UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Pastor advokasi hak masyarakat terkait kasus tambang

23/10/2013

Pastor advokasi hak masyarakat terkait kasus tambang thumbnail

Hendrikus Hali Atagoran, anggota Formadda NTT memimpin orasi di depan Mabes Polri.

 

Pastor Yohanes Kristoforus Tara OFM memimpin aksi unjuk rasa 30-an mahasiswa dan pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, Selasa (22/10) untuk mendesak penuntasan kasus tambang yang menurutnya telah menyengsarakan masyarakat NTT.

Imam fransiskan ini menegaskan, “pertambangan tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat kecil di NTT yang umumnya bekerja sebagai petani dan peternak”.

Setelah sempat berorasi di depan Mabes Polri, Pastor Kristo, didamping 2 anggota Formadda beraudiensi dengan Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Mabes Polri Kombes Bahagia Dachi.

“Kami akan tetap tegas menolak kehadiran industri pertambangan. Silahkan pemerintah mengambil cara lain dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, katanya.

Pastor Kristo adalah Ketua Forum Pemuda NTT Penggerak Keadilan dan Perdamaian (Formadda NTT), sebuah organisasi kaum muda yang sejak 2009 aktif melakukan advokasi terhadap kasus-kasus pertambangan di daerah itu, serta mempromosikan NTT sebagai daerah yang potensial untuk pertanian, peternakan dan pariwisata.

Saat ini, kata Pastor Kristo, ada dua kasus yang ditangani Formadda, yakni tambang pasir emas ilegal di Kabupaten Lembata dan tambang pasir besi di Kabupaten Ngada.

Kasus tambang ilegal pasir emas Lembata terungkap setelah pada Mei lalu, Formadda mendapat informasi terkait penyelundupan 7 ton pasir emas ini ke Tangerang, Propinsi Banten, oleh sejumlah oknum. Pasir ini diduga digali dan dicuri dari lokasi di Kedang, Kecamatan Omesuri dan Buyasuri, ujung timur Pulau Lembata.

“Pemeriksaan laboratorium telah membuktikan adanya kandungan emas dalam pasir tersebut”, katanya. “Kami sudah melapor hal ini ke Plores Pondok Aren, Tangerang pada Juni, juga ke Mabes Polri melalui Sub Bidang Tipidter.”

Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan pihak Polres Tangerang, bekerja sama dengan Mabes Polri. Informasi dari Polres Tangerang menyebutkan, tiga orang saksi kasus ini sudah dipanggil yaitu Amran Sarabiti alias La Ode, Agustina Inang dan Gunawan. Surat panggilan kedua dikirim pada 11 Oktober lalu, setelah ketiga saksi tidak memenuhi panggilan yang pertama, tanpa alasan jelas.

Lao Ode adalah orang yang diduga membawa pasir emas tersebut dari Lembata. Agustina Inang, isteri La Ode yang diduga ikut dalam truk yang membawa pasir tersebut ke Tangerang. Sementara Gunawan adalah sahabat La Ode.

Sementara terkait kasus tambang pasir besi di Riung, kata Pastor Kristo, terjadi sejumlah tindak pidana yang melibatkan perusahan tambang PT Laki Tangguh Indonesia dan Bupati Ngada Marianus Sae.

PT Laki Tangguh, juga Bupati Ngada Marianus Sae sudah dilapor Formadda ke Mabes Polri pada 20 September lalu.

Formadda menemukan beberapa kejanggalan dalam kasus ini, seperti waktu penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Berdasarkan surat permohonan IUP Eksplorasi, tercatat tanggal 12 April 2011. Sedangkan Bupati Ngada mengeluarkan IUP pada tanggal 25 Oktober 2010.

Selain itu, dari segi lokasi, dalam SK Bupati Ngada tentang IUP Eksplorasi, lokasi pertambangan terdiri atas 2 blok, yakni blok 1 di desa Sambinasi Kecamatan Riung dan blok 2 di desa Lengkosambi, Kecamatan Bajawa. Padahal, fakta yang sesungguhnya, lokasi blok 1 bukan di desa Sambinasi, tetapi di desa Latung. Sedangkan blok 2 terletak di desa Lengkosambi, kecamatan Riung, jadi bukan di Kecamatan Bajawa.

“Kami sudah mengantongsi semua bukti kejanggalan ini. Surat-suratnya semua ada”, jelas Pastor Kristo. “PT Laki sudah menyelesaikan tahap eksplorasi, dan kini sedang siap-siap mengajukan permohonan eksploitasi”.

Sejumlah kejanggalan ini juga diperparah oleh dugaan pelanggaran hukum, antara lain, aktivitas pertambangan tanpa kajian AMDAL dan hampir sebagian besar lokasi pertambangan bijih besi ini berada di kawasan Hutan Lindung.

“Masyarakat di sana, sudah tegas menolak kehadiran tambang. Bupatinya tidak peduli”, tegasnya.

Romo Kristo juga mendesak polisi menyelidiki dugaan keterlibatan Setya Novanto, Anggota DPR RI, karena berdasarkan informasi, PT Laki Tangguh masuk pertama kali ke Riung dengan membawa nama bendera Novanto Centre, yayasan milik Setya Novanto.

“Yayasan ini membujuk masyarakat melalui pembagian sembako, beasiswa untuk beberapa anak, hand tractor, uang tunai, makanan tambahan dan sunatan massal”, jelasnya.

Sebagian besar masyarakat, kata dia, menolak bantuan ini, kecuali beberapa orang yang yang pro tambang dan pekerja tambang.

Dugaan ini, menurut Pastor Kristo, diperjelas dengan fakta bahwa Direktur PT Laki Tangguh Indonesia Muhamad Ansor  merupakan Ketua Yayasan Novanto Centre.

Menjawab desakan Pastor Kristo, Kasubdit Tipidter Kombes Dachi mengatakan, mereka akan berupaya mempercepat penanganan dua kasus ini.

“Kami berjanji akan menuntaskan dua-duanya. Tapi, memang, kami butuh waktu yang cukup untuk mendalami dan menyelidiki laporan yang ada”, katanya.

Ia menambahkan, Mabes Polri akan berkoordinasi dengan Formadda serta akan menginformasikan setiap perkembangan penanganan dua kasus ini.

Berdasarkan data Formadda, Propinsi NTT dengan luas wilayah 47.349,90 km persegi atau, 2, 49 persen dari luas Indonesia telah memiliki 414 IUP untuk tambang mangan, emas dan pasir besi yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten serta pemerintah provinsi.

Kehadiran pertambangan kerap menjadi pemicu konflik sosial antarmasyarakat, munculnya penyakit, korban meninggal dunia serta pelanggaran HAM. Di Timor Barat, misalnya, ada 46 orang warga yang meninggal karena tertimbun tambang mangan.

Alasan-alasan penolakan terhadap pertambangan sudah disampaikan kepada pemerintah lokal maupun nasional, namun seringkali tidak direspon dengan baik.

Ryan Dagur, Jakarta

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Seorang calon imam dianiaya, seminari tinggi diserang
  2. Gereja minta Jokowi ungkap kelompok garis keras yang kacaukan Papua
  3. Empat orang Asia masuk Komisi Teologi Internasional
  4. Menag: Pemaksaan kehendak salahi etika Islam
  5. Ancaman ISIS membuat para uskup Filipina gugup
  6. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  7. Pilkada lewat DPRD, Indonesia dinilai bisa lebih rusak dari ORBA
  8. Paus Fransiskus tunjuk lebih banyak perempuan untuk Komisi Teologi Internasional
  9. Egoisme agama muncul karena pendidikan tidak mengajarkan etika
  10. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  1. Tim pelayanan penjara Yesuit mengunjungi keluarga para napi Laos di Thailand
  2. Penyerang sebuah kelompok doa Rosario di Sleman dituntut empat bulan penjara
  3. Universitas Yesuit di Asia-Pasifik bahas peran mereka dalam bidang keadilan sosial
  4. PID: Wadah pemuda lintas agama menyatukan perbedaan
  5. Kebebasan beragama dinilai jadi persoalan serius buat Jokowi
  6. Biarawati juara The Voice luncurkan album Natal
  7. Vatikan: Hari Komunikasi Sedunia 2015 fokus pada keluarga
  8. Qanun Jinayat disahkan, warga non Muslim cemas
  9. Paus Emeritus Benediktus XVI disebut kakek dari semua kakek
  10. Sambil berdemontrasi demi pro demokrasi, para mahasiswa Kristiani menyalurkan makanan
  1. Hendaknya banyak paroki di wilayah keuskupan-keuskupan meniru hal yang baik yang...
    Said pandenaker simanjuntak on 2014-09-23 09:39:00
  2. Tujuan Paus mungkin yang terpenting adalah bahwa orang tidak dijauhkan dari Sakr...
    Said on 2014-09-21 06:16:00
  3. Puji Tuhan, kalau ada titik terang dari Pak Mengeri Agama yang baru.. Terkabull...
    Said on 2014-09-19 11:42:00
  4. Mantap... hidup santo paulus... Dari muka semua guru, yg kukenal banget itu pak...
    Said Ria on 2014-09-17 22:11:00
  5. KWI sudah mengeluarkan pernyataan resmi menolak PP tersebut. Berarti Ibu Menteri...
    Said chris on 2014-09-13 19:50:00
  6. Bravo... sudah didaftar untuk hak paten? Mau dengar lebih lanjut kalau sudah ad...
    Said on 2014-09-12 07:20:00
  7. Hukuman pilihan...atau nilai emasnya itu... baru tahu ini.. Kalau diberi kesemp...
    Said on 2014-09-12 07:03:00
  8. K-13: guru yang sudah mendapat pelatihan pun msh tetap bingung. Sekarang buku pe...
    Said Lakestra on 2014-09-08 13:49:00
  9. apapun argumennya, masalah patung itu suda beda sejak dulu, tidak heran.......
    Said tri siwi ibar santoso on 2014-09-08 13:13:00
  10. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
UCAN India Books Online