UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Orang Kristen ditangkap terkait kasus penghujatan

16/10/2013

Orang Kristen ditangkap terkait kasus penghujatan thumbnail

 

Seorang Kristen, tersangka kedua telah ditangkap dan dituduh menghina Islam di Lahore ketika seorang tersangka ketiga ditahan, kata polisi, dalam kasus terakhir di bawah undang-undang (UU) Penghujatan kontroversial di Pakistan.

Irfan Masih, seorang pekerja di toko kaca Kristen di ibukota Punjabi, ditangkap pada Minggu, lima hari setelah pemilik toko Mushtaq Masih ditahan, kata Mian Azeem, seorang polisi, Selasa.

“Adnan (Masih), tersangka utama, masih buron,” tambahan.

Saudara Adnan dan Irfan bersama dengan pemilik toko Mushtaq adalah warga Pakistan. Mereka  menghadapi tuduhan melanggar tiga pasal UU Penghujatan dan bisa menghadapi hukuman mati, kata Adnan Gill, koordinator Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Pakistan.

Menyusul tuduhan bahwa mereka menulis kata-kata hinaan tentang Islam dan Nabi Muhammad dalam buku yang ditulis oleh seorang ulama Muslim, mereka akan menghadapi tuntutan di bawah hukum pidana yang melarang untuk menghina keyakinan agama, mencemarkan Alquran dan memfitnah nabi.

“Ini tidak adil untuk mengajukan kasus ini di bawah ayat 295B, yang dituduh mencemarkan Alquran,” kata Adnan, seraya menjelaskan bahwa orang-orang itu dituduh menulis sebuah teks agama dan tidak menghina Alquran.

Pelapor adalah anggota Jamaat-ud-Dawa (JUD), sebuah organisasi amal yang oleh Dewan Keamanan PBB tahun 2008 menyatakan teroris bagi organisasi Lashkar-e-Taiba (LET). JUD membantah memiliki jaringan teroris.

Kasus penghujatan itu adalah terbaru dalam serangkaian tuduhan di Pakistan yang telah memicu kontroversi di Barat dan di kalangan orang Kristen.

Awal bulan ini, polisi menangkap dan memenjarakan pemuda Kristen Asif Pervaiz atas tuduhan ia mengirim pesan teks ke seorang Muslim yang berisi menghujat.

Rimsha Masih, seorang gadis Kristen berusia 14 tahun, ditahan di sebuah penjara keamanan selama berminggu-minggu pada Agustus tahun lalu sebelum dia dibebaskan akibat penghinaan Alquran pada November.

Sementara itu, Asia Bibi, seorang ibu Kristen dari empat anak, telah dijeblos ke penjara selama empat tahun setelah dia dinyatakan bersalah meminum air dari cangkir yang diperuntukkan bagi perempuan Muslim.

Lebih dari 1.000 kasus penghujatan telah diajukan di Pakistan sejak 1988, demikian Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan.

Sumber: Second man arrested in landmark blasphemy case

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Waspadalah terhadap terorisme 'bersarung tangan putih', kata Paus kepada biarawati dari Tanah Suci
  2. Kanonisasi dua biarawati asal Palestina mendorong perdamaian
  3. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  4. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  5. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  6. Umat Katolik Toraja se-Jabodetabek merayakan Paskah
  7. Klerus AS desak sinode mendatang keluarkan pernyataan yang jelas dan tegas terkait ajaran Gereja
  8. Uskup Agung Samarinda ajak umat Katolik untuk terus memberikan kontribusi
  9. Perdebatan transgender di Korea Selatan mendorong para aktivis LGBT menentang Kristen
  10. Ditolak sejumlah negara Asia Tenggara, pengungsi Rohingya disambut hangat di Aceh
  1. Renungan Hari Raya Pentakosta bersama Pastor Bill Grimm
  2. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  3. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  4. Perspektif Katolik tentang perubahan iklim dan pertumbuhan ekonomi
  5. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  6. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  7. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  8. Kisah budidaya rumput laut dari Papua
  9. Indonesia dan Malaysia sepakat bantu imigran Rohingya
  10. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online