UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Muslim se-Asia desak penuntasan konflik Sunni-Syiah

20/09/2013

Muslim se-Asia desak penuntasan konflik Sunni-Syiah thumbnail

Dwi Rubiyanti Khalifah

 

Para tokoh Muslim yang tergabung dalam Asian Moeslim Action Network (AMAN) mendesak agar umat Muslim Sunni dan Syiah di seluruh Asia, juga di Indonesia segera mengakhiri pertentangan demi menyelamatkan masa depan Muslim.

Dwi Rubiyanti Khalifah, Wakil AMAN untuk Indonesia mengatakan, konflik Sunni-Syiah terus merebak di sejumlah negara Asia, seperti Irak, Lebanon, Pakistan, Malaysia, Nepal, juga Indonesia dan hal ini terus mengancam kerukunan umat Muslim ke depan.

?Banyak sekali anak-anak dan generasi muda yang trauma, yang mengalami keterbatasan mengakses pendidikan, tidak bisa merasakan kedamaian akibat konflik yang berlarut-larut?, katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/9).

?Kita tidak mendapat apa-apa dari konflik yang terjadi.?

Ia menjelaskan, pada 1 September lalu, wakil AMAN sejumlah negara Asia ditambah dari Swedia dan Amerika Serikat bertemu di Bangkok untuk menyepakati upaya-upaya meredahkan konflik, dimana salah satu jalannya adalah meningkatkan dialog tidak hanya di level elit agama, tetapi juga di kalangan akar rumput.

Menurutnya, selama ini, banyak konflik diperparah karena tidak adanya pemahaman yang utuh terhadap agama dan aliran lain.

?Berdasarkan pengalaman di sejumlah negara, hal seperti ini tampaknya menjadi hal yang memperuncing persoalan. Antara Sunni da Syiah tidak saling mengenal sehingga ada kecurigaan-kecurigaan yang berkembang di masing-masing aliran?, katanya.

AMAN juga menyerukan agar Muslim berpegang pada prinsip keimanan dan praktik perbedaan.

“Menilik Al Quran, Sunni dan Syiah diperintahkan agar semua berpegang teguh kepada tali agama Allah, bukan saling bertikai,” katanya.

Di Indonesia, kaum Sunni ? Syiah, khususnya di Sampang, Jawa Timur masih menghadapi persoalan. Pada Agustus 2012 lalu, kaum Syiah diserang yang menyebabkan satu orang meninggal, 10 lainnya luka-luka dan puluhan rumah dibakar.

Sejak saat itu warga Syiah diungsikan dari kampung mereka dan menetap di Gelanggang Olahraga (GOR) Sampang serta pada Juni lalu diindah ke rumah susun di Sidoarjo, sekitar 100 km dari Sampang.

Saat ini pemerintah sedang mengupayakan rekonsiliasi antarmereka.

Merespon persoalan di Sampang, Ruby mengatakan, saat ini AMAN sedang berupaya memperluas dialog di level akar rumput yang mempertemukan kaum muda Sunni-Syiah untuk bisa saling memahami.

Ia juga menganjurkan agar pemerintah menjadikan upaya memperhatikan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari resolusi konflik.

?Ketika kesejahteraan sudah dicapai, jalan untuk berdamai akan mudah?, katanya.

Sementara itu, Imam Malik, anggota AMAN Indonesia mengatakan, kaum Sunni dan Syiah hendaknya menghindari klaim bahwa aliran yang lain adalah sesat.

?Hanya Allah yang berhak menilai perilaku sesat. Dengan menyatakan bahwa sesat, maka kita sudah memposisikan diri setara dengan Allah?, jelasnya.

Ryan Dagur, Jakarta

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Gereja minta Jokowi ungkap kelompok garis keras yang kacaukan Papua
  2. Empat orang Asia masuk Komisi Teologi Internasional
  3. Perempuan memiliki banyak karisma pribadi untuk dipersembahkan bagi Gereja
  4. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  5. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  6. Menag: Pemaksaan kehendak salahi etika Islam
  7. Ancaman ISIS membuat para uskup Filipina gugup
  8. Pesparawi XIII: Seni robohkan tembok pemisah umat beragama
  9. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  10. Egoisme agama muncul karena pendidikan tidak mengajarkan etika
  1. Pesparawi XIII: Seni robohkan tembok pemisah umat beragama
  2. Perempuan memiliki banyak karisma pribadi untuk dipersembahkan bagi Gereja
  3. PBNU khawatirkan gerakan pelunturan Pancasila
  4. Tim pelayanan penjara Yesuit mengunjungi keluarga para napi Laos di Thailand
  5. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  6. Universitas Yesuit di Asia-Pasifik bahas peran mereka dalam bidang keadilan sosial
  7. PID: Wadah pemuda lintas agama menyatukan perbedaan
  8. Kebebasan beragama dinilai jadi persoalan serius buat Jokowi
  9. Biarawati juara The Voice luncurkan album Natal
  10. Vatikan: Hari Komunikasi Sedunia 2015 fokus pada keluarga
  1. Hendaknya banyak paroki di wilayah keuskupan-keuskupan meniru hal yang baik yang...
    Said pandenaker simanjuntak on 2014-09-23 09:39:00
  2. Tujuan Paus mungkin yang terpenting adalah bahwa orang tidak dijauhkan dari Sakr...
    Said on 2014-09-21 06:16:00
  3. Puji Tuhan, kalau ada titik terang dari Pak Mengeri Agama yang baru.. Terkabull...
    Said on 2014-09-19 11:42:00
  4. Mantap... hidup santo paulus... Dari muka semua guru, yg kukenal banget itu pak...
    Said Ria on 2014-09-17 22:11:00
  5. KWI sudah mengeluarkan pernyataan resmi menolak PP tersebut. Berarti Ibu Menteri...
    Said chris on 2014-09-13 19:50:00
  6. Bravo... sudah didaftar untuk hak paten? Mau dengar lebih lanjut kalau sudah ad...
    Said on 2014-09-12 07:20:00
  7. Hukuman pilihan...atau nilai emasnya itu... baru tahu ini.. Kalau diberi kesemp...
    Said on 2014-09-12 07:03:00
  8. K-13: guru yang sudah mendapat pelatihan pun msh tetap bingung. Sekarang buku pe...
    Said Lakestra on 2014-09-08 13:49:00
  9. apapun argumennya, masalah patung itu suda beda sejak dulu, tidak heran.......
    Said tri siwi ibar santoso on 2014-09-08 13:13:00
  10. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
UCAN India Books Online