Kekerasan meningkat akibat lunturnya nilai-nilai nasionalisme

09/10/2013

Kekerasan meningkat akibat lunturnya nilai-nilai nasionalisme thumbnail

Ilustrasi

 

Nilai-nilai nasionalisme yang semakin luntur dan kurangnya penghormatan terhadap  Pancasila, bendera  dan lagu kebangsaan dipersalahkan terkait  peningkatan konflik dan kekerasan di tanah air.

Berbicara pada sebuah forum tentang nasionalisme, yang diadakan di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/10), Wakapolda Jawa Barat Brigjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan bahwa konflik dan kekerasan telah meningkat dari tahun 2008 hingga 2012, dengan rata-rata 421 kasus terjadi setiap bulan, atau 14 kasus setiap hari.

“Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran nilai-nilai kebangsaan di kalangan masyarakat karena mereka sekarang lebih memilih untuk memecahkan masalah dengan menggunakan kekerasan dan kekuatan massa,” katanya.

Mengingat tren ini, Rycko mengatakan penyadaran kembali nilai-nilai Pancasila sangat diperlukan untuk membentuk karakter bangsa.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Budi Susilo Soepandji, memiliki pandangan yang sama, dengan mengatakan bahwa nilai-nilai nasionalisme telah semakin luntur. Tindakan teroris dan gerakan radikal lainnya, menurut dia, telah membuktikan hal itu.

Dia mengatakan bahwa gerakan radikal telah memecah belah bangsa Indonesia. “Mereka memiliki pola pikiran, tindakan dan sikap masing-masing,” katanya.

Ahmad Muchsin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Yogyakarta mengatakan bahwa konflik dan kekerasan di Indonesia tidak hanya horizontal, tapi juga  juga vertikal, misalnya, antara masyarakat dan polisi.

Kepala Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Sunindyo mengatakan bahwa pihaknya telah berusaha untuk menyelesaikan masalah kekerasan terkait lunturnya nilai-nilai nasionalisme kepada masyarakat.

“Kami mengadakan dialog tentang nasionalisme karena kami merasa bahwa Indonesia akhir-akhir ini tidak lagi menghormati negara dan tidak menghormati bendera merah-putih, Indonesia Raya (lagu kebangsaan) dan Pancasila,” katanya.

Sementara itu, di Surakarta, Jawa Tengah, dalam upaya untuk mempromosikan citra  Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ramah dan lembut, pihak TNI mengadakan pameran senjata dan peralatan lainnya di Mal Paragon Solo dari Senin hingga Selasa.

Senjata-senjata dan peralatan yang dipamerkan itu dibawa dari markas Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat (Kopassus),  Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Komando Pasukan Katak Angkatan Laut (KOPASKA) dan Pasukan Angkatan Udara Adi Soemarmo.

Pameran ini menarik para pengunjung mal, yang juga diizinkan untuk menyentuh, menginjak atau mengambil gambar dengan latar belakang persenjataan dan peralatan yang dipamerkan itu.

“Ini benar-benar menakjubkan. Sebelumnya, saya hanya melihat senjata tersebut di televisi. Sekarang saya bisa menyentuh dan juga mengambil gambar,” kata Setiawan, salah satu pengunjung di mal itu.

Kegembiraan yang sama juga diungkapkan oleh 98 murid TK Al Firdaus yang dibawa oleh guru mereka ke mal itu untuk melihat pameran tersebut.

Sumber: The Jakarta Post

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  2. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  3. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  4. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  5. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  6. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  7. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  8. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  9. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  10. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  1. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  2. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  3. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  4. Komite untuk HAM berat segera disahkan
  5. Pertemuan para uskup Asia bahas perubahan iklim
  6. 173 warga Uyghur tiba di Turki setelah dibebaskan dari tahanan Thailand
  7. Kemenag latih pengawas Madya Pendidikan Agama Katolik
  8. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  9. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  10. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online