UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Demo warga Lenteng Agung tolak lurah Susan cederai Pancasila

26/09/2013

Demo warga Lenteng Agung tolak lurah Susan cederai Pancasila thumbnail

Sejumlah warga menggelar demonstrasi di Kantor Lurah Lenteng Agung. (Foto: merdeka)

 

Aksi penolakan warga Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta SelatanĀ terhadap lurah baru mereka, Susan Jasmine Zulkifli, 43, dianggap telah bertentangan konstitusi negara Republik Indonesia, yakni UUD 1945. Selain itu, penolakan tersebut juga dinilai mencederai Pancasila.

“Penolakan ini jelas bertentangan dengan konstitusi kita, UUD 1945 dan Pancasila sebagai salah satu unsurnya,” jelas Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, 25/9/2013.

Dia menambahkan, jika ada sebagian masyarakat yang menolak seorang pemimpin karena yang bersangkutan berbeda keyakinan dengan dirinya, mereka tidak berhak melakukan penolakan. Justru masyarakat yang melakukan penolakan itu harus dilawan.

“Itu artinya kelompok masyarakat belum memahami hakikat bernegara dengan memaksakan seorang pemimpin harus seusai dengan agama mayoritas,” ujar dia.

Ray mengatakan, seorang pemimpin itu baru boleh ditolak, bahkan jika perlu didorong untuk diberhentikan jika dia terlibat pelanggaran hukum.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo memastikan tidak akan turun ke Lenteng Agung untuk mendinginkan suasana terkait penolakan warga terhadap Lurah Susan.

“Saya tidak akan ke sana. Tidak apa-apa,” ujar Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Rabu (25/9/2013).

Pengamat dari Setara Institut Ismail Hasani memuji sikap Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahja yang tidak terpengaruh protes sekelompok orang menuntut Lurah Susan dirotasi karena agama.

“Jangan sampai terjadi politik penyeragaman dengan dalih agama,” kata Ismail.

Pada Rabu sekitar 300 kembali menggelar demonstrasi menolak Susan, lantaran keyakinan yang dianut Susan tak sama dengan mayoritas warga di wilayah binaannya.

Salah satu pendemo, Muhammad Rusli Hamzah mengatakan, perbedaan keyakinan antara bu lurah cantik itu dan warga, membuat sejumlah kegiatan di lingkungan mereka terganggu.

Sumber: merdeka.com, tempo.co

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup dihormati sebagai pahlawan
  2. Paus Fransiskus: Persiapkan Natal dengan pertobatan
  3. Ormas PAS bubarkan KKR Natal 2016 di Auditorium Sabuga Bandung
  4. Pemuka agama Katolik tolak zina diatur dalam perkara kriminal
  5. Hindari pelayanan publik diskriminatif, Kemenag minta semua pihak daftarkan agamanya
  6. Kamp-kamp pengungsian di Thailand
  7. Penghormatan terhadap tempat suci kian merosot
  8. Gereja, warga Korea Selatan gelar aksi menentang skandal korupsi presiden
  9. Presiden puji para uskup Asia atas pelayanan terhadap orang miskin
  10. Imam, suster menyerukan pembebasan para tahanan politik
  1. Alkitab bahasa kanayant...
    Said Dolina on 2016-12-04 20:38:14
  2. ternyata banyak pengikutnya tidak menemukan ketenangan batin.. tidak ada jaminan...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-30 10:02:53
  3. i Like,..it,.....
    Said Damianus Ahen on 2016-11-28 11:09:07
  4. Dimana toleransi beragama yg selalu di dengung dengungkan,,,...
    Said kamboti marassan salatiga on 2016-11-27 21:01:42
  5. Ada upaya uskup dan menteri yang Katolik.. ini cukup menjelaskan... Semoga napi ...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-23 10:02:16
  6. Terima kasih Pak Benyamin....
    Said cnindonewsletter on 2016-11-22 16:34:32
  7. Terima kasih. Saya senang dengan UCAN INDONESIA. syallom benyamin...
    Said Benyamin Mali on 2016-11-21 16:53:07
  8. PERSEKUTUAN REMAJA JEMAAT ELIM PETRA PAMONA GEREJA KRISTEN SULAWESI TENGAH (GKS...
    Said aswankodina on 2016-11-21 10:53:01
  9. semoga tidak hujan besok......
    Said Jenny Marisa on 2016-11-18 23:25:12
  10. Benar2 capek deh membaca tentang Islam yang berniat menghabisi kaum Kristen.. Mu...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-18 09:53:01
UCAN India Books Online