UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Kisah biarawati Katolik latih Taekwondo untuk anak-anak penderita kanker

14/10/2013

Kisah biarawati Katolik latih Taekwondo untuk anak-anak penderita kanker thumbnail

 

Suster Linda Lim sudah lama meninggalkan bela diri taekwondo, saat ia memutuskan untuk menjadi seorang biarawati. Namun, bertahun-tahun kemudian, ia kembali mengenakan sabuk hitamnya di sebuah rumah sakit di Singapura untuk melatih anak-anak yang pulih dari kanker.

Dulu, saat masih muda, Suster Linda bercita-cita jadi tentara. Tapi, tubuhnya terlalu mungil. “Lalu, aku ingin jadi polwan, untuk melindungi masyarakat,” kata dia seperti dimuat BBC. Lagi-lagi tinggi badannya tak sesuai.

Hingga akhirnya, Suster Linda menemukan taekwondo pada 1971. “Aku pikir, kalau punya sabuk hitam aku bisa jadi bodyguard dan melindungi orang lain,” ujar dia. Cita-citanya kesampaian.

Meski demikian, ia tak pernah menggunakan keahliannya itu. Suster Linda juga pernah mengecewakan orangtuanya saat memutuskan bergabung dengan misionaris.

“Sebagai putri satu-satunya, ibuku sangat kecewa saat aku memutuskan menyerahkan hidupku untuk Tuhan dan menjadi misionaris,” kata dia. Suster Linda menambahkan, orangtuanya ingin mendapatkan cucu darinya.

Orangtuanya makin kecewa saat ia meninggalkan Singapura. “Aku menghabiskan waktu 17 tahun di Inggris, 3 tahun di Afrika –saat aku menjalankan rumah sakit di Zimbabwe,” kata Suster Linda.

Pada 2004, Suster Linda pun pulang ke tanah airnya. Ibunya menderita alzeimer, ia ingin merawat orang yang melahirkannya.

Ia memutuskan bergabung dalam program kerjasama yang digalang Singapore Taekwondo Federation dan RS Mount Alvernia — memberikan manfaat olahraga pada anak-anak penderita kanker.

“Taekwondo adalah hal yang kutinggalkan demi menjadi biarawati. Ini seperti sebuah reuni.”

Saat ini, Suster Linda menjalankan kelas mingguan yang melatih 20 orang, mereka penderita tumor otak atau leukemia. Kebanyakan anak-anak. Ada juga 3 murid yang berusia 20-an tahun.

Salah satu murid tertua Suster Linda adalah Ng Wei Hau, yang didiagnosa menderita tumor otak pada usia 12 tahun. Saat itu dokter menvonis, usianya tinggal 6 bulan.

“Saat kali pertama bertemu dengannya ia duduk di kursi roda. Saat berusia 21 tahun ia bisa berjalan di frame latihan, saat berusia 23 tahun ia jalan memakai tongkat, dan kini ia bisa melangkahkan kaki tanpa bantuan orang lain,” kata Suster Linda, seperti dilansir liputan6.com.

Dan meski mengalami kebutaan dan tuli parsial, Wei Hau berhasil meraih sabuk hitam tahun lalu, di bawah bimbingan Suster Linda.

“Anak-anak ini melakukan yang terbaik, meski mereka dalam kondisi sakit,” kata Suster Linda. Hidup di bawah bayang-bayang kematian, mereka ingin menikmati dan memanfaatkan waktu mereka semaksimal mungkin.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Keluarga Katolik Thailand berkumpul untuk persiapan sinode keluarga di Roma
  2. Paus menghubungi keluarga wartawan AS yang dipenggal ISIS
  3. Datangi Jokowi, aktivis HAM sodorkan dokumen pelanggaran HAM di Indonesia
  4. Menkes: Sebagai Katolik, saya tidak akan aborsi dalam kondisi apapun
  5. Paus desak kaum muda Katolik Asia menjaga iman dan identitas nasional mereka
  6. Paus Fransiskus beatifikasi 124 martir Korea
  7. Sentuhan kasih 'menyembuhkan’ Paus kepada anak cacat hilangkan citra aib
  8. Tahun ini, BNN rehabilitasi 18 ribu pengguna narkoba
  9. Paus Fransiskus berharap segera mengunjungi Cina
  10. Apakah Cina kehilangan pesan niat baik Paus Fransiskus?
  1. Paus menghubungi keluarga wartawan AS yang dipenggal ISIS
  2. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  3. Sistem Noken dan Demokrasi
  4. Keluarga Katolik Thailand berkumpul untuk persiapan sinode keluarga di Roma
  5. Presiden SBY: ISIS ‘memalukan’ umat Muslim
  6. Datangi Jokowi, aktivis HAM sodorkan dokumen pelanggaran HAM di Indonesia
  7. Tahun ini, BNN rehabilitasi 18 ribu pengguna narkoba
  8. Cina ingatkan Vatikan tidak mengganggu terkait agama
  9. Demi cinta, pasangan beda agama harus bersembunyi dari ancaman pembunuhan
  10. Mantan budak seks tentara Jepang dapat peneguhan setelah pertemuan pribadi dengan Paus
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online