UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Kasus suap ketua MK runtuhkan wibawa hukum

04/10/2013

Kasus suap ketua MK runtuhkan wibawa hukum thumbnail

Aksi Akil Mochtar menampar wartawan salah satu media cetak nasional usai diwawancara di depan kantor KPK, Jakarta, Kamis (3/10).

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (3/10) resmi menetapkan sebagai tersangka dan menahan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar bersama lima orang lainnya dalam kasus suap yang dinilai banyak pihak sebagai hantaman keras bagi upaya penegakan hukum Indonesia.

Ketua KPK Abraham Samad menjelaskan, Akil ditangkap dalam operasi tangkap tangan pada Rabu malam di rumah dinasnya di Jakarta Barat bersama anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Chairun Nisa dan seorang pengusaha berinisial CN. Sesudahnya, KPK juga menangkap calon petahana Bupati Kabupaten Gunung Mas, Propinsi Kalimantan Tengah yaitu HB dan seorang lain berinisial DH.

KPK  juga menangkap adik Gubernur Propinsi Banten Ratu Atut Chosiyah yang juga suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Tubagus Chaery Wardana. Di Lebak, Banten, KPK juga menangkap perempuan berinisial STA. Wardana maupun STA diduga terlibat kasus suap Akil terkait sengketa pilkada Kabupataen Lebak.

Mochtar ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap sengketa pilkada di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan di Kabupaten Lebak, Banten. Saat melakukan operasi tangkap tangan ini, KPK menemukan uang suap senilai  hampir 3 miliar rupiah.

Keperihatian dan kecaman terhadap peristiwa ini mencuat.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan dalam konferensi pers di Jakarta, ia merasakan kemarahan seluruh rakyat Indonesia atas kasus ini.

Peran MK, kata Presiden, sangat kuat karena putusannya final, dan kasus yang diputuskan sangat fundamental,.

Mochtar diangkat pada bulan April lalu sebagai Ketua MK, yang memiliki hak untuk mengambil keputusan terhadap isu-isu yang berkaitan dengan konstitusi, sengketa antar lembaga negara, sengketa dalam pemilihan umum kepala daerah.

“Bayangkan apabila putusannya salah, bayangkan kalau ada penyimpangan atas putusan itu.  Tidak ada penyimpangan pun kalau putusannya salah karena mengikat dan final dampaknya tentu amat besar dalam kehidupan bernegara,” kata SBY.

Ia mengingatkan para penegak hukum untuk adil, tidak main-main dengan politik, apalagi dengan uang untuk sebuah kebenaran dan keadilan.

Presiden mengatakan, ini menjadi pelajaran bagi semua termasuk para hakim di manapun, untuk menghindarkan diri dari kepentingan politik.

Eva Kusuma Sundari, Anggota DPR yang membidangi masalah hukum dan HAM menyebut kasus yang menimpa pucuk tertinggi penjaga konstitusi ini sebagai petaka.

“Ini merupakan bencana bagi kita sebagai negara hukum”, ungkapanya kepada ucanews.com.

Eva mengatakan, wibawah hukum runtuh akibat peristiwa ini.

“Saya yakin hal ini mengikis kepercayaan rakyat terhadap institusi hukum. Publik tak lagi bisa berharap banyak pada kewibawaan hukum. Ternyata semuanya bisa dibeli”, kata Sundari.

Sementara itu, Emerson Yuntho, Koordinator bidang Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) menegaskan, penangkapan Mochtar melengkapi fakta bahwa korupsi Indonesia sudah terjadi di semua lembaga negara baik eksekutif, legislatif,dan yudikatif.

“Lembaga hukum yang diharapkan bebas dari praktek korupsi ternyata hancur juga”, jelasnya.

Ia berharap, hukuman berat diberikan kepada Mochtar. “Hukuman berat diharapkan bisa membuat penegak hukum lain akan jera. Ini juga untuk menunjukkan komitmen negara pada upaya memerangi korupsi”.

Penangkapan Mochtar hanya terjadi kurang dari dua bulan setelah penangkapan pejabat tinggi negara lain, yaitu Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini yang juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada pertengahan Agustus lalu yang terlibat kasus suap dengan perusahan minyak.

Ryan Dagur, Jakarta

Foto: republika.co.id

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Imam misionaris menerima penghargaan kemanusiaan atas perlindungan anak
  2. Penulis Hindu kenang Ibu Teresa sebagai seorang humoris dan ceria
  3. Seribu polisi amankan Misa tahbisan uskup di Stadion Gajayana Malang
  4. Kardinal Tagle: Jangan selektif dalam menyerukan penghormatan terhadap kehidupan
  5. Ribuan umat Katolik menghormati Bunda Maria, berdoa untuk kesehatan
  6. Jumlah orang hilang meningkat di Asia
  7. Pastor minta bantuan presiden menghentikan perusakan hutan
  8. Banyak warga menderita ISPA akibat asap di Kalimantan Barat
  9. Karyawan muda Katolik dari seluruh dunia berkumpul di Seoul
  10. Gereja Tiongkok sedang diracuni oleh campur tangan partai
  1. Hampir 100 tahun dan masih begitu bagus.. Tentu suatu kebanggaan ordo SVD. Waktu...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-30 14:07:21
  2. Amati kelakukan antar remaja saja, anak sekolah menengah yang dapat begitu kejam...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-30 13:55:19
  3. Semoga dibebaskan ya... + 10 salam Maria oleh setiap pembaca berita ini.....
    Said Jenny Marisa on 2016-08-29 09:50:18
  4. Ada baiknya (sudah waktunya..) para pastor dan pegawai gereja belajar karate kah...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-28 19:52:15
  5. Baik juga ada gagasan mengajak masyarakat "bela negara" baru2 ini (entah inisiat...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-25 14:35:10
  6. Jarang kita dengar berita kebaikan dari suatu pemerintah.. ini salah satunya. L...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-22 11:22:02
  7. Orang mau menyumbang organ badan atau mata dsb. pantasnya tidak diminta, tidak d...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-16 14:53:44
  8. Tidak perlu dibaca - kalau dari keuskupan pasti hal hal yang baik......
    Said Jenny Marisa on 2016-08-15 13:23:14
  9. Memang ada orang yang terpanggil untuk "pembersihan" kebobrokan... Pikir2 lagi, ...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-14 19:25:14
  10. Jadi bukan terrorist.. itu lebih gawat....
    Said Jenny Marisa on 2016-08-10 10:41:31
UCAN India Books Online