Tempat ibadah 5 agama akan dibangun di lokasi bom Bali

14/10/2013

Tempat ibadah 5 agama akan dibangun di lokasi bom Bali thumbnail

Sebuah monumen dibangun di lokasi ledakan bom 12 Oktober 2002.

 

Kafe Sari Club sebagai bekas lokasi peristiwa Bom Bali I di Jalan Legian, Kuta, disulap menjadi Taman Perdamaian untuk mengenang tragedi kemanusiaan yang menewaskan 202 orang pada 12 Oktober 2002.

“Dengan adanya taman ini kami harap dapat mengenang kejadian tersebut. Bagi orang asing hal ini sangat penting, apalagi ada saudara yang menjadi korban,” kata Djinaldi Gosana, selaku humas Taman Perdamaian Bali di Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (12/10/2013).

Di taman itu akan dibangun rumah ibadah umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha. “Dengan konsep itu kami ingin menunjukkan perubahan karena awal bencana itu bertujuan untuk memecah belah persatuan. Kami bisa menciptakan sesuatu untuk semua umat beragama di Indonesia,” ujarnya.

Made Wijaya, selaku perancang taman tersebut mengaku mendapat inspirasi dari grup seni di Australia. “Mereka menggunakan bambu yang ditanam di tanah yang berjumlah puluhan sehingga dapat menghasilkan suara seperti sunari,” katanya.

Pria asal Australia yang lama menetap di Bali itu menambahkan bahwa nantinya ada hal serupa yang akan menjadi pusat dari taman itu, namun terbuat dari logam sehingga dapat bertahan lama.

Selain itu, di belakang sunari logam tersebut akan dibangun tembok yang di atasnya terdapat rumput dan tanaman hias.

“Di situ akan diukir nama-nama para korban bom Bali I. Di situ disediakan tempat untuk meletakkan karangan bunga,” kata Made Wijaya

Dia mengharapkan, para pengunjung dapat merasakan kedamaian dari tempat itu.

Foto: shnews.com




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pemimpin lintas agama mendoakan para pahlawan di rumah Aung San Suu Kyi
  2. Sr. Sesilia Ketut SSpS menjadi harapan warga yang mengungsi dari Timor-Leste
  3. Siswi Sekolah Katolik demo menentang pembunuhan karena narkoba
  4. RUU ‘Pelindungan Umat Beragama’ membahayakan kalangan minoritas
  5. Renungan Minggu XVI Tahun A – 23 Juli 2017
  6. Orang Kristen di Bangladesh diminta lebih terlibat dalam politik
  7. Menyita paspor terpidana pedofilia adalah langkah tepat 
  8. Umat Katolik Hong Kong mengenang Liu Xiaobo dalam Misa Requiem
  9. Koleksi buku Katolik milik Soekarno tersimpan rapi di Bengkulu
  10. Keluarga Katolik Pakistan melarikan diri setelah tuduhan penistaan
  1. imbauan KPK kpd GK spy mengaudit keuangan gereja lebih diharapkan agar menjadi c...
    Said Patricius HBK on 2017-07-21 13:49:20
  2. Dalam artikel diatas sama sekali tidak disebut diiaudit oleh KPK tapi ditekankan...
    Said anton widjaja on 2017-07-21 13:17:16
  3. Saya kurang setuju bila KPK mengaudit, karena bukan badan atau kantor di pemerin...
    Said Jumtu Bagus on 2017-07-21 11:10:19
  4. KPK,gak boleh asa bergerak kesemua arah,fokus kepada keuangan negara,karena keua...
    Said ROSSY on 2017-07-21 10:28:53
  5. bukan diaudit oleh KPK tetapi diaudit oleh tim yg dibentuk oleh gereja sendiri /...
    Said Yanto Lamawato on 2017-07-21 10:01:03
  6. Absolute power corrupts absolutely Ingat. Runtuhnya kekuasaan gereja Katolik ...
    Said anton widjaja on 2017-07-21 07:26:18
  7. Jadi semakin yakin ada yang tidak beres dg keuangan paroki Kristoforus....
    Said anton widjaja on 2017-07-21 07:23:17
  8. Tidak bermaksud menghalang-halangi niat/usulan KPK dalam rangka pelaksanaan audi...
    Said Alex on 2017-07-21 06:53:41
  9. Audit keuangan GEREJA itu penting utk transparansi yg akan membuat Jemaat/Umatme...
    Said Alexander Katuuk on 2017-07-20 20:59:10
  10. Audit keuangan di tubuh gereja penting utk menunjukkan tanggung jawab para penge...
    Said Don Suban Garak on 2017-07-20 19:12:24
UCAN India Books Online