UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Peringati Hari Pangan, Gereja gelar “rebutan gunungan hasil bumi”

16/10/2013

Peringati Hari Pangan, Gereja gelar “rebutan gunungan hasil bumi” thumbnail

 

Memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) setiap Oktober, Paroki St. Theresia, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang menggelar kegiatan “rebutan” gunungan hasil bumi. Tahun ini, kegiatan digelar pada Minggu (13/10/2013).

Gereja Katolik ikut memperingati HPS setiap 16 Oktober (hari ini) sebagai wujud keterlibatan Gereja di tengah kecemasan dan keprihatinan dunia ini.

Ratusan umat paroki yang terdiri anak-anak, remaja hingga orang tua begitu antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka pun berebut sebuah gunungan yang berisi buah-buahan, sayur mayur dan umbi-umbian itu.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan HPS diawali dengan perayaan Ekaristi yang dibuat dengan suasana berbeda oleh pengurus Gereja. Selain diiringi alunan musik tradisional gendhing Jawa, altar gereja pun dihiasi dengan buah-buahan dan hasil bumi seperti pisang, kelapa, singkong, tomat, jagung, dan sayuran lainnya.

“Hasil bumi, buah-buahan dan sayur mayur ini hasil dari swadaya warga sekitar,” ujar Koordinator HPS Paroki Salam, Ignatius Widodo, di sela kegiatan, seperti dilansir kompas.com.

Ia mengatakan, kegiatan HPS memang rutin digelar setiap tahun dengan tujuan mengkampayekan gaya hidup sehat dengan buah dan sayur.

Selain rebutan gunungan ada juga bazar makanan serba organik. Lebih dari itu, kata Widodo, peringatan HPS juga dimaksudkan untuk mengkampanyekan kedaulatan pangan. Kegiatan ini mengenalkan keanekaragaman bahan pangan, untuk melatih warga agar tidak tergantung pada beras sebagai bahan pangan pokok.

“Karena kita masih meemiliki umbi-umbian untuk pengganti beras,” jelas Widodo.

Untuk upaya itu, lanjut Widodo, setiap Jumat selama Oktober dilaksanakan juga tradisi “Jemuah Tanpa Upa”  (Jumat tanpa nasi). Pada tradisi itu, umat tidak makan nasi selama satu hari dan mengganti menu makan utamanya dengan umbi-umbian, sayuran, dan buah.

Jemuah Tanpa Upa itu, sudah digagas sejak dua tahun silam, dan masih dilakukan oleh warga dan umat Paroki. Sementara beras yang tidak dimakan lantas dikumpulkan dan disumbangkan ke panti asuhan,” papar Widodo.

Widodo juga menyampaikan bahwa umat pun punya kegiatan peduli lingkungan dengan penghijauan di lereng Gunung Merapi. Penghijauan dilakukan dengan menanam beberapa tanaman seperti jambu merah, sirsak, sawo di Dusun Jamburejo, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung.

“Kami mengajak umat untuk hidup sehat dengan mengkonsumsi hasil bumi yang tanpa zat kimia tambahan serta senantiasa mencintai lingkungan,” imbuh Pastor Paroki St. Theresia Salam, Romo L. Issri Purnomo.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Taiwan dikunjungi uskup tak diakui Vatikan, muncul spekulasi hubungan Sino-Vatikan
  2. Tak terekam, perempuan Poso redamkan konflik Islam-Kristen
  3. Ketika perkebunan teh diperluas, warga suku khawatir akan masa depan mereka
  4. Pertemuan tokoh Buddha-Islam hasilkan "Pernyataan Yogyakarta"
  5. Pendidikan anak wilayah pesisir memprihatinkan
  6. Pastor membawa altar ke sawah dan kandang
  7. Di hadapan aktivis lintas iman, mantan pentolan FPI paparkan kisahnya
  8. Serangan anti-Kristen terus terjadi di India meskipun jaminan perdana menteri
  9. Kitab Suci dijadikan jantung kehidupan Gereja Cina
  10. Indonesia darurat kekerasan seksual terhadap perempuan
  1. Masyarakat beda pendapat soal hukuman mati
  2. 450 tewas di Xinjiang tahun lalu, mayoritas warga Muslim Uighur
  3. Krisis kemanusiaan, ribuan orang mengungsi akibat konflik di Mindanao
  4. Ketua DPR dituntut minta maaf karena sebut Gereja hambat investor ke NTT
  5. Pertemuan tokoh Buddha-Islam hasilkan “Pernyataan Yogyakarta”
  6. Lima orang terima penghargaan perempuan Indonesia 2015
  7. Kardinal Tagle: Asia adalah tantangan unik untuk menyebarkan iman Katolik
  8. Para uskup Filipina serukan reformasi hukum pertanahan
  9. Pendeta Kanada hilang di Korea Utara
  10. Ketika perkebunan teh diperluas, warga suku khawatir akan masa depan mereka
  1. Tokoh tokoh yang netral, mendamaikan, mendinginkan suasana, kita butuhkan... sek...
    Said on 2015-02-27 11:43:00
  2. Ya memang tidak mudah mempunyai jabatan dimana harus memimpin banyak golongan di...
    Said on 2015-02-27 11:27:00
  3. semangat pelayanan yang luar biasa, Tuhan memberkati karya Romo...
    Said maria warwanto on 2015-02-26 05:34:00
  4. Seorang Misioner sejati yang sangat langka pada zaman sekarang. Hidup Romo Caro...
    Said Sary on 2015-02-25 07:35:00
  5. Kalau boleh usul, sebaiknya praktek yang dilakukan di Aceh tetap di Aceh, jangan...
    Said on 2015-02-24 10:46:00
  6. Saya beranggapan ada side effect dari adanya hukuman mati (bukan efek jera). Di...
    Said on 2015-02-24 10:43:00
  7. Hari Valentine sesungguhnya adalah perayaan atau lebih tepatnya kenangan akan ke...
    Said jane on 2015-02-18 06:25:00
  8. Yang haram bukan hari nya valetine nya tapi manusia nya. Kalau cuma mikir nya ng...
    Said Guess on 2015-02-16 11:21:00
  9. Tentu semua negara harus berupaya yang semestinya; sebetulnya tiap pemerintah ya...
    Said on 2015-02-11 07:05:00
  10. Saya percaya ensiklik akan diterbitkan oleh Paus Fransiskus karena situasi yang...
    Said sr.yustina on 2015-02-08 08:42:00
UCAN India Books Online