UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Ayo, jangan diam hadapi intoleransi!

18/09/2013

Ayo, jangan diam hadapi intoleransi! thumbnail

Siti Musdah Mulia

 

Masyarakat diminta tidak diam atau hanya menerima ketika melihat atau mengalami tindakan intoleransi. Masyarakat harus meluruskan agar intoleransi tidak berkembang hingga akhirnya menjadi konflik.

“Jangan kita diam. Mari kita bicara di kalangan kita masing-masing,” kata Guru Besar IAIN Syarif Hidayatullah Siti Musdah Mulia saat diskusi Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Pemantapan Harmonisasi yang digelar Kementerian Koordinator Polhukam di Jakarta, Selasa (17/9/2013), seperti dilansir kompas.com.

Musdah mengatakan, hanya karena takut dicibir, masyarakat terkadang diam ketika tahu adanya intoleransi di lingkungannya.

Musdah bercerita ketika anaknya diajarkan intoleransi oleh seorang guru di sekolah, ia langsung membicarakannya dengan kepala sekolah. Ketika dikonfirmasi, si guru pun berkilah tidak serius mengucapkannya.

Musdah menambahkan, tidak hanya di sekolah, intoleransi bahkan sudah diajarkan di pendidikan anak usia dini (PAUD) akibat banyak tenaga pengajar yang tidak berkualitas. Hal itu akan menjadi masalah serius pada masa depan.

Musdah juga menyinggung banyaknya konflik berlatar belakang agama di daerah. Laporan yang diterimanya, sebagian konflik itu sengaja dibuat untuk kepentingan tertentu, khususnya menjelang pemilu kepala daerah.

“Agama paling mudah digunakan untuk kepentingan apa pun,” ucapnya.

Musdah berharap pemerintah, khususnya penegak hukum, tidak lagi melakukan pembiaran terhadap setiap intoleransi. Jangan ada tindakan kekerasan terhadap kelompok minoritas seperti yang terjadi di Sampang, Madura. Kelompok minoritas yang menjadi korban, yakni warga Syiah, justru diungsikan.

“Penegakan hukum harus berjalan. Siapa yang salah harus dihukum. Sekarang ini yang teraniaya malah disingkirkan,” pungkas ketua Indonesian Conference on Religion and Peace itu.

 

  • Siantar Man

    ibu jangan cuma berkoak-koak buat warga. warga tidak sempat memikirkan itu. Yang mereka pikirkan adalah mencari nafkah. Katakan saja itu kepada pemerintah yang dari dulu sudah salah menerapkan agama mayoritas jadi pemegang kunci di semua lini di Indonesia ini. Lihat KTP agama minoritas udah ga masuk seleksi.Itulah fakta dari jaman saya anak-anak sampai skrng. So what??

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  2. Malaysia membantah dinilai standar ganda menangani demonstran anti-Kristen
  3. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  4. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  5. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  6. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  7. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  8. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  9. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  10. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  1. Kardinal Myanmar menyerukan pemerintah untuk bersikap belarasa dan peduli dengan Rohingya
  2. Lebih dari 1.100 orang tewas di India akibat gelombang panas ekstrim
  3. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  4. Misionaris merajut kembali kebersamaan hidup yang hancur di Mindanao
  5. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  6. Pembaruan Karismatik Katolik akan mengadakan Konvenas XIII di Makassar
  7. Malaysia membantah dinilai standar ganda menangani demonstran anti-Kristen
  8. Ribuan anak Kamboja terlantar akibat ibu mereka dipenjara
  9. Gereja: Pemerintah Modi mulai memperhatikan terkait serangan terhadap minoritas
  10. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online