UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Bisakah Paus Fransiskus angkat kardinal perempuan?

22/10/2013

Bisakah Paus Fransiskus angkat kardinal perempuan? thumbnail

 

Paus Fransiskus mengatakan berulang kali bahwa ia ingin melihat peran yang lebih besar bagi kaum perempuan dalam Gereja Katolik, dan beberapa orang berpendapat bahwa ia bisa mengambil langkah besar dengan mengangkat perempuan menjadi kardinal.

Ide ini terus dibicarakan, yang dipicu oleh sebuah artikel bulan lalu di sebuah surat kabar Spanyol dimana Juan Arias, seorang mantan imam menulis dari Brasil, bahwa “ide itu bukan sebuah lelucon. Ini adalah sesuatu yang dipikirkan oleh Paus Fransiskus sebelumnya: pengangkatan kardinal wanita”.

Arias mengutip seorang imam Yesuit yang tidak menyebut namanya -  mengatakan: “Paus ini tidak akan ragu mengangkat seorang kardinal wanita.  Dan dia bisa menjadi Paus pertama yang memungkinkan perempuan untuk berpartisipasi dalam pemilihan Paus baru.”

Laporan tersebut dengan cepat disebarkan oleh media massa Katolik di Italia.

Di Amerika Serikat, Pastor James Keenan SJ dan teolog ternama di Boston College, mulai mem-posting di halaman Facebook-nya meminta pemilihan untuk kardinal wanita pertama.

Pastor Keenan mengatakan ia mem-posting hal itu dengan tujuan untuk memperkenalkan banyak wanita yang akan menjadi “kandidat.”

Ia mendaftarkan: Linda Hogan, seorang profesor Ekumenis di Trinity College Dublin, Suster Teresa Okure, seorang profesor teologi di Institut Katolik Nigeria, dan Maryanne Loughry, direktur Jesuit Refugee Service Australia.

Tapi, Pastor Keenan bukanlah orang pertama untuk melemparkan ide tersebut.

Tahun lalu, Timothy Kardinal Dolan dari New York, ketua presidium Konferensi Waligereja Amerika Serikat, ditanya  selama wawancara di sebuah televisi Katolik, apakah seorang wanita bisa diangkat menjadi kardinalI Ia menjawab, “Secara teoritis” mungkin, seraya menambahkan:

“Saya telah mendengar lebih dari satu orang, bahwa seseorang meminta Beato Yohanes Paulus II, ‘Anda harus mengangkat Ibu Teresa dari Calcutta sebagai kardinal. Paus itu mengatakan, “saya menanyakan kepada dia. Dia tidak mau menjadi kardinal.”

Kardinal terakhir yang bukan seorang imam adalah seorang ahli hukum Italia, Teodolfo Mertel, yang menulis hukum yang mengatur wilayah kepausan. Paus Pius IX mengangkat dia menjadi kardinal tahun 1858 dan ia meninggal tahun 1899.

Tahun 1917, Hukum Kanonik yang direvisi memutuskan bahwa hanya imam dan uskup bisa diangkat jadi kardinal, dan revisi selanjutnya tahun 1983 mengatakan bahwa siapa pun menjadi kardinal harus menjadi uskup.

Namun, paus secara perlahan meniadakan persyaratan itu dan mengangkat imam sebagai kardinal tanpa mengangkat mereka menjadi uskup. Tahun 1968, Paus Paulus VI dilaporkan memberikan topi merah kepada seorang filsuf Katolik Prancis Jacques Maritain, seorang awam.

Tapi, gagasan mengangkat seorang wanita menjadi kardinal terus dibicarakan. Mendiang Carlo Maria Kardinal Martini, juga seorang Yesuit progresif telah dipuji oleh Paus Fransiskus, mengusulkan ide itu beberapa tahun lalu, seperti beberapa pemimpin Gereja lain dan komentator.

Kendala utama sekarang tampaknya menjadi persyaratan bahwa seorang kardinal harus ditahbiskan. Cara  itu bisa diselesaikan dengan memungkinkan perempuan menjadi diakon – tingkat penahbisan di bawah imam.

Akankah Paus Fransiskus melakukannya? Dia mengatakan, antara lain, bahwa Gereja perlu mengembangkan “suatu teologi yang benar-benar mengembangkan perempuan” dan “perlu memberikan peluang bagi perempuan dalam Gereja.”

Sumber: Pope Francis and women cardinals

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kardinal mohon Indonesia melakukan sidang secara teliti dan baik terkait kasus Mary Jane
  2. KWI: Presiden Jokowi gagal lindungi WNI
  3. Paus memberkati keluarga wanita Pakistan yang dihukum mati terkait penghujatan
  4. Tanggapan Menag terkait meningkatnya intoleransi beragama
  5. Paus Emeritus Benediktus XVI merayakan ulang tahun ke-88
  6. Mantan wartawati Filipina ditembak mati
  7. Kelompok Gereja Malaysia mengatakan hukum hudud Kelantan bertentangan dengan konstitusi
  8. Warga Lapas diajak hayati semangat Paskah
  9. Tiongkok: Dalai Lama harus menghadapi realitas
  10. Paus menantang gagasan tentang 'teori gender'
  1. Paus Emeritus Benediktus XVI merayakan ulang tahun ke-88
  2. Konferensi Waligereja Australia menentang euthanasia
  3. Gereja perlu berjalan bersama dengan umat beriman lain
  4. Renungan Hari Minggu Paskah Ketiga bersama Pastor Bill Grimm
  5. Menjalin kerukunan beragama di Wonosobo
  6. Paus menantang gagasan tentang ‘teori gender’
  7. Kelompok Katolik Filipina luncurkan program pendidikan pemilih
  8. KWI: Presiden Jokowi gagal lindungi WNI
  9. Paus memberkati keluarga wanita Pakistan yang dihukum mati terkait penghujatan
  10. Tiongkok: Dalai Lama harus menghadapi realitas
  1. Terlalu banyak TKI yang nasibnya dihukum mati. Apa gerangan yang mereka lakukan...
    Said on 2015-04-16 20:46:00
  2. Sepertinya orang "Rimba" Jambi tidak mempunyai nama lain? Tidak masuk sensus? T...
    Said on 2015-04-14 09:11:00
  3. Nasib mereka bergantung di benang sutra.. karena getolnya para jaksa penuntut......
    Said on 2015-04-11 09:21:00
  4. Menteri dalam kasus ini harus gebrak meja! Beliau terlalu manis.....
    Said on 2015-04-11 09:13:00
  5. Semoga bagi para pengungsi merasa terhibur dan perhatian dari Paus Fransiskus me...
    Said on 2015-04-09 06:01:00
  6. Kalau sampai pada vonis hukuman mati, diam saja ya, tidak perlu menentangnya....
    Said on 2015-04-03 08:59:00
  7. Apakah waktunya setiap perempuan membawa rotweiler kalau bepergian??...
    Said on 2015-04-03 08:55:00
  8. Terima kasih untuk bantuannya... semoga aman saja....
    Said on 2015-04-03 08:50:00
  9. Domba tidak bisa mengerti apa maunya serigala... Siapa menulis buku sejahat itu ...
    Said on 2015-04-03 08:43:00
  10. Yang tidak tertarik juga tidak akan membacanya.....
    Said on 2015-04-02 15:28:00
UCAN India Books Online