UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Umat Kristen Laos dipaksa kembali ke animisme

26/09/2013

Umat Kristen Laos dipaksa kembali ke animisme thumbnail

 

Umat Kristen di Laos sedang menghadapi pengusiran dari desa mereka terkait keyakinan mereka, demikian ungkap sebuah kelompok HAM Amerika Serikat (AS).

Pihak berwenang di Desa Huay, Provinsi Savannakhet, menuduh jemaat Protestan mengadakan ibadat di rumah-rumah mereka dan mengatakan mereka harus dipaksakan kembali ke animisme atau diusir dari desa itu, kata Human Rights Watch untuk Kebebasan Beragama Laos (HRWLRF).

Penduduk desa itu telah menentang peraturan dengan alasan bahwa kebebasan beribadah dijamin oleh konstitusi Laos, kata kelompok hak asasi yang berbasis di Tennessee, AS itu.

HRWLRF juga mengatakan kemarin bahwa pihaknya telah menerima laporan dari orang-orang Kristen di Desa Nonsung di Provinsi Savannakhet yang dipanggil pada sebuah pertemuan desa itu dan mereka diperintahkan mengambil sumpah untuk kembali ke animisme. Namun, mereka menolak melakukannya, katanya.

Ancaman pengusiran di Desa Huay adalah yang kedua yang dilaporkan di Laos dalam sebulan.

Pada 30 Agustus, HRWLRF melaporkan bahwa 50 orang Kristen di Provinsi Bolikhamsai tengah diperintahkan untuk kembali memeluk animisme, kepercayaan tradisional mereka. Mereka juga menolak permintaan itu.

Pihak berwenang di Bolikhamsai menuduh orang Kristen percaya pada agama “Barat,” sebuah tuduhan yang lazim  dilontarkan di Laos, demikian Christian Solidarity Worldwide, yang berbasis di London.

Sumber: Laos Christians forced to revert to animism

 

 

 

 

 

 

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Umat Kristiani India mengungkapkan keterkejutan terkait serangan gereja
  2. Paus desak dunia bertindak menyusul tragedi Mediterania
  3. Keadilan sulit dipahami terkait pembunuhan para aktivis lingkungan
  4. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  5. Penganiayaan orang Kristen di Zhejiang lebih parah dari data sebelumnya: China Aid
  6. Politisi Hong Kong berkomentar 'rasis' terhadap PRT
  7. Otoritas Malaysia desak pemimpin Gereja memasang kembali salib
  8. Para uskup Filipina minta KWI membantu Mary Jane
  9. Ribuan umat Katolik Medan doakan kelancaran KAA
  10. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  1. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  2. NIIS dan Janji Surga
  3. Gereja Armenia memberikan gelar orang kudus korban genosida
  4. Renungan Hari Minggu Paskah IV bersama Pastor Bill Grimm
  5. RUU kontroversial Myanmar akan berdampak buruk bagi perempuan dan minoritas
  6. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  7. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  8. Asia-Afrika nyatakan perang terhadap narkoba
  9. Jaksa agung diminta sidik pelanggaran HAM berat
  10. Menag masih persoalkan batasan agama RUU PUB
  1. Terlalu banyak TKI yang nasibnya dihukum mati. Apa gerangan yang mereka lakukan...
    Said on 2015-04-16 20:46:00
  2. Sepertinya orang "Rimba" Jambi tidak mempunyai nama lain? Tidak masuk sensus? T...
    Said on 2015-04-14 09:11:00
  3. Nasib mereka bergantung di benang sutra.. karena getolnya para jaksa penuntut......
    Said on 2015-04-11 09:21:00
  4. Menteri dalam kasus ini harus gebrak meja! Beliau terlalu manis.....
    Said on 2015-04-11 09:13:00
  5. Semoga bagi para pengungsi merasa terhibur dan perhatian dari Paus Fransiskus me...
    Said on 2015-04-09 06:01:00
  6. Kalau sampai pada vonis hukuman mati, diam saja ya, tidak perlu menentangnya....
    Said on 2015-04-03 08:59:00
  7. Apakah waktunya setiap perempuan membawa rotweiler kalau bepergian??...
    Said on 2015-04-03 08:55:00
  8. Terima kasih untuk bantuannya... semoga aman saja....
    Said on 2015-04-03 08:50:00
  9. Domba tidak bisa mengerti apa maunya serigala... Siapa menulis buku sejahat itu ...
    Said on 2015-04-03 08:43:00
  10. Yang tidak tertarik juga tidak akan membacanya.....
    Said on 2015-04-02 15:28:00
UCAN India Books Online