UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Agama-agama bersatu menentang pemboman di gereja

01/10/2013

Agama-agama bersatu menentang pemboman di gereja thumbnail

 

Ratusan orang Kristen dan Muslim bergandengan tangan di Karachi, Pakistan, pada Minggu membentuk rantai manusia untuk menunjukkan persatuan yang jarang terjadi menyusul serangan teror pada 22 September terhadap sebuah gereja di Peshawar.

Sebanyak 85 orang tewas dan lebih dari 140 cedera ketika dua pembom bunuh diri meledakkan diri di Gereja All Saints di Peshawar setelah kebaktian hari Minggu. yang merupakan  salah satu serangan paling mematikan terhadap agama minoritas di Pakistan.

Para pemuka agama Syiah, Sunni serta Kristen termasuk antara mereka yang berkumpul di Katedral St. Patrick di Karachi untuk sebuah¬†”hari doa dan perlawanan terhadap terorisme.”

Politisi, aktor, aktivis hak asasi manusia, para siswa dan orang-orang dari elemen lain bergabung dalam aksi tersebut.

Acara ini diselenggarakan oleh sekelompok teman-teman di bawah tajuk “Pakistan untuk Semua” dan didukung oleh Komisi Nasional untuk Keadilan dan Perdamaian.

“Sebagai seorang warga Pakistan saya bermimpi: seorang ulama Syiah, seorang pastor Kristen dan seorang mufti Sunni duduk bersama di pelataran Katedral St. Patrick, Karachi,” kata Mohammad Nasir Jibran, salah satu penyelenggara acara itu, kepada ucanews.com pada Minggu.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menunjukkan keharmonisan antaragama di kalangan warga Pakistan dan mengungkapkan solidaritas dengan keluarga korban di Peshawar,” katanya.

Warga Hindu juga mengambil bagian dalam demonstrasi itu, katanya.

“Kita semua adalah anak-anak Adam dan Hawa. Serangan terhadap gereja di Peshawar tidak hanya terhadap umat Kristen, tapi juga terhadap seluruh negeri ini,” kata Pastor Sal Deigo, seorang imam di katedral itu.

Para peserta membentuk lingkaran di pelataran katedral itu dan berpegangan tangan.

“Kami berada di sini untuk menunjukkan bahwa kami menghormati semua agama. Kita semua adalah warga Pakistan dan kita semua adalah satu,” kata Sharmila Farooqui , seorang anggota parlemen Sindh.

“Kita semua bersama-sama. Kita adalah satu. Kita tidak terpecah belah atas dasar iman kita,” kata model yang terkemuka dan aktris Pakistan Sanam Saeed.

Ulama Syiah Agha Iftikhar Abid Naqvi dan Sunni Mufti Faisal Japan Wala juga berbicara pada pertemuan itu dan menyoroti perlunya meningkatkan kerukunan antaragama di negara ini.

Sumber: Religions unite to protest Peshawar church bombing

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  2. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  3. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  4. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  5. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  6. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  7. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  8. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  9. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  10. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  1. Ribuan anak Kamboja terlantar akibat ibu mereka dipenjara
  2. Gereja: Pemerintah Modi mulai memperhatikan terkait serangan terhadap minoritas
  3. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  4. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  5. PM Malaysia ‘sangat prihatin’ dengan kuburan massal diduga imigran gelap
  6. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  7. Daniel Mananta dan Sandra Dewi ikut peresmian kapel yang mereka bangun di Flores
  8. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  9. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  10. Orangtua Rohingya di kamp pengungsian cemas terkait berita anak-anak mereka yang hilang
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online