UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Keluarga seorang napi diancam karena melapor penyiksaan di penjara

17/10/2013

Keluarga seorang napi diancam karena melapor penyiksaan di penjara thumbnail

 

Keluarga dari Riko Yeyandra, 28, seorang napi di Sumatera Barat (Sumbar) mengaku mendapat tekanan setelah mereka menuntut agar dua sipir penjara yang menyiksa Riko diproses secara hukum, demikian laporan Lembaga HAM Asia (Asian Human Rights Commission, AHRC).

Menurut AHRC dalam rilisnya, Selasa (14/10), Riko, yang dipenjara karena kasus narkoba berulang kali ditendang, dipukul di bagian kepala dan hampir disetrum kabel listrik oleh dua sipir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Solok, Sumbar.

Penyiksaan itu dilakukan pada September lalu saat Riko dikunjungi pacarnya. Ketika mereka sedang duduk-duduk, dua sipir itu tiba-tiba memanggil Riko ke sebuah ruangan, dimana mereka kemudian menyiksanya, klaim AHRC.

AHRC tidak mengatakan apa yang menyebabkan penyiksaan itu, tetapi ketika Riko meminta sipir menjelaskan alasan ia disiksa, mereka menjawab: “Jika kamu tidak senang, laporkan kami ke kepala Lapas”

Setelah dipukul, Riko kembali bertemu pacarnya di mana pacarnya itu mengambil foto terhadap luka-lukanya dengan HP dan mem-posting di Facebook.

Beberapa hari kemudian, keluarga Riko, dibantu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang melapor hal ini kepada polisi.

Sejak itu keluarga Riko terus mendapat telepon dan SMS dari narapidana lain , mendesak mereka untuk mencabut laporan dan menghapus foto dari Facebook.

Para tahanan mengatakan mereka dipaksa sipir untuk menghubungi keluarga, karena kalau tidak, mereka bisa juga disiksa.

Menurut AHRC, desakan mencabut laporan ini, juga datang dari petugas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) setempat.

Namun, keluarga tetap menolak untuk mencabut laporan.

“Riko memang terpidana kasus narkoba. Kami tidak akan protes jika ia dipukul karena terlibat lagi kasus narkoba. Ini kan tidak. Ia sudah masuk dalam tahap pembinaan di Lapas, tapi kok malah dipukul”, kata Rudi Firmansyah, sepupu korban, kepada ucanews.com, Rabu (16/10).

“Kami menolak mencabut laporan ke polisi. Mengapa? Ini bukan hanya soal Riko. Ini menyangkut nasib semua tahanan di Lapas seluruh Indonesia. Kalau kasus seperti ini didiamkan, maka  petugas Lapas bisa seenaknya akan menyiksa para napi”, jelasnya.

Wakil Direktur LBH Padang Era Purnama Sari mengatakan kepada ucanews.com,  telepon dan sms dari narapidana lain kepada pihak keluarga mungkin didorong oleh para petugas yang tidak mau kebobrokannya dibongkar. Ia menyampaikan hal ini, karena kata Era, mereka mendapat informasi bahwa petugas Lapas mengancam napi lain untuk tidak memberlakukan aturan pembebasan bersyarat jika mereka menolak menghubungi keluarga Riko.

Data dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( KontraS ) menyebutkan, antara Juli 2012-Juni 2013, terjadi 100 kasus penyiksaan di seluruh Indonesia, dimana 35 diduga dilakukan oleh sipir penjara, dan lainnya dilakukan oleh polisi dan TNI.

Ryan Dagur, Jakarta.

Berita terkait: Indonesian family threatened over torture claims

 

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Tuntaskan Konflik Papua
  2. Kapel Sistina dipasang dengan sistem pencahayaan baru untuk melestarikan lukisan
  3. Lomba lukisan tentang iman Katolik untuk menemukan seniman muda
  4. Kardinal Tagle: Jadwal Paus akan padat selama kunjungan ke Filipina
  5. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  6. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  7. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  8. Pembunuh biarawati: Pengampunan keluarga memberikan 'kehidupan baru' bagi dia
  9. Umat Katolik protes terkait perampasan lahan Gereja oleh pemerintah
  10. Diskriminasi Ras vs Sumpah Pemuda
  1. Paus Fransiskus: Jangan menjadi orang Kristen kalau berperilaku buruk
  2. Anarkisme umat Islam akibat salah menafsirkan Alquran
  3. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  4. Kardinal Tagle: Jadwal Paus akan padat selama kunjungan ke Filipina
  5. Tuntaskan Konflik Papua
  6. Kapel Sistina dipasang dengan sistem pencahayaan baru untuk melestarikan lukisan
  7. Sejumlah agamawan Indonesia ikuti dialog lintas agama di Polandia dan Slowakia
  8. Paus desak para aktivis berjuang melawan ‘penyebab kemiskinan struktural’
  9. Kemenag siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama
  10. Ketulusan Jokowi menjadi obat pengungsi Sinabung
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online