UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Gereja ajak warga boikot hasil Pilkada

21/10/2013

Gereja ajak warga boikot hasil Pilkada thumbnail

Massa menghadiri kampanye dari salah satu calon.

 

Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Papua mewakili Gereja Katolik setempat mengajak umat, tokoh agama dan umat dari agama lain memboikot hasil Pilkada 10 Oktober 2013 yang penuh dengan sandiwara demokrasi.

“Kalau memang agamamu dan agamaku mengajarkan nilai kebenaran, nilai keadilan dan nilai kejujuran maka marilah kita bersatu melakukan aksi nyata,” kata Pastor Amandus.

Pastor Amandus mengajak, melalui mimbar gereja jajarannya mengajak umat Katolik yang masih mempunyai hati nurani serta kehendak baik untuk melakukan tindakan boikot.

“Sebuah kemenangan yang dicapai dengan cara menginjak-injak harkat dan martabat umat manusia tidak bisa diterima oleh orang yang mempunyai akat sehat, apalagi orang beriman. Sekali lagi jangan diam, bergeraklah untuk menjunjung tinggi nilai-nilai universal yang dimiliki semua umat beragama,” imbau Pastor Amandus dalam seruannya.

Ia menambahkan, Gereja Katolik sebetulnya tidak mempersoalkan siapapun yang terpilih dan akan ditetapkan sebagai Bupati-Wakil Bupati Mimika periode 2013-2018 jika pemimpin yang terpilih itu benar-benar hasil pemilihan demokratis, tanpa rekayasa.

Namun, jika pemimpin yang terpilih itu bukan hasil sebuah pesta demokrasi yang jujur, bersih, adil serta bermartabat maka Gereja Katolik sangat menyesalkannya dan menyeruhkan umat serta umat beragama lain untuk bergabung dalam aksi solidaritas.

Politik tidak bermartabat dan tidak terpuji dalam Pilkada Mimika berupa tindakan memaksa rakyat untuk memilih calon tertentu baik secara halus maupun terang-terangan.

Selain itu, adanya serangan tengah malam berupa tindakan bagi-bagi uang pulsa, serangan fajar berupa tindakan bagi-bagi uang ojek ke TPS, pemaksaan halus maupun kasar kepada aparat birokrasi, kepala distrik, kepala kampung, lurah, Ketua RT/RW serta perangkat penyelenggara Pilkada dengan menjanjikan uang atau jabatan.

Selanjutnya, mengajak warga untuk melakukan pencoblosan berkali-kali, berupaya menggandakan kotak suara, penambahan TPS serta pergantian alamat TPS secara tiba-tiba sesaat sebelum pemungutan suara serta menggiring anak-anak di bawah umur untuk mencoblos.

“Terlalu banyak kecurangan dan pelanggaran yang terjadi kasat mata. Denah lokasi TPS bisa berubah mendadak. Orang bisa coblos berkali-kali bahkan ada kotak suara yang dibawa ke tengah hutan lalu ribuan surat suara dicoblos oleh seseorang. Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa naik signifikan 43 ribu dalam waktu beberapa bulan, sementara pada hari H ribuan karyawan di Tembagapura dan Amamapare yang mengantri di TPS tidak mendapat surat suara. Lalu surat suara yang banyak-banyak itu ke mana saja,” kata kandidat Bupati Mimika, Trifena M Tinal hari Jumat (18/10) seperti dikutip dari beritamaluku.com.

Calon lainnya, Pieter Yan Magal mengatakan semua yang terjadi dalam Pilkada Mimika kali ini tidak bermartabat.

“Dari sejak awal semua ini adalah omong kosong. Apa yang terjadi di Mimika tidak bisa disebut pesta demokrasi. Yang terjadi sesungguhnya adalah kejahatan politik. Kami tidak bisa dibohongi, dikelabui dan dizolimi dengan cara-cara yang rendah seperti ini,” tutur Piet Magal, wakil ketua non aktif DPRD Mimika.

Terkait Pilkada Mimika, 10 Oktober 2013, hingga saat ini KPU setempat belum juga menggelar rapat pleno penetapan hasil perolehan suara Pilkada Mimika.

Dari 11 pasangan Cabup-Cawabup Mimika, sembilan kandidat sudah menyatakan menolak hasil Pilkada 10 Oktober 2013 dan meminta digelar Pilkada ulang.

Pilkada Mimika pada Kamis 10 Oktober 2013 diikuti 223.409 pemilih yang tersebar pada 12 distrik (kecamatan). Pemilih menyalurkan suara mereka pada 568 TPS. Dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak yaitu pasangan Abdul Muis-Hans Magal serta pasangan Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang. (satuharapan.com)

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Seorang calon imam dianiaya, seminari tinggi diserang
  2. Gereja minta Jokowi ungkap kelompok garis keras yang kacaukan Papua
  3. Empat orang Asia masuk Komisi Teologi Internasional
  4. Menag: Pemaksaan kehendak salahi etika Islam
  5. Ancaman ISIS membuat para uskup Filipina gugup
  6. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  7. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  8. Paus Fransiskus tunjuk lebih banyak perempuan untuk Komisi Teologi Internasional
  9. Egoisme agama muncul karena pendidikan tidak mengajarkan etika
  10. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  1. Tim pelayanan penjara Yesuit mengunjungi keluarga para napi Laos di Thailand
  2. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  3. Universitas Yesuit di Asia-Pasifik bahas peran mereka dalam bidang keadilan sosial
  4. PID: Wadah pemuda lintas agama menyatukan perbedaan
  5. Kebebasan beragama dinilai jadi persoalan serius buat Jokowi
  6. Biarawati juara The Voice luncurkan album Natal
  7. Vatikan: Hari Komunikasi Sedunia 2015 fokus pada keluarga
  8. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  9. Paus Emeritus Benediktus XVI disebut kakek dari semua kakek
  10. Sambil berdemontrasi demi pro demokrasi, para mahasiswa Kristiani menyalurkan makanan
  1. Hendaknya banyak paroki di wilayah keuskupan-keuskupan meniru hal yang baik yang...
    Said pandenaker simanjuntak on 2014-09-23 09:39:00
  2. Tujuan Paus mungkin yang terpenting adalah bahwa orang tidak dijauhkan dari Sakr...
    Said on 2014-09-21 06:16:00
  3. Puji Tuhan, kalau ada titik terang dari Pak Mengeri Agama yang baru.. Terkabull...
    Said on 2014-09-19 11:42:00
  4. Mantap... hidup santo paulus... Dari muka semua guru, yg kukenal banget itu pak...
    Said Ria on 2014-09-17 22:11:00
  5. KWI sudah mengeluarkan pernyataan resmi menolak PP tersebut. Berarti Ibu Menteri...
    Said chris on 2014-09-13 19:50:00
  6. Bravo... sudah didaftar untuk hak paten? Mau dengar lebih lanjut kalau sudah ad...
    Said on 2014-09-12 07:20:00
  7. Hukuman pilihan...atau nilai emasnya itu... baru tahu ini.. Kalau diberi kesemp...
    Said on 2014-09-12 07:03:00
  8. K-13: guru yang sudah mendapat pelatihan pun msh tetap bingung. Sekarang buku pe...
    Said Lakestra on 2014-09-08 13:49:00
  9. apapun argumennya, masalah patung itu suda beda sejak dulu, tidak heran.......
    Said tri siwi ibar santoso on 2014-09-08 13:13:00
  10. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
UCAN India Books Online