UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Mendesain PAUD, mencetak insan cerdas komprehensif

22/10/2013

Mendesain PAUD, mencetak insan cerdas komprehensif thumbnail

 

Peran Direktorat Jenderal Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kementerian Pendidikan Kebudayaan ((PAUDNI Kemdikbud) amat penting dalam rangka mempersiapkan generasi emas merupakan cikal bakal pembentukan kecerdasan, moral, dan karakter seorang anak.

Pada masa usia emas (golden age), otak anak-anak mampu secara cepat menyerap berbagai informasi yang diterima dari lingkungan sekelilingnya. Pada masa ini pula anak-anak mahir meniru tingkah laku dan kebiasaan yang dilihat di sekitarnya.

Semua itu berlangsung secara alami. Maka, jika yang diterima si anak adalah perilaku baik, ia dapat meniru kebiasaan baik tersebut hingga dewasa. Sebaliknya, saat anak menerima perilaku buruk, hal tersebut juga akan ditirunya hingga dewasa.

Berkaitan dengan generasi emas yang sedang dipersiapkan untuk menyonsong ’100 Tahun Kemerdekaan Indonesia’, pemerintah dan masyarakat harus lebih perhatian terhadap pendidikan dan gizi anak-anak, terutama yang masih dalam fase golden age. Para generasi emas ini diharapkan tampil di era tersebut sebagai manusia-manusia terbaik, berakhlak mulia, berkarakter, dan cerdas.

“Anak-anak dengan usia 0-9 tahun dan 10-19 tahun yang berjumlah lebih dari 89 juta jiwa, pada 2045 nanti akan berada para usia produktif. Pada usia tersebut, tentu mereka diharapkan dapat menjadi generasi yang produktif dan kompetitif secara global,” ujar Direktur Jenderal PAUDNI Kemdikbud, Lydia Freyani Hawadi, di Bogor belum lama ini, seperti dilansir kompas.com.

Sejak usia dini inilah, anak-anak perlu mendapat bimbingan, baik dari lingkungan keluarga maupun lewat lembaga PAUD, seperti kelompok bermain (KB), tempat penitipan anak (TPA), taman kanak-kanak (TK), atau satuan PAUD sejenis (SPS).

Untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut, Direktorat Jenderal PAUDNI telah menyusun konsep besar, di antaranya gerakan PAUD-isasi yang merupakan tonggak penguatan dan kebulatan tekad untuk membangun PAUD. Gerakan ini dilakukan dengan membangun lembaga PAUD dengan target: satu desa, satu PAUD.

“Saat ini baru ada 10 provinsi yang seluruh desanya sudah memiliki lembaga PAUD dan masih lebih dari 15.000 desa yang harus segera dibangun. Ini target kami selama dua tahun ke depan,” ujar Lydia.

Pembangunan PAUD di Indonesia diarahkan secara bertahap menuju insan cerdas komprehensif pada 2045 sebagai kado 100 tahun Indonesia merdeka. Dimulai pada 2011 melalui gerakan PAUD-isasi, menuju fundamental SDM berkualitas pada 2015, kemudian melahirkan SDM andal pada 2025, dan pada 2035 mengantarkan SDM yang mampu bersaing secara global.

Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak yang dididik dengan baik selama dalam kandungan hingga usia tujuh tahun memiliki kolerasi positif terhadap prestasi si anak di tingkat pendidikan dasar.

“Kita berharap, anak-anak yang mengikuti PAUD memiliki fondasi yang kuat untuk mengikuti pendidikan di jenjang berikutnya,” tutur Lydia.

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 70 ribu anak dihukum di LP umum
  2. Ulil: Umat Muslim yang percaya kata 'Allah' hanya untuk Islam adalah 'keliru'
  3. Cegah terorisme, BNPT datangi kampus-kampus di seluruh Indonesia
  4. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  5. Sinode berakhir dengan mempertegas ajaran Gereja
  6. Uskup Peraih Nobel Perdamaian doakan Jokowi-JK dalam Surat Terbuka
  7. Menara Pohon Natal yang dibenci Korut telah dibongkar
  8. Jokowi-JK bersumpah pegang teguh UUD 1945
  9. Para kardinal bahas penderitaan orang Kristen di Timur Tengah
  10. Vatikan mengumumkan jadwal perjalanan Paus Fransiskus ke Turki
  1. Paus Fransiskus menyerukan penghapusan hukuman mati dan penjara seumur hidup
  2. Kendurenan awali Konggres Persaudaraan Sejati Lintas Iman
  3. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  4. Polri adakan program Sekolah Toleransi dan Klinik Pancasila
  5. Cegah terorisme, BNPT datangi kampus-kampus di seluruh Indonesia
  6. 70 ribu anak dihukum di LP umum
  7. Suster Canossian di Singapura merayakan 120 tahun
  8. PGI Papua: Gereja tak pernah berpihak pada separatis
  9. Vatikan mengumumkan jadwal perjalanan Paus Fransiskus ke Turki
  10. Menara Pohon Natal yang dibenci Korut telah dibongkar
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online