UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Paus Fransiskus bertemu dewan kardinal untuk reformasi Gereja

03/10/2013

Paus Fransiskus bertemu dewan kardinal untuk reformasi Gereja thumbnail

 

Delapan kardinal yang dipilih oleh Paus Fransiskus untuk menasehatinya tentang reformasi Kuria Romawi dan pemerintahan Gereja Katolik bertemu Paus untuk pertama kalinya.

Pertemuan itu merupakan sebuah langkah yang sudah dinantikan selama enam bulan kepausannya.  Para kardinal  itu terbang ke Roma dari seluruh penjuru dunia untuk memberikan Paus itu dengan ide-ide bagaimana mereformasi Vatikan dan Gereja di seluruh dunia.

Kelompok itu secara resmi dinamakan Dewan Kardinal atau disebut “G8 kepausan” – sebagai langkah “revolusioner” ketika dibentuk pada April menyusul pemilihannya.

Seorang pengamat mengatakan bahwa  gaya kepemimpinnannya ini tampak jelas lebih bersifat kolegal. Ini adalah “langkah paling penting dalam sejarah Gereja selama 10 abad terakhir”.

Namun, juru bicara Vatikan, Pastor Federico Lombardi SJ, pada Senin menegaskan  meskipun para kardinal dipanggil untuk menasehati Paus, tidak ada pertanyaan tentang siapa yang akan memutuskan.

“Dewan menyarankan, dan yang memutuskan adalah Bapa Suci,” katanya.

Delapan kardinal itu berasal dari seluruh dunia, seperti Amerika Serikat, Jerman, Australia, India dan Republik Demokratik Kongo. Semua mereka, kata Pastor Lombardi, memiliki “pengalaman yang luas terkait masalah Gereja”.

Sebuah keputusan pribadi yang dikenal sebagai “chirografo” yang diterbitkan oleh Paus Fransiskus mengatakan tugas resmi mereka adalah untuk menasehatinya tentang “pemerintahan Gereja universal” dan membantunya merevisi Pastor Bonus, konstitusi apostolik tentang Kuria Romawi yang disusun oleh Paus Yohanes Paulus II tahun 1988.

Pastor Lombardi mengatakan “tidak ada keputusan mengejutkan” yang diharapkan dari pertemuan pertama ini, yang akan berlangsung hingga Kamis sore.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Jurnal Yesuit Italia La Civilta Cattolica, Paus Fransiskus mengatakan reformasi akan membutuhkan waktu yang lama.

Selama pertemuan tiga hari itu, para kardinal akan bertemu dengan Paus dan sekretarisnya di perpustakaan pribadi di istana apostolik. Peran Paus terutama mendengarkan apa yang para kardinal itu sampaikan, kata Pastor Lombardi.

Semua anggota dewan itu tinggal bersama Paus Fransiskus di Domus Sanctae Marthae Vatikan.

Selain Kardinal Maradiaga, para kardinal itu: George Kardinal Pell, Uskup Agung Sydney, Sean Kardinal O’Malley, Uskup Agung Boston, Laurent Kardinal Monsengwo Pasinya, Uskup Agung Kinshasa, Kongo, Giuseppe Kardinal Bertollo, gubernur negara Kota Vatikan, Francisco Javier Kardinal Errazuriz Ossa, Uskup Agung Emeritus Santiago, Oswald Kardinal Gracias, Uskup Agung Mumbai, dan Reinhard Kardinal Marx, Uskup Agung Munich dan Freising.

Sumber: Pope Francis to meet cardinals for historic talks on church reforms

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Keluarga Filipina bersukacita menyambut penundaan hukuman mati Mary Jane
  2. Paus Fransiskus menyumbangkan dana untuk korban gempa di Nepal
  3. Laporan mengecam budaya impunitas di India terkait kekerasan agama
  4. Komnas Perempuan apresiasi “pembatalan” eksekusi mati Mary Jane
  5. Krisis migran dan perubahan iklim menjadi fokus perhatian Paus dan Sekjen PBB
  6. Terpidana mati kasus narkoba asal Brasil 'tidak sadar' akan dieksekusi
  7. Uskup Nepal mengisahkan kehancuran luar biasa akibat gempa
  8. Pengagum Kardinal Sin dan tokoh Petisi 50 wafat
  9. Parlemen provinsi Pakistan sahkan RUU yang melarang pekerja anak
  10. Renungan Hari Minggu Paskah V bersama Pastor Bill Grimm
  1. Parlemen provinsi Pakistan sahkan RUU yang melarang pekerja anak
  2. Remaja diselamatkan setelah terperangkap 5 hari dalam reruntuhan akibat gempa di Nepal
  3. Pemenang Oscar: Silence menginspirasi iman Katolik sejak masa kecil saya
  4. Pengagum Kardinal Sin dan tokoh Petisi 50 wafat
  5. Pelayanan Romo Carolus membuat FPI jatuh hati
  6. Seorang kardinal menegaskan Gereja Katolik tidak pernah bekerja untuk konversi
  7. Pengiriman bantuan kemanusian untuk korban gempa di Nepal mengalami hambatan
  8. Karitas galang dana 3 juta Euro untuk korban gempa di Nepal
  9. Otoritas Tiongkok bertindak tegas terkait tes gender janin
  10. Gereja Katolik adakan doa khusus bagi 8 terpidana yang dieksekusi
  1. Selalu ada Kartini di setiap zaman......
    Said Viktor Sagala on 2015-04-28 14:58:00
  2. Ya pak Kalla, tolong Anda bantu Pak Jokowi yang masih muda dalam segala hal deng...
    Said on 2015-04-28 09:58:00
  3. Istilah "kedaulatan hukum" seperti arti Kudus saja.. bukan! Sekarang dengan kep...
    Said on 2015-04-28 09:52:00
  4. Benar, setiap detik adalah baik untuk pengampunan. Terima kasih untuk petisi An...
    Said on 2015-04-28 09:35:00
  5. Beberapa tahun lagi kita akan meninggalkan bumi termasuk Indonesia. Pada waktu ...
    Said on 2015-04-24 08:03:00
  6. Diharap Bapak Menteri menyertakan pemuka agama lain disamping pemuka agama Islam...
    Said on 2015-04-24 07:52:00
  7. Orang berniat kurang baik takut pada simbol Salib Kristen... entah takut kejatuh...
    Said on 2015-04-23 07:55:00
  8. Senyum manis Kartini Susi penuh kasih pada bundanya... Siapa duga pada suatu har...
    Said on 2015-04-23 07:45:00
  9. Saya rasa saat yang tepat memohon grasi untuk Mary Jane dan yang lain adalah wak...
    Said on 2015-04-21 08:23:00
  10. Inilah orang kudus dewasa ini,, mereka mengorbankan diri tanpa takut dan dengan ...
    Said Boni Farneubun on 2015-04-19 06:56:00
UCAN India Books Online