UCAN Indonesia Catholic Church News

Romo Magnis: Umat Katolik hendaknya menjalin hubungan baik dengan Muslim

18/10/2013

Romo Magnis: Umat Katolik hendaknya menjalin hubungan baik dengan Muslim thumbnail

 

Romo Franz Magnis Suseno SJ, guru besar filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta mengajak umat Katolik hendaknya membangun hubungan baik dengan umat Muslim.

“Kita mulai satu kesadaran bahwa masa depan umat Katolik Indonesia akan aman kalau kita membangun saling percaya dengan Islam sungguh-sungguh,” kata Romo Magnis dalam sebuah pertemuan dialog bertajuk “Menggali nilai-nilai Pancasila, menegakkan keadilan, memperkokoh kesatuan, dan persatuan bangsa”, yang diadakan oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia di  Bali belum lama ini.

Menurutnya, “Kita perlu mengembangkan win-win relationship dengan Islam, dan itu hanya mungkin kalau kita tidak takut satu sama lain melainkan percaya satu sama lain.”

Di Indonesia, lanjutnya, “komunikasi adalah salah satu kekuatan. Banyak uskup kita sudah bersahabat dengan tokoh NU atau Muhammadiyah di tempat mereka. Itu harus diteruskan. Bukan hanya para uskup, umat kita pada umumnya juga perlu dekat.”

Ia mengajak kaum awam Katolik hendaknya mendesak para pastor paroki di daerah yang mayoritas Muslim supaya membangun komunikasi dengan umat Islam lokal. “Bagi kita masa depan tergantung dari komunikasi tersebut.”

Menurutnya, membangun komunikasi dengan Islam adalah paling penting, termasuk NU atau Muhammadiyah. Di wilayah paroki kita, kita perlu membangun hubungan, perkenalan, silaturahmi.

Meskipun ada kekhawatiran dengan bertambahnya intoleransi dan makin lama makin susah membangun gereja, Romo Magnis meminta, “Kita jangan terlalu berfokus pada hal itu, kita harus sabar.”

Intoleransi semakin marak

Terkait intoleransi ia meminta umat Katolik tetap sabar. “Kita perlu sabar dalam memperjuangkan toleransi di Indonesia. Penting bagi Gereja untuk menghargai umat beragama lain.”

Di tingkat lokal, lanjutnya, perlu dibangun relasi positif dengan umat Muslim dan tokoh setempat.

Terkait perda-perda, ia mengatakan “kebijakan baik di atas maupun di bawah tetap perlu kita jalankan. Pokoknya jangan putus asa. Tentu Perda berbau Syariat itu adalah berbahaya juga. Kita tentu bisa melawan Perda itu. Kita juga mungkin mesti membiasakan diri dengan Perda-Perda itu. Tidak perlu takut dengan Perda Islam.”

Ia justru merasa khawatir jika Indonesia kembali ke jaman otoriter. “Saya takut kalau kita di Indonesia kembali ke pemerintahan otoriter. Kita sendiri juga sangat berkepentingan untuk mempertahankan demokrasi.”

Partisipasi dalam politik

Romo Magnis mengakui dulu lebih gampang masuk partai, tapi sekarang tidak begitu gampang karena tidak ada partai politik Katolik. “Saya berpendapat jangan kita ikut semacam trend bahwa lebih aman kita tidak terjun dalam partai politik. Kalau kita abstain, kita tidak bisa ikut menentukan arah untuk membangun bangsa.”

Ia mengatakan sebagai seorang pastor, ia tidak masuk politik, tetapi banyak bicara tentang politik. Awam Katolik perlu ikut aktif dalam politik. Sekali lagi jangan abstain.

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), katanya, sangat mendukung keterlibatan umat Katolik dalam politik adalah hal yang sangat penting, karena dari keterlibatan itu akan muncul tokoh umat yang menjadi tokoh politik.

Konradus Epa

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Para uskup Filipina menentang pernikahan sesama jenis
  2. Paus desak pengunjung di Vatikan mengenal Yesus dengan membaca Injil
  3. Tokoh agama: Pancasila Rumah Kita, perbedaan adalah rahmat
  4. Komsos KWI: Cyber Mission, panggilan terkini orang Katolik
  5. Jika Gairah Hidup Anda Redup, Nyalakan dengan Ini
  6. Data baru menunjukkan tuduhan kristenisasi tidak terbukti
  7. Umat Katolik diajak gunakan media digital sebagai sarana pewartaan
  8. Kehadiran minoritas harus memberi arti bagi mayoritas
  9. Prioritas, pewartaan, sentuhan kasih mencerminkan latar belakang Paus Fransiskus
  10. Dinilai menghina pemerintah dan perusahaan, Film Rana Plaza dilarang
  1. Komkat Regio Nusra adakan pelatihan bagi para fasilitator katekese
  2. Festival panen digelar di berbagai paroki, solider dengan warga miskin
  3. Kardinal Hong Kong: Ia tidak diundang ke Sinode tentang Keluarga
  4. Romo Magnis: Pemeluk agama tak sama dengan pendukung bola
  5. Para uskup Filipina menentang pernikahan sesama jenis
  6. Warga masih trauma dan derita fisik akibat perang saudara selama 26 tahun
  7. Kaus perkosaan di India jauh lebih tinggi dari data yang dilaporkan
  8. Para uskup AS belajar isu migran di Malaysia
  9. TV María akan menampilkan acara untuk anak-anak, orang muda
  10. Uskup Timika kecam penembakan aparat TNI terhadap umatnya
  1. Tentu saja kesibukan sebatas Liturgi - Altar, perlu diimbangi dengan ketegasan p...
    Said sani@ on 2015-08-21 11:51:00
  2. Silahkan baca di teks ini selengkapnya...terima kasih.. http://www.mirifica.net...
    Said on 2015-08-19 14:30:00
  3. “Dalam perjalanan ke depan, Gereja Katolik memandang bahwa pemerintah dan para p...
    Said kristiadjirahardjo on 2015-08-17 10:55:00
  4. Undangan kepada Bapa Suci dr Menag unt berkunjung ke Indonesia,tentu sangat meng...
    Said tarcisius fenfat on 2015-08-15 10:51:00
  5. Menuju keteraturan......
    Said on 2015-08-14 16:46:00
  6. Baik sekali kalau Bpk Menteri kunjung ke Vatikan.....
    Said on 2015-08-14 16:45:00
  7. Salut kepada menteri agama t ksi atas upayanya utk mengundang bp paus franciskus...
    Said Eduardus on 2015-08-13 13:29:00
  8. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
  9. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
  10. Negara Cina tidak mau menjadi warga bumi yang mudah bergaul..sepanjang masa. Ama...
    Said on 2015-07-25 08:12:00
UCAN India Books Online