UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Imam Yesuit di Suriah berjuang di tengah peperangan, kelaparan dan ketakutan

02/10/2013

Imam Yesuit di Suriah berjuang di tengah peperangan, kelaparan dan ketakutan thumbnail

 

Imam Belanda Pastor Frans Van der Lugt SJ telah memberikan kesaksian pengalamannya yang dramatis di Bustan al-Diwan, Homs, Suriah, yang telah dikendalikan oleh para pemberontak sejak Juni 2012, tetapi dikepung oleh pasukan pemerintah Suriah.

“Selama 15 bulan terakhir kami telah bertahan dengan persediaan darurat yang kami miliki di ruang bawah tanah dan di rumah-rumah yang ditinggalkan tetangga. Semua kami akan mengalami kehabisan persediaan. Dan kami tidak tahu berapa lama lagi pengepungan ini akan berakhir.”

Vatikan Insider menulis tentang Pastor Van der Lugt dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada awal Agustus. Provinsial Yesuit Timur Tengah, Pastor Victor Assouad SJ menyatakan keprihatinan atas nasib imam Belanda itu dan Pastor Paolo Dall’Oglio SJ, imam Italia, yang diculik sekitar dua bulan lalu di Suriah bagian utara.

Pada Juni 2012, saat Homs  jatuh, ada sekitar  satu juta penduduk, namun kini tinggal 200.000 orang, dan Pastor Van der Lugt memutuskan untuk tetap tinggal bersama orang-orang tersebut yang tidak dapat melarikan diri dari Bustan al-Diwan.

Imam itu telah tinggal bersama para korban tak berdosa akibat konflik yang dilakukan kubu pemberontak selama 15 bulan. Suara tembakan artileri Assad bergema di atas mereka tanpa pandang bulu, terlepas dari apakah target adalah orang Kristen atau Muslim.

Bustan al- Diwan masih terputus dari dunia luar, demikian Pastor Ziad Hilal SJ menyampaikan pada pertemuan di Jenewa belum lama ini. Pastor Hilal adalah imam Yesuit lain yang tinggal di bagian Homs yang dikendalikan oleh pasukan pemerintah Suriah.

“Sekitar 900 meter jarak antara Pastor Frans dan saya, tapi jarak ini tidak bisa menghentikan kami dari berkomunikasi satu sama lain atau saling mendukung,” katanya.

Bersama Pastor Hilal berasal dari Eropa, Pastor Van der Lugt mengisahkan kesaksiannya, yang telah dipublikasikan di situs LSM Katolik Perancis, L’Oeuvre d’Orient. Kesaksiannya menggambarkan situasi dramatis yang dihadapi oleh komunitas Kristen minoritas sekitar 80 orang yang sedang mengalami kemiskinan yang ekstrim akibat perang.

“Kami akan mengalami kekurangan makanan karena pasokan belum datang selama 15 bulan,” kata Yesuit Belanda itu.

“Kami berterima kasih kepada Tuhan atas tepung yang kami menerima (satu kilo per orang setiap minggu). Tapi, kami tahu kami tidak bisa terus hidup dengan keadaan ini dalam waktu lama. Kami merasa sangat prihatin dengan musim dingin. Kami semua mengalami kedinginan, kurangnya air, gas dan minyak. Kami menggunakan kayu bakar. Rumah-rumah kami sebagai tempat berlindung dari kedinginan, kini semua pintu dan jendela rusak. Dan tidak mungkin untuk pergi keluar dari lingkungan kami. Kami benar-benar dikepung”.

Meskipun menghadapi semua kesulitan ini, Pastor Van der Lugt berbicara tentang kehidupan masyarakat: “Pertemuan mingguan kami setiap hari Minggu berlangsung dalam semangat kasih, keterbukaan dan saling mendukung. Kami merasa bersatu sebagai sebuah komunitas dan membantu satu sama lain dalam keadaan yang sulit ini membuat kami menjadi lebih kuat.”

Sumber: Dutch Jesuit in Syria battles war, hunger and fear

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Diskriminasi terhadap LGBT terus menguat di Indonesia
  2. Uskup desak warga Filipina tidak lupa pelajaran darurat militer
  3. Paus Fransiskus nikmati lagu dari Indonesia
  4. Caritas Keuskupan Bandung bantu korban banjir bandang di Kabupaten Garut
  5. Bupati resmikan Gereja Katolik Santo Yosep Kemantan
  6. Universitas Katolik pertama dibuka di Vietnam
  7. Uskup desak umat Katolik bantu keluarga korban perang melawan narkoba
  8. Uskup minta umat Katolik miliki Kitab Suci dan mewartakan
  9. Kelompok Buddha garis keras Myanmar protes komisi tentang Rohingya
  10. Pemuda yang hendak bakar gereja di Bombana ditetapkan sebagai tersangka
  1. Nampaknya penduduk di Kalimantan lebih toleran......
    Said Jenny Marisa on 2016-09-23 09:07:47
  2. Kekejaman semakin banyak terjadi, apa sebabnya? Mengerikan membaca berita sekar...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-16 16:28:43
  3. Untuk mencegah umat di keuskupan mati karenanya, harus dipasang poster yang jela...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-13 13:45:12
  4. Semua aparat pemerintah daerah dan TNI POLRI di negri ini kehilangan tenaga..?...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:14:00
  5. Semua aparat pemerintah daerah,TNI POLRI yang bertugas di negri ini, kehilangan ...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:08:57
  6. Mengapa perempuan dibenci dan diperlakukan dengan kejam... Apakah laki laki itu ...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-12 12:16:03
  7. hebatttt sr Nia saudariku.....
    Said holiq on 2016-09-10 23:47:46
  8. Soal menghukum orang bukan urusan saya, tetapi toh tidak dapat diam saja. Menir...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-09 20:01:47
  9. Profisiat Mgr.... Semoga Tuhan sentiasa menaungi dan melindungi Bapa Uskup dalam...
    Said Permata on 2016-09-04 17:51:22
  10. Bagaimana doa melepaskan kuasa iblis...
    Said pkoing on 2016-09-04 01:06:09
UCAN India Books Online