Tokoh agama perlu dorong umat untuk berpartisipasi dalam pemilu 2014

20/09/2013

Tokoh agama perlu dorong umat untuk berpartisipasi dalam pemilu 2014 thumbnail

 
Rendahnya partisipasi pemilih, menjadi bayang-bayang kekhawatiran yang dominan hadir dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.

Bisa jadi, peran tokoh agama dan keterlibatannya menyadarkan umat, bisa meningkatkan partisipasi pemilih dan mengurangi kekhawatiran itu.

Masykurudin Hafidz, Deputi Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), mengurutkan partisipasi pemilih pada Pemilu 1999 sampai Pemilu 2009, yang turun cukup signifikan sebesar 21 persen (dari 92 persen turun ke 71 persen).

Pengalaman Pemilu Kepala Daerah 2013 juga menunjukkan angka partisipasi pemilih, hanya berada di kisaran 63 persen. Turunnya partisipasi ini berakibat langsung pada aspek legitimasi calon terpilih, terhadap pemerintahan yang dijalankan ke depan.

“Kewibawaan tokoh agama dapat secara efektif menanamkan pentingnya Pemilu 2014. Mereka mampu menggerakkan masyarakat berpartisipasi aktif mewujudkan proses pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil,” tutur Masykurudin di Jakarta, Kamis (19/9/2013), seperti dilansir tribunnews.com.

Menurutnya, penanaman aspek keagamaan tentang pentingnya berpartisipasi dalam Pemilu 2014, tidak akan berhasil tanpa menyertakan tokoh-tokoh agama.  Sehingga, tak ada salahnya meningkatkan partisipasi publik, dan tokoh agama juga dilibatkan.

Masykurudin menambahkan, Pemilu 2014 harus dilihat sebagai sarana rakyat dalam mewujudkan kedaulatan. Sebagai sarana penting dalam mewujudkan keadilan bersama, maka pemilu juga harus dianggap menjadi bagian dari kewajiban agama.

“Pemilu menjadi wajib, karena tanpa proses ini, kedaulatan dan penegakan keadilan dalam kehidupan masyarakat tidak akan terwujud,” terangnya.

Dengan begitu, kedatangan pemilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya pada 9 April 2014, sudah bukan lagi kewajiban kolektif, tapi harus dilihat sebagai kewajiban pribadi untuk menegakkan keadilan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Kewajiban datang ke TPS dan memilih ini juga dibarengi dengan pemahaman, segala kecurangan, pelanggaran dan manipulasi suara dalam pelaksanaan pemilu ke depan, siapapun pelakunya, adalah tindakan tak bertanggung jawab dan haram hukumnya,” bebernya.

JPPR mengajak masyarakat dan pemilik hak pilih, untuk menyadari bahwa sudah saatnya menjadikan Pemilu 2014 sebagai tahapan awal dalam menegakkan keadilan hakiki, dan berpartisipasi dalam tahapan penyelenggarannya adalah bagian dari ibadah sosial sehari-hari.

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  2. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  3. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  4. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  5. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  6. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  7. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  8. Uskup: Rencana Keterlibatan Amerika Memperburuk Konflik Mindanao
  9. Uskup Korea Mendorong Pihak yang Bertikai Menahan Diri
  10. Renungan Hari Minggu XX Tahun A – 20 Agustus 2017
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online