UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Akibat kekerasan SSPX batalkan Misa pemakaman untuk penjahat perang Nazi

17/10/2013

Akibat kekerasan SSPX batalkan Misa pemakaman untuk penjahat perang Nazi thumbnail

 

Serikat Santo Pius X (SSPX) menawarkan Misa pemakaman bagi Erich Priebke, seorang pria yang dihukum terkait  penjahat perang  Nazi setelah Keuskupan Roma mengatakan pelayanan itu diizinkan hanya di rumah pribadi, tetapi para pemrotes melakukan aksi kekerasan di luar kapel yang memaksa Misa tersebut dibatalkan.

Sekitar 500 pengunjuk rasa berkumpul pada  Selasa di luar markas besar distrik SSPX di Albano, selatan Roma, ketika mobil jenazah membawa jenazah Priebke tiba di kapel itu. Mereka berteriak “pembunuh” dan memukul mobil jenazah.

Kekerasan pecah setelah kedatangan sekelompok kecil orang yang disebut sebagai neo-Nazi. Polisi anti huru-hara turun tangan dan dua orang dibawa ke tahanan, tetapi para pengunjuk rasa tetap melakukan aksi mereka.

Menurut pengacara Priebke, adalah mustahil bagi teman dan kerabat dari mantan perwira SS Nazi itu datang ke kapel itu.

Paolo Giachini, kuasa hukum Priebke, mengatakan kepada wartawan di luar markas SSPX bahwa Misa pemakaman tidak diadakan, tetapi bahwa ia telah memenuhi kewajibannya untuk mengatur pemakaman.

“Sekarang terserah kepada pemerintah untuk memutuskan apa yang harus dilakukan dengan jenazah itu,” karena ia tidak dapat menemukan sebuah kota di mana Priebke bisa dimakamkan.

Priebke meninggal pada 11 Oktober dalam  usia 100 tahun. Ia adalah seorang mantan kapten di pasukan elit Nazi yang dikenal sebagai SS. Ia dihukum karena melakukan pembantaian 335 warga sipil Italia di Gua Ardeatine di luar Roma tahun 1944. Ketika wafat, ia sedang menjalani hukuman tahanan rumah.

Pasalnya, baik negara asalnya, Jerman, maupun negara keduanya, Argentina, sama-sama menolak untuk memberikan izin bagi pemakamannya.

Keuskupan Agung Roma membuat pernyataan resmi pada Senin, mengatakan Agostino Kardinal Vallini telah melarang semua gereja untuk menggelar upacara pemakamannya.

Secara terpisah, kepala polisi Roma dan pemerintah kota juga melarang “segala bentuk pengkhidmatan atau perayaan publik untuk Priebke”.  Walikota Roma, Ignazio Marino, mengatakan tak akan mengizinkan wilayahnya untuk lokasi pemakaman Priebke.

Berita terkait: Violent scenes halt SSPX funeral for Nazi war criminal

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Para wartawan Katolik hadapi resiko besar mengungkap penganiayaan
  2. Empat orang Asia masuk Komisi Teologi Internasional
  3. Kardinal Hong Kong serukan perdamaian di tengah aksi protes
  4. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  5. KKPK kumpulkan laporan peristiwa HAM selama 40 tahun
  6. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  7. Ancaman ISIS membuat para uskup Filipina gugup
  8. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  9. Paus Emeritus Benediktus XVI disebut kakek dari semua kakek
  10. Surat Gembala Hari Pangan Sedunia 2014
  1. Kardinal Hong Kong serukan perdamaian di tengah aksi protes
  2. Pesparawi XIII: Seni robohkan tembok pemisah umat beragama
  3. KKPK kumpulkan laporan peristiwa HAM selama 40 tahun
  4. Perempuan memiliki banyak karisma pribadi untuk dipersembahkan bagi Gereja
  5. Para wartawan Katolik hadapi resiko besar mengungkap penganiayaan
  6. PBNU khawatirkan gerakan pelunturan Pancasila
  7. Tim pelayanan penjara Yesuit mengunjungi keluarga para napi Laos di Thailand
  8. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  9. Universitas Yesuit di Asia-Pasifik bahas peran mereka dalam bidang keadilan sosial
  10. PID: Wadah pemuda lintas agama menyatukan perbedaan
  1. Hendaknya banyak paroki di wilayah keuskupan-keuskupan meniru hal yang baik yang...
    Said pandenaker simanjuntak on 2014-09-23 09:39:00
  2. Tujuan Paus mungkin yang terpenting adalah bahwa orang tidak dijauhkan dari Sakr...
    Said on 2014-09-21 06:16:00
  3. Puji Tuhan, kalau ada titik terang dari Pak Mengeri Agama yang baru.. Terkabull...
    Said on 2014-09-19 11:42:00
  4. Mantap... hidup santo paulus... Dari muka semua guru, yg kukenal banget itu pak...
    Said Ria on 2014-09-17 22:11:00
  5. KWI sudah mengeluarkan pernyataan resmi menolak PP tersebut. Berarti Ibu Menteri...
    Said chris on 2014-09-13 19:50:00
  6. Bravo... sudah didaftar untuk hak paten? Mau dengar lebih lanjut kalau sudah ad...
    Said on 2014-09-12 07:20:00
  7. Hukuman pilihan...atau nilai emasnya itu... baru tahu ini.. Kalau diberi kesemp...
    Said on 2014-09-12 07:03:00
  8. K-13: guru yang sudah mendapat pelatihan pun msh tetap bingung. Sekarang buku pe...
    Said Lakestra on 2014-09-08 13:49:00
  9. apapun argumennya, masalah patung itu suda beda sejak dulu, tidak heran.......
    Said tri siwi ibar santoso on 2014-09-08 13:13:00
  10. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
UCAN India Books Online