UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Orang muda lintas iman promosikan perdamaian dan toleransi

27/09/2013

Orang muda lintas iman promosikan perdamaian dan toleransi thumbnail

 

Ratusan orang muda lintas iman dari sejumlah negara sedang berkumpul di Makassar, Sulawesi Selatan untuk menyebarkan semangat perdamaian, toleransi dan kasih sayang.

Global Peace Festival Indonesia Foundation (GPFIF) menyelenggarakan International Multifaith Youth Assembly (IMYA) 2013 itu bertempat di Colonial Hotel  Makassar, yang berlangsung 25-28 September 2013.

IMYA 2013 diselenggarakan untuk menyebarkan semangat toleransi dan kerja sama antar umat beragama.

Selama empat hari mereka akan berdialog tentang  keberagaman keyakinan dengan  tema ‘Spreading Seeds of Peace and Love through New Interfaith Paradigm for the 21st Century’.

Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, para pemuda mesti memiliki perspektif yang baik terkait dengan isu keberagaman dan antarkeyakinan karena perbedaan itu menjadi bagian dari masyarakat Indonesia yang perlu untuk dirayakan.

“Interfaith bukan hanya agama, tapi berbagai aspek misalnya ekonomi, pendidikan dan lain-lain. Saya rasa kita tidak perlu mempersoalkan isu interfaith, tapi justru merayakan perbedaan,” Nasaruddin ketika membuka acara tersebut, Kamis (26/9).

Ia mencontohkan, “Lukisan tidak akan indah ketika monoton warna putih, tapi akan indah ketika berwarna-warni. Saya rasa akan lebih baik bila kita tidak mengatasnamakan agama melakukan kekerasan atau untuk memisahkan diri dengan saudara-saudara kita. Mari kita memberi semangat berdamai, membangun dan kemanusiaan.”

Nasaruddin menyatakan isu interfaith penting diketahui oleh anak muda dewasa ini. Karena, keberagaman merupakan bagian dari masyarakat Indonesia, dan anak muda perlu memiliki persepektif yang baik terkait dengan isu tersebut.

“Saya senang bertemu dengan banyak pemuda yang mendiskusikan isu interfaith dan saya berpendapat pertemuan ini penting bagi pemuda Makassar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana IMYA 2013, Naskar F Hansam secara terpisah menyatakan dirinya berharap IMYA 2013 menghilangkan berbagai permasalahan terkait rasisme yang masih sering terjadi di masyarakat.

“Sebagai anak muda Makassar, saya bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. IMYA 2013 merupakan program yang diselenggarakan oleh GPF Indonesia untuk menginspirasi anak muda tentang pentingnya keberagaman. Saya berharap tidak ada lagi rasisme, karena event ini kami selenggarakan untuk menghilangkan perbedaan di antara kita,” katanya.

Melalui IMYA 2013, lanjutnya, “Kami mengundang anda semua untuk tidak hanya berdiskusi namun melakukan aksi nyata untuk semakin menyebarkan pemahaman tentang interfaith.”

Para peserta juga akan mengikuti berbagai acara yang tahun ini dikemas lebih menarik dari tahun sebelumnya seperti seminar, flashmob anti kekerasan, kunjungan ke tempat-tempat peribadatan, deklarasi perdamaian dan aktivitas melayani masyarakat.

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Musdah Mulia: Radikalisme di Indonesia dibiayai APBN
  2. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  3. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  4. Tangkal radikalisme dengan ajaran toleransi
  5. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  6. Minggu Palma, Paus mengajak umat bersikap 'rendah hati'
  7. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  8. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  9. Acara kelulusan siswa membawa perdamaian sementara di daerah konflik
  10. Umat Katolik merayakan Minggu Palma dengan hikmat dan meriah
  1. Acara kelulusan siswa membawa perdamaian sementara di daerah konflik
  2. Delegasi kepausan membawa bantuan bagi para pengungsi Irak
  3. Polisi Pakistan dituduh melakukan penahanan ilegal terhadap orang Kristen
  4. Tangkal radikalisme dengan ajaran toleransi
  5. Daniel Mananta bangun gereja di Flores ungkapan syukur pita suaranya pulih
  6. 1.700 buku radikalisme beredar di Bandung
  7. Survei Setara: Satu dari 14 siswa SMA setuju ISIS
  8. Cegah radikalisme sejak rekrutmen guru
  9. Warga Tionghoa gelar pawai lilin kenang 10 tahun gempa di Nias
  10. Kisah tentang penderitaan keluarga Mary Jane di Filipina
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online