UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Pemimpin Gereja di Pakistan menyerukan umat Kristiani tetap tenang

25/09/2013

Pemimpin Gereja di Pakistan menyerukan umat Kristiani tetap tenang thumbnail

 

Para pemimpin Gereja di Pakistan telah menyerukan kepada umat Kristiani untuk tetap tenang menyusul aksi protes mereka yang berubah menjadi kekerasan setelah dua bom bunuh diri meledak di luar gedung All Saints Church di Peshawar pada Minggu.

Jumlah korban tewas bertambah menjadi 85 orang menyusul serangan terburuk terhadap orang Kristen dalam sejarah Pakistan. Sebuah bentrokan pecah di antara demonstran Kristen dan Muslim di Karachi yang mengakibatkan satu tewas, kata polisi.

Para aparat keamanan seperti dilaporkan menembakkan gas air mata dalam upaya membubarkan massa dalam aksi demonstrasi tiga hari yang digelar oleh komunitas-komunitas Kristen Pakistan.

“Serangkaian protes telah terjadi di seluruh negeri di semua kota negara ini,” kata Uskup Agung Joseph Coutts, ketua Konferensi Waligereja Pakistan, saat ia menyerukan agar umat Kristiani tetap tenang.

Uskup agung itu berbicara pada sebuah konferensi pers di Gereja Trinitas di Karachi, yang dihadiri oleh para pimpinan partai politik termasuk Partai Rakyat Pakistan, Jemaat Islami pro-Muslim dan Gerakan Qaumi Muttahida liberal.

“Saya berterima kasih kepada saudara-saudara kami dari Muslim, Hindu dan Sikh yang bergabung bersama kami yang saat ini sedang mengalami duka dan penderitaan,” kata Uskup Agung Coutts.

Uskup Sadiq Daniel dari Karachi dan Baluchistan mengatakan bahwa serangan itu, yang juga melukai 150 orang, menunjukkan bahwa “tidak ada rasa aman di Pakistan.”

“Para pejabat pemerintah, pemimpin politik, angkatan bersenjata dan tempat ibadah menjadi target Taliban,” katanya.

Jundallah, sebuah kelompok yang terkait dengan Taliban Pakistan, mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, dan mengatakan serangan itu adalah tanggapan terhadap serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat.

Meskipun pihak berwenang menyebutkan 85 tewas, laporan-laporan mengatakan banyak orang mungkin telah tewas karena beberapa anggota keluarga langsung mengambil saudaranya yang telah tewas setelah ledakan tersebut.

Korban tewas mulai dimakamkan pada Senin di Peshawar. Ratusan orang termasuk  wanita dan anak-anak berkumpul di sekitar jenazah saudara mereka yang telah meninggalkan mereka, banyak dari mereka menangis.

Meskipun serangan Peshawar adalah yang terbaru dalam serangkaian seranganterhadap umat Kristen di Pakistan, yang berjumlah kurang dari dua persen dari populasi Negara itu, ledakan hari Minggu itu merupakan yang paling mematikan terhadap umat Kristen dalam sejarah negara itu.

Sebagai tanggapan, polisi telah dikerahkan untuk menjaga di sekitar gereja-gereja.

Sumber: Church leaders call for calm amid Pakistan protests

 

 

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  2. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  3. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  4. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  5. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  6. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  7. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  8. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  9. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  10. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  1. Ribuan anak Kamboja terlantar akibat ibu mereka dipenjara
  2. Gereja: Pemerintah Modi mulai memperhatikan terkait serangan terhadap minoritas
  3. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  4. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  5. PM Malaysia ‘sangat prihatin’ dengan kuburan massal diduga imigran gelap
  6. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  7. Daniel Mananta dan Sandra Dewi ikut peresmian kapel yang mereka bangun di Flores
  8. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  9. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  10. Orangtua Rohingya di kamp pengungsian cemas terkait berita anak-anak mereka yang hilang
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online