Penghayat kepercayaan masih alami diskriminasi

22/10/2013

Penghayat kepercayaan masih alami diskriminasi thumbnail

Salah satu aliran kepercayaan di Indonesia.

 

Nasib penghayat kepercayaan masih terpinggirkan, sekalipun konstitusi telah menjamin kebebasan beragama bagi setiap warga negara. Bahkan, mereka juga sering diintimidasi oleh kelompok mayoritas.

Direktur III pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri (Kesbangpol Kemendagri) Budi Prasetyo mengakui, penghayat kepercayaan masih sering dizalimi oleh kelompok Islam mayoritas.

Oleh karena itu, Kemendagri mengeluarkan aturan tentang pedoman bagi kepala daerah dalam melayani penghayat kepercayaan.  Pedoman itu terkait dengan pemakaman, sarasehan, tempat ritual maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Pengaturan soal pemakaman diperlukan karena selama ini, pemeluk penghayat kepercayaan kesulitan untuk dimakamkan dengan alasan agama yang tidak jelas. Indonesia saat ini baru mengakui enam agama secara resmi, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Penghayat kepercayaan selama ini juga kesulitan menjalankan sarasehan maupun ritual karena dianggap kafir oleh kelompok mayoritas. “Pernah ada satu acara perkawinan karena memakai ritual yang membakar kemenyan diserbu sama kelompok mayoritas,” katanya seperti dilansir Sinar Harapan.

Soal KTP, penghayat kepercayaan menghadapi hambatan akibat ketidaktahuan kepala desa atau lurah. Banyak lurah sampai saat ini masih memaksa penghayat kepercayaan untuk memilih salah satu agama resmi.

“Padahal penghayat sudah diperbolehkan untuk tidak memilih agama tertentu. Cuma di KTP-nya saja dikosongi,” paparnya.

Dia menyatakan, penghayat kepercayaan harus dilindungi karena mereka sudah ada sejak bangsa ini belum merdeka. Bahkan, keadaan mereka saat ini tetap eksis. Jumlah penghayat kepercayaan di Indonesia sekitar 10 juta. Mereka terhimpun dalam kelompok-kelompok besar maupun kecil. Kelompok besar yang mendaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebanyak 132 lembaga.

Adapun kelompok yang memiliki Status Keterangan Terdaftar (SKT) di Kemendagri ada dua. “Kita bikinkan mereka untuk tempat ritual di Taman Mini, supaya mereka tetap bisa mengekspresikan kepercayaannya,” katanya.

Sebelumnya, Kasubdit Kelembagaan Kepercayaan Direktorat Pembinaan Kepercayaan terhadap Tuhan YME, Wigati, mengatakan, selama ini, pemenuhan hak-hak sipil penghayat kepercayaan di daerah dirasa kurang maksimal. Padahal, pemenuhan atas hak-hak sipil penghayat kepercayaan dipayungi regulasi.

Pemerintah telah melahirkan perundang-undangan yang mengatur kehidupan penghayat kepercayaan di Indonesia, antara lain UU Nomor 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan. UU Administrasi Kependudukan itu, kata dia, diikuti oleh Peraturan Pemerintah Nomor 37/2007 tentang pelaksanaan regulasi itu, seperti untuk pengurusan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

“Misalnya, pencantuman keterangan mengenai kolom agama pada KTP dan KK. Bagi penghayat kepercayaan murni tidak diisi atau dikosongi. Itu sudah tertuang dalam UU Administrasi Kependudukan,” katanya.

Namun, selama ini masih ada aparat pemerintah daerah yang tidak tahu sehingga takut memenuhi hak sipil penghayat kepercayaan, padahal pemenuhan hak sipil sudah diatur jelas dalam regulasi.

Ia mengatakan, permasalahan yang paling sering dialami penghayat kepercayaan adalah menyangkut perkawinan dan pemakaman, padahal seharusnya pemenuhan hak sipil mereka dijamin pemda setempat.

“Pernikahan antarsesama penghayat kepercayaan murni ditangani pemuka penghayat, setelah disahkan bisa dicatatkan di Kantor Catatan Sipil. Namun, selama ini masih ada yang tidak terlayani,” katanya.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Mgr Harjosusanto termasuk lima uskup agung Asia yang menerima pallium di Vatikan
  2. Kemenag latih pengawas Madya Pendidikan Agama Katolik
  3. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  4. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  5. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  6. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  7. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  8. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  9. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  10. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  1. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  2. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  3. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  4. Komite untuk HAM berat segera disahkan
  5. Pertemuan para uskup Asia bahas perubahan iklim
  6. 173 warga Uyghur tiba di Turki setelah dibebaskan dari tahanan Thailand
  7. Kemenag latih pengawas Madya Pendidikan Agama Katolik
  8. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  9. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  10. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online