UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Paus ingin biara kosong diubah menjadi tempat penampungan pengungsi

12/09/2013

Paus ingin biara kosong diubah menjadi tempat penampungan pengungsi thumbnail

 

Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus di Roma, Selasa (10/9), mengatakan, bangunan bekas biara hendaknya digunakan untuk menampung para pengungsi.?

“Biara-biara kosong tidak boleh diubah oleh Gereja untuk menjadi hotel untuk mendapatkan uang. Biara kosong itu bukan milik kita, mereka (biara) adalah untuk umat Kristus: para pengungsi,” kata Paus selama kunjungannya ke Centro Astalli, pusat pengungsi di jantung kota Roma, yang memberikan tempat tinggal, makanan dan bantuan kepada para migran yang tidak berdokumen.

Pusat ini telah membantu pengungsi yang datang ke Italia yang melarikan diri akibat perang, kekerasan dan penganiayaan selama lebih dari tiga puluh tahun.

Kunjungan ini adalah penting bagi Paus Fransiskus karena kunjungan semacam itu telah dilakukannya ke Pulau Lampedusa, Italia selatan. Kunjungan tradisional Uskup Agung Roma itu menunjukkan rasa solidaritasnya dengan orang miskin dan teraniaya.

Paus Fransiskus tiba di pusat pengungsian itu pukul 15:25, dengan?menggunakan mobil ?Ford Focus berwarna biru, tanpa pengawal dan tidak ada sekretaris. Dia menyapa banyak pengungsi di luar Centro Astalli dan mereka menunggu makanan.

Dia kemudian menyapa mereka yang sudah makan di ruang makan dan berhenti untuk berbicara dengan sekelompok pengungsi.

Dia mendengarkan beberapa cerita memilukan. Salah satu orang yang ia ajak bicara adalah Carol, seorang wanita yang berasal dari Suriah.

Setelah berdoa sebentar di kapel Centro Astalli dan bersalaman dengan semua anggota staf ? Paus Fransiskus memberkati sejumlah pasangan.

Dari kapel itu Paus pindah ke dekat Gereja Ges?, di sana ia bertemu dengan 250 relawan yang bekerja di empat tempat penampungan yang dikelola Jesuit Refugee Service.

Sumber: Pope wants empty convents turned into refugee shelters

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dialog antaragama saat yang tepat bagi Asia
  2. Ayah memikul salib pembunuhan putranya
  3. ‘Misionaris kerahiman’ diperingatkan terkait berita palsu
  4. Agama-agama di Vietnam mengalami tindakan represif
  5. Doa untuk perdamaian dan persatuan di Pakistan
  6. Perdana Menteri Portugal ‘pulang’ ke Goa
  7. Bisakah perempuan berperan lebih besar dalam mengakhiri konflik di Myanmar?
  8. Presiden Duterte berterima kasih kepada Paus Fransiskus
  9. Renungan Hari Minggu Biasa III/A bersama Pastor Bill Grimm
  10. Gereja Katolik Banglades berkabung atas wafatnya imam misionaris Italia
  1. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  2. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
  3. Yang saya salut dg agama2 asli Indonesia ini adalah kedamaiannya,...
    Said Surromenggala on 2017-01-13 06:19:39
  4. mas gre,bs kah membantu kami unt perobatan istri.setelah cek lab ada gangguan gi...
    Said nehemia tumanggor on 2017-01-07 14:45:59
  5. Tragedi yang tidak tidak terbayarkan dengan kebaikan apapun.. 6000 nyawa tidak d...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-05 11:16:42
  6. Luar biasa atas kesaksian iman dari kisah 2 orang yang berbeda dengan masalah ya...
    Said Anselmus Seng Openg on 2017-01-04 13:25:40
  7. Mengapa pemerintah India tidak berupaya?...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-04 11:27:27
  8. Segala dapat diperdagangkan di China.. semuanya adalah kejam.. Hewan langka, gad...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-03 20:38:17
  9. Shalom, Bapa, sy orang kosan yg tinggal di kos rumah tua dimana sebelumnya ada ...
    Said desi on 2016-12-28 23:01:07
  10. Bentuk toleransi dengan mengikuti kegiatan agama lain. Mari kita dukung penegak...
    Said Abdul Aziz on 2016-12-24 11:19:05
UCAN India Books Online