UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Perdebatan kata ‘Allah’ kembali ke pengadilan

11/09/2013

Perdebatan kata ‘Allah’ kembali ke pengadilan thumbnail

 

Putaran terakhir dalam pertempuran yang berjalan lama terkait ‘penggunaan kata Allah’  oleh non-Muslim ‘telah tiba.

Mulai kemarin, 10 September, para kuasa hukum untuk Gereja dan Herald, sebuah surat kabar Malaysia yang dikelola Katolik, yang ditentang oleh para pengacara Departemen Dalam Negeri Malaysia, sedang melakukan presentasi argumen masing-masing pada sebuah panel hakim.

Kasus ini berkaitan dengan apakah atau tidak Herald dapat menggunakan kata ‘Allah’ dalam laporannya bahasa Melayu. Seorang hakim memutuskan tahun 2009 bahwa ia diberi wewenang untuk memutuskan, namun pemerintah telah mengabaikan keputusan itu.

Sebagai sesi terakhir, perwakilan dari Departemen Agama Selangor (MAIS) membagi-bagikan buletin di luar pengadilan, kembali menyatakan posisinya bahwa penggunaan kata ‘Allah’ adalah eksklusif untuk umat Islam.

Buletin ini juga mengkritik Federasi Kristen Malaysia (CFM) karena tidak sensitif terhadap Muslim di negara itu.

Ini merupakan kelanjutan dari pameran kekuatan senjata kampanye pemerintah yang dimulai pekan lalu, termasuk kampanye menggunakan khotbah shalat Jumat.

Tanggapan seorang Kristen muncul pada Senin dengan pernyataan dari ketua CFM, Pendeta Dr Eu Hong Seng.

“Tuduhan yang berulang kali bahwa penggunaan kata ‘Allah’ adalah sebuah strategi sebagai bagian dari konspirasi Kristen untuk mengkristenkan orang Muslim belum pernah terbukti,” kata pernyataan itu.

“Tuduhan tidak bertanggung jawab tersebut harus dihentikan. Ini adalah fitnah dan provokasi yang memicu ketegangan agama.”

“Yang terburuk dari semuanya itu adalah tidak ada tindakan atau pernyataan apapun dari otoritas pemerintah di negara kita, seraya menyerukan untuk tetap tenang.”

The Malaysia Insider, sebuah majalah online independen, pekan lalu berspekulasi bahwa pemerintah berencana menggunakan insiden 2010 dimana saat itu pengacau melemparkan kepala babi ke dalam masjid untuk mendukung argumen bahwa akan ada ketegangan jika pengadilan banding menjunjung tinggi putusannya dalam mendukung Gereja Katolik.

Gereja mengutip keputusan Perdana Menteri Najib Razak tahun 2011, yang meyakinkan orang Kristen bahwa mereka akan bebas untuk menggunakan Alkitab berbahasa Melayu – yang telah disita sementara karena ‘berisi kata Allah’.

Pastor Andrew Lawrence, pemimpin redaksi Herald Malaysia, telah menyatakan bahwa keputusan ini memberikan “persetujuan dasar pemerintah penggunaan kata ‘Allah ‘ dalam Alkitab bahasa Melayu.”

Pendeta Eu Hong Seng menambahkan: “Kata ‘Allah’ telah digunakan selama ratusan tahun dalam berbagai terjemahan Alkitab. Hanya di Malaysia penggunaan kata ‘Allah’  oleh orang Kristen bermasalah. Umat Kristiani di Timur Tengah bebas menggunakan kata tersebut. Tidak ada kebingungan.”

Sumber: Wrangle over ‘Allah’ word goes back to court

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus merasa sedih pembunuhan imam Yesuit di Suriah
  2. Yesus lebih populer di Weibo Cina
  3. KPAI akan surati Kemdikbud terkait kekerasan seksual
  4. Demi kebangsaan, ketua PBNU tolak koalisi partai Islam
  5. GKI Yasmin tidak masuk 5 prioritas walikota Bogor
  6. Motto dan Logo terkait kunjungan Paus Fransiskus ke Korea
  7. Uskup Agung Myanmar berbicara menentang UU baru terkait agama dan ras
  8. Paus Fransiskus ajak umat untuk refleksi selama Pekan Suci
  9. Paus Yohanes Paulus II turut menjatuhkan komunisme
  10. GP Ansor terjunkan 300 personel amankan Paskah
  1. Para uskup ingatkan terkait ritual penyaliban diri
  2. Apakah Paus Fransiskus membuka pintu bagi pria menikah menjadi imam?
  3. GP Ansor terjunkan 300 personel amankan Paskah
  4. Asia Bibi merayakan Paskah di balik jeruji besi
  5. Uskup Filipina menyerukan gencatan senjata selama Pekan Suci
  6. 52 persen dari 239 anak alami kekerasan seksual
  7. 245 kasus intoleransi di Indonesia dalam setahun
  8. Lama Tak Mendengar Ceritamu Hai Perempuan!
  9. Pastor pembela hak Tamil masuk dalam daftar “teroris” oleh pemerintah
  10. Vatikan angkat seorang profesor wanita jadi penasehat
  1. Terima kasih Mgr. Koo. Kisah hidup yang menjadi inspirasi bagi kami utk memperta...
    Said corry on 2014-04-10 12:42:00
  2. Ria: sy jg geram dengan tindakan mantan pastor ini, yg akhirnya membuat nama Ger...
    Said corry on 2014-04-10 12:27:00
  3. Dimana2 orang Kristen dianiaya, dikambinghitamkan dgn alasan ini itu yg tdk terb...
    Said Corry on 2014-04-10 11:48:00
  4. Aneh negeri ini jg presiden odong2. Ini bukan negara muslim, shg seenaknya mener...
    Said Corry on 2014-04-10 11:41:00
  5. Metode blusukan memang telah dilakukan oleh Yesus dan juga para nabi, sehingga p...
    Said Hadrianus Wardjito on 2014-04-07 20:47:00
  6. Sepertinya penulisan oleh Tempo mungkin tidak sesuai dengan yang dikatakan, bahw...
    Said on 2014-04-07 17:15:00
  7. Disebut FUI, ataukah FPI? Sepertinya pengacauan mereka menjadi kebanggaan pemer...
    Said on 2014-03-31 17:23:00
  8. Sambut baik pesan MUI agar tidak takut memilih non-Muslim. Dimana kita berada, a...
    Said on 2014-03-25 08:34:00
  9. Yang sulit kan menemukan bawahannya yang dapat dipercaya tulus, mau berdedikasi ...
    Said on 2014-03-23 10:38:00
  10. Ya, saya akan doa dulu mulai sekarang kepada Bunda Maria agar ada caleg yang tah...
    Said on 2014-03-05 14:59:00
UCAN India Books Online