amboina kepada wartawan cetak dan elektronik dalam konferensi pers bertempat di Rumah Keuskupan Amboina, Jumat (6/9), menanggapi seruan Paus Fransiskus kepada umat Katolik seluruh dunia untuk berdoa dan berpuasa bagi perdamaian di Suriah.

Menurut Uskup Mandagi, kekerasan, konflik dan balas dendam tidak akan pernah membawa perdamaian dan keadilan bagi manusia. Kekerasan, konflik dan balas dendam hanya akan membawa penderitaan yang semakin besar bagi manusia. Untuk mengatasi kekerasan, konflik dan balas dendam, maka dialog harus terus ditingkatkan. ?Dialog merupakan jalan tepat dan benar untuk mengatasi konflik dan membangun keadilan serta perdamaian.?

Menurut Uskup Mandagi, konflik berdarah di Suriah telah menyebabkan banyak anggota masyarakat Suriah menderita, diliputi ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan. ?Penderitaan warga Suriah masih lagi akan terus berlangsung ketika akhir-akhir ini terdengar bahwa Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, khususnya Perancis, memutuskan untuk melaksanakan perang di sana demi menjatuhkan Presiden Basr al-Assad dan pemerintahannya,? jelasnya.

Menanggapi keinginan penggunaan kekerasan bersenjata di Suriah, Uskup Mandagi mengatakan bahwa penggunaan kekerasan senjata harus dihentikan. ?Stop dengan perang. Stop dengan kekerasan. Stop dengan balas dendam.? Perang tidak pernah akan menyelesaikan konflik sebaliknya akan melanggengkan permusuhan, iri hati dan balas dendam.

Dalam pandangan Uskup, perang sama sekali tidak memberi keuntungan apa-apa bagi mereka yang bertikai. ?Malah, barangkali negara-negara di luar Suriah yang menggerakan dan melaksanakan perang diuntungkan secara ekonomis. Perang menjadi ?show room? mesin-mesin perang, tank-tank, pesawat-pesawat perang, dan senjata-senjata canggih,? ujarnya analitis.

Untuk merajut dan memelihara langgengnya perdamaian itu, Uskup Mandagi berharap pemerintah dan masyarakat Kota Ambon terus membangun budaya perdamamaian yaitu budaya green, clean, discipline and smile.

?Jangan pernah ada lagi konflik berdarah di Kota Ambon. Jangan pernah ada lagi banjir hebat di Kota Ambon. Jangan pernah ada lagi pejabat pemerintah Kota Ambon yang dijebloskan ke dalam penjara karena korupsi. Karena itu, harus dihayati dan dilaksanakan di Kota Ambon budaya lingkungan hijau dan bersih, budaya pemerintah yang bersih, budaya masyarakat yang disiplin. Budaya senyum haruslah mewarnai masyarakat Kota Ambon dan bukanlah budaya kekerasan,? ujarnya.

Harapan yang sama pula disampaikan oleh Uskup Mandagi kepada Gereja Protestan Maluku (GPM) yang merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-78, Jumat (6/9). Perayaan HUT ini ditandai dengan pemberkatan Gedung Gereja Pusat Maranatha yang baru.

Menjaga kerukunan antar umat beragama

?Kerukunan antar umat beragama. Inilah modal sosial utama untuk membangun kesejahteraan rohani dan jasmani di Propinsi Maluku. Marilah kita menjaga dan mengembangkan kerukunan antar umat beragama,? jelasnya.

Dikatakannya akhir-akhir ini ada orang dan kelompok yang berusaha merusakan kerukunan antar umat beragama di Maluku, khususnya untuk menang dalam pemilihan gubernur yang baru, melalui pesan singkat yang provokatif.

?Ini perbuatan orang jahat dan tidak bertangungjawab. Perbuatan ini sangat potensial menghancurkan kerukunan antar umat beragama. Karan itu kita harus hati-hati dan melawan kejahatan dengan kebaikan. Caranya dengan terus meningkatkan dialog dan kerukunan antar umat beragama di Maluku,? jelasnya.

Kerukunan antar agama mahal harganya. Karena itu kerukunan ini janganlah dihancurkan dan dibuang dengan gampang saja demi kemenangan Pilkada Gubernur Maluku. ?Sungguh bodohlah masyarakat Propinsi Maluku bila menghancurkan kerukunan antar umat beragama. Bila kerukunan antar umat beragama di Maluku hancur, maka tamatlah riwayat Propinsi Maluku,? tandanya.

Pastor?Contantinus Fatlolon, Ambon

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Orangtua Rohingya di kamp pengungsian cemas terkait berita anak-anak mereka yang hilang
  2. Daniel Mananta dan Sandra Dewi ikut peresmian kapel yang mereka bangun di Flores
  3. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  4. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  5. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  6. 65 tahun, PGI gelar ibadah syukur
  7. Uskup Agung Samarinda ajak umat Katolik untuk terus memberikan kontribusi
  8. Klerus AS desak sinode mendatang keluarkan pernyataan yang jelas dan tegas terkait ajaran Gereja
  9. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  10. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  1. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  2. Daniel Mananta dan Sandra Dewi ikut peresmian kapel yang mereka bangun di Flores
  3. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  4. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  5. Orangtua Rohingya di kamp pengungsian cemas terkait berita anak-anak mereka yang hilang
  6. 65 tahun, PGI gelar ibadah syukur
  7. Dari pengungsi menjadi pengacara hak asasi: Mengapa kita harus membantu Rohingya
  8. Renungan Hari Raya Pentakosta bersama Pastor Bill Grimm
  9. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  10. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online