UCAN Indonesia Catholic Church News
Happy Easter to all

Pancasila hendaknya dijadikan habitus bangsa

11/10/2013

Pancasila hendaknya dijadikan habitus bangsa thumbnail

Ilustrasi

 

Pancasila hendaknya dijadikan habitus bangsa untuk mengatasi kekerasan, intoleransi, dan radikalisme, demikian ungkap Romo Antonius Benny Susetyo, sekretaris eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI), yang menjadi salah satu nara sumber dalam sebuah pertemuan dialog kerukunan umat beragama.

Fakta bahwa intoleransi masih terjadi.  Lingkaran balas dendam yang dimulai dari paham-paham yang memaksakan kehendak dengan menggunakan kekerasan dibiarkan terus berkembang tanpa ada upaya untuk menegakkan hukum, yang menciptakan keretakan hidup berbangsa dan bernegara, kata Romo Benny.

SETARA Institute mencatat tahun 2012 terjadi sekitar 315 kasus intoleransi termasuk intimidasi, pelarangan aktivitas keagamaan dan penolakan mendirikan tempat ibadah.

Ia mengatakan bahwa tugas pemerintah untuk merawat roh Bhineka Tunggal Ika supaya menjadi sebuah habitus (gugus insting yang mempengaruhi cara berpikir dan bertindak) masyarakat, ironisnya masih  lemah, bahkan tidak ada kemauan untuk menengakkan hukum.

“Intoleransi terjadi akibat ketidakmauan pemerintah menegakkan hukum yang tidak pandang bulu serta diskriminatif,” kata Romo Benny pada acara yang bertajuk “Menggali nilai-nilai Pancasila, menegakkan keadilan, memperkokoh kesatuan, dan persatuan bangsa”, yang diadakan di  Bali, 5-8 Oktober 2013.

Acara itu digelar  oleh Komisi HAK KWI, yang dihadiri 33 peserta dari sejumlah keuskupan agung dan keuskupan di tanah air.

Menurutnya,  pembaruan makna atau penafsiran Pancasila harus dihidupkan. Multikultural harus menjadi sebuah kebijakan berbangsa dan bernegara yang mendorong dialog untuk mencari titik temu.

Terkait peran Komunitas Basis Gereja (KBG), lanjut Romo Benny, KBG yang diharapkan Gereja menjadi ujung tombak untuk mengadakan dialog di tingkat akar rumput,  berhenti pada komunitas basis ritual akibatnya gerakan mandeg.

Ia mengatakan, Gereja harus mengubah gaya pastoralnya. “Kita harus merebut ruang…membangun networking dengan komunitas kaum muda, dialog lintas agama dan Pancasila lebih ke praksis yang membumi.”

Dialog antaragama hendaknya diarahkan pada tataran aksi yakni terkait  masalah-masalah kehidupan kemanusiaan, dan keadilan. Nilai-nilai Pancasila hendaknya menjadi aktualisasi ajaran Gereja, tambahnya.

Pancasila dan Gaudium et Spes (GS)

Pastor B.S. Mardiatmadja SJ mengatakan Pancasila itu cara mengungkapkan GS (Kegembiraan dan Harapan), salah satu dokumen Konsili Vatikan II.

“Bagi saya, Pancasila adalah suatu cara mengungkapkan GS dalam lingkungan Indonesia,” kata Romo Mardi.

Menurutnya, kalau 37 keuskupan di Indonesia semua memperjuangkan Pancasila dengan serius termasuk melalui orang muda, “saya rasa Pancasila bisa kita bangkitkan sebagai milik bersama kita.”

“Kita tetap mengajarkan yang katanya disebut pelajaran agama Katolik tetapi isinya adalah intisari GS. Karena dalam GS banyak prinsip Pancasila yang muncul,” tambah Romo Mardi, yang juga dosen STF Driyarkara Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 6,7 juta pria Indonesia doyan seks sembarangan
  2. Pria Kristen dibunuh karena tolak masuk Islam
  3. Para demonstran menentang 'RUU Kasino'
  4. Pesan 'Urbi et Orbi' Paus Fransiskus pada Hari Raya Paskah 2014
  5. “Keselamatan akan segera datang kepada saya," tulis Asia Bibi dari balik jeruji besi
  6. Tim delapan kardinal mulai membahas lagi reformasi
  7. Ribuan umat Islam hadiri deklarasi anti-Syiah di Bandung
  8. Presiden ucapkan selamat Paskah
  9. Umat Katolik Papua Nugini menghormati misionaris pertama
  10. Penerapan Hukum Syariah di Brunei mengancam orang Kristen
  1. Para demonstran menentang ‘RUU Kasino’
  2. Paskah bersama: Selama kerjanya benar, saya tak peduli dengan agamanya, kata Ahok
  3. Jumlah umat Katolik meningkat di Korea Selatan
  4. Pemerintah menjadi salah satu faktor pemicu konflik
  5. 6,7 juta pria Indonesia doyan seks sembarangan
  6. Kemajuan sosial di Indonesia kala perempuan menerima penghargaan
  7. Pria Kristen dibunuh karena tolak masuk Islam
  8. Penerapan Hukum Syariah di Brunei mengancam orang Kristen
  9. Uskup pimpin Misa Paskah bersama penderita kusta
  10. Pertanyaan muncul terkait kanonisasi yang cepat terhadap dua Paus
  1. hmmm..semoga saja isa di tata dengan baik oleh pengurus dengan di bantu pemerint...
    Said kornelius,.. on 2014-04-19 09:49:00
  2. Setuju Romo....rakyat butuh media untuk bisa benar-benar mengenal calon presiden...
    Said Fransisca Ninin Nilamsari on 2014-04-17 19:59:00
  3. Ternyata anak2 ke sekolah tetap harus dijaga orang tua atau utusannya. Sekolah,...
    Said on 2014-04-17 08:02:00
  4. Niat baik dan bersahabat patut disambut baik dan dihargai. Mengapa tidak disebu...
    Said on 2014-04-17 07:45:00
  5. Setuju Romo, kita membutuhkan Pemimpin yang sungguh-sungguh memiliki komitmen un...
    Said Wahyu Handoko Yulianto on 2014-04-17 06:50:00
  6. Terima kasih Mgr. Koo. Kisah hidup yang menjadi inspirasi bagi kami utk memperta...
    Said corry on 2014-04-10 12:42:00
  7. Ria: sy jg geram dengan tindakan mantan pastor ini, yg akhirnya membuat nama Ger...
    Said corry on 2014-04-10 12:27:00
  8. Dimana2 orang Kristen dianiaya, dikambinghitamkan dgn alasan ini itu yg tdk terb...
    Said Corry on 2014-04-10 11:48:00
  9. Aneh negeri ini jg presiden odong2. Ini bukan negara muslim, shg seenaknya mener...
    Said Corry on 2014-04-10 11:41:00
  10. Metode blusukan memang telah dilakukan oleh Yesus dan juga para nabi, sehingga p...
    Said Hadrianus Wardjito on 2014-04-07 20:47:00
UCAN India Books Online