Pejabat Vatikan puji Korea terkait pertumbuhan Gereja Katolik

09/10/2013

Pejabat Vatikan puji Korea terkait pertumbuhan Gereja Katolik thumbnail

 

Pada pertemuan dengan kaum awam Katolik Korea pada  5 Oktober, Prefek Kongregasi Evangelisasi Vatikan mengungkapkan rasa kagumnya terkait pertumbuhan Gereja Katolik di Korea Selatan yang luar biasa selama lima dekade terakhir dan memperingatkan terhadap tiga ancaman, lapor kantor berita Fides.

Tahun 1949, 1,1 persen dari penduduk Korea adalah Katolik, dan memiliki 81 imam, setelah Konsili Vatikan II, 2,5 persen dari penduduk Korea Selatan adalah Katolik. Saat ini, 10,3 persen dari penduduk negara itu adalah Katolik, dan ada lebih dari 4.600 imam dan 1.500 seminaris.

Di tengah pertumbuhan ini, Fernando Kardinal Filoni, prefek kongregasi itu,  memperingatkan terhadap sekularisme dan materialisme.

“Jika kesetiaan kepada pesan Kristus dan kesaksian hidup kita berkurang tentang pewartaan dan kesaksian Gereja yang baik, baik secara pribadi atau pada tingkat komunal,  maka pelayanan kepada Allah dan umat manusia akan bermasalah,” katanya selama  pertemuan pada 5 Oktober di Seoul.

“Godaan terhadap kehidupan iman yang nyaman akibat ketidakpuasan terhadap hasil yang dicapai, dan akibatnya mengalami kekurangan atau kehilangan visi bahkan komitmen perutusan dan pastoral.”

“Lebih berbahaya lagi, di negara dengan teknologi tinggi, yang disertai dengan kecenderungan birokratisasi dan hiper-efisiensi, menurut gaya birokratis-administratif,  yang seolah-olah Gereja adalah sebuah perusahaan nirlaba atau LSM, seperti yang diungkapkan Paus Fransiskus berkali-kali.”

Sumber: Vatican prefect praises Korea’s surge in Catholic numbers

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online