UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Kelompok Freedom Flotilla telah masuk perairan Indonesia

13/09/2013

Kelompok Freedom Flotilla telah masuk perairan Indonesia thumbnail

Sekelompok massa di Manokwari, Papua mengadakan aksi untuk mendukung kedatangan Freedom Flotilla (Foto: Pacific Media Watch).

 

Rombongan aktivis yang menamakan diri Freedom Flotilla?telah memasuki wilayah perairan Indonesia, Kamis (12/9), meskipun diperkirakan akan ditangkap pihak berwenang Indonesia.

Rombongan kapal layar itu meninggalkan Australia bulan lalu, antara lain terdiri atas aktivis Gerakan Papua Merdeka yang berbasis di Australia.

Mereka telah diperingatkan oleh pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan, bahwa jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, misalnya ditangkap oleh negara lain seperti Indonesia dan Papua Nugini, maka pemerintah Australia tidak akan memberikan perlindungan konsuler.

Menurut koordinator aktivis, Izzy Brown, Kamis (12/9/2103) pagi mereka sudah berada di wilayah 15 mil laut mendekati perairan Indonesia.

Kepada ABC Kamis, Izzy Brown menjelaskan, “Kami baru saja melintasi perairan PNG dengan kecepatan kapal 6 knots. Ada enam orang di atas kapal ini dan kini kami berada sekitar 15 mil laut dari wilayah Indonesia”.

Ia menambahkan, “Kami berharap bisa bernegosiasi dengan mereka melalui kontak radio, dan setidaknya berbicara dengan mereka untuk mengetahui seperti apa tanggapan mereka.”

Pemerintah Indonesia telah memperingatkan, para aktivis Freedom Flotilla ini bisa dipenjara selama lima tahun jika nekat memasuki perairan Indonesia dengan melanggar aturan imigrasi.

Namun, Izzy Brown menegaskan, para aktivis itu sudah siap menghadapi segala kemungkinan terburuk.

“Mengejutkan bahwa kondisi kami semua di atas kapal ini sangat baik. Mungkin ada kekuatiran tapi sejauh ini misi kami telah berhasil menarik perhatian mengenai situasi di Papua Barat,” jelasnya, seperti dilansir tribunnews.com.

“Jika mereka menolak kami memasuki Indonesia, itu suatu kemungkinan yang harus kami hadapi,” kata Izzy Brown.

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa VIII/A bersama Pastor Bill Grimm
  2. Caritas membantu penderita kanker ke daerah terpencil di India
  3. Provinsi SVD Cina mendapat imam baru dari Togo
  4. Paus Fransiskus: Populisme egoistis ‘dorong penolakan migran’
  5. Hukum Islam sedang diperjuangkan di Malaysia
  6. Gereja Katolik Vietnam mengenang uskup ‘rendah hati’
  7. Hari Kaum Muda menyatukan OMK Banglades
  8. Seorang misionaris di antara para ‘keluyuran malam’
  9. Keluarga korban pembunuhan terkait narkoba dibantu atasi trauma
  10. Kardinal Zen khawatir terkait kesepakatan Vatikan dan Tiongkok
  1. Rama yth. Menurut iman saya, semua orang katolik punya kuasa mengusir setan.....
    Said markoes padmonegoro on 2017-02-06 12:43:43
  2. Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-03 13:57:52
  3. Tidak salah orang mempunyai harapan keselamatan seperti hal sederhana seperti in...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-02 21:30:20
  4. Ikut senang.....
    Said Jenny Marisa on 2017-02-01 14:16:51
  5. Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-30 12:24:36
  6. Pada akhirnya Surabaya menjadi pionir untuk penutupan lokalisasi, Risma memulai,...
    Said Agustinus Utomo on 2017-01-29 02:09:19
  7. tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-28 15:40:09
  8. Mas bisa bantu kami ga buat pelayanan pekerjaan Tuhan di kalimantan?...
    Said Daniel Malonda on 2017-01-27 11:58:36
  9. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  10. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
UCAN India Books Online