UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Lebih dari 100 ribu anak Indonesia jadi korban eksploitasi seksual

24/10/2013

Lebih dari 100 ribu anak Indonesia jadi korban eksploitasi seksual thumbnail

 

Lebih dari 100 ribu anak Indonesia menjadi korban eksploitasi seksual. Mirisnya, negara hingga kini belum menjamin pemberian ganti rugi bagi korban.

Hal itu mengemuka dalam konferensi regional bertema “Perlindungan Hukum bagi Anak Korban Eksploitasi Seksual di Asia Tenggara” yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Rabu (23/10), seperti dilansir merdeka.com.

“Masih banyak sistem peradilan di kawasan ini yang belum berpihak kepada mereka dan dampak jangka panjangnya hak-hak anak korban eksploitasi seks masih terabaikan,” kata Presiden ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornography and Trafficking of Children for Sexual Purpuses) Indonesia Irawanto.

Dia menyebut, Asia Tenggara kini menjadi sasaran jaringan sindikat eksploitasi seksual dan perdagangan seks anak, dimana pelakunya tidak jarang menyaru sebagai pekerja, turis maupun kelompok profesional lainnya.

Indikasi itu berbanding lurus dengan jumlah anak korban eksploitasi seksual yang terus meningkat, yakni di atas angka satu juta di seluruh dunia setiap tahun.

Korban sebagian besar dapat ditemukan di daerah pariwisata, terutama Bali, Lombok, Batam dan Bandung. “Di daerah ini, kejahatan seks terus berkembang karena ada fasilitas,” ungkap Irwanto.

Di Indonesia, UU Perlindungan Anak belum menjamin pemberian ganti rugi bagi anak korban eksploitasi seksual.

“Tidak ada satupun pasal dalam undang-undang itu yang menjamin upaya ganti rugi berupa uang bagi korban,” ujar Koordinator ECPAT Indonesia Ahmad Sofian.

Menurut dia, pemberian ganti rugi bagi anak korban eksploitasi seksual sangat penting dan mendesak. Bentuknya, melalui restitusi dan kompensasi. Restitusi berarti adanya kewajiban dari para pelaku tindak pidana seksual membayar ganti rugi uang kepada korban, keluarga dan ahli warisnya.

Sementara kompensasi mengatur tanggung jawab negara membayar ganti rugi kepada korban.

“Di Philipina dan Thailand, restitusi dan kompensasi ini sudah berjalan. Para korban dapat memulihkan kondisi kesehatannya dan menata masa depannya yang lebih baik. Sementara pelaku diminta tanggung jawab membayar biaya pemulihan. Jika tidak sanggup bayar, pengadilan akan menyita harta yang dimilikinya. Dan negara berperan aktif meminta pertanggungjawaban pelaku,” jelas Sofian.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Para penderita kusta berjuang menghadapi penyakit dan diskriminasi
  2. Menteri Agama: Pemimpin bisa berasal dari kalangan mana pun
  3. Taiwan dikunjungi uskup tak diakui Vatikan, muncul spekulasi hubungan Sino-Vatikan
  4. Kamboja mendeportasi 36 warga Kristen Montagnard ke Vietnam
  5. RUU Perlindungan Umat Beragama akan atur syarat agama
  6. Denominasi Gereja termasuk Katolik dukung Kongres X GAMKI
  7. Syafii Maarif: tingkatkan toleransi terhadap pemimpin beda keyakinan
  8. Kitab Suci dijadikan jantung kehidupan Gereja Cina
  9. Serangan anti-Kristen terus terjadi di India meskipun jaminan perdana menteri
  10. Konferensi Waligereja Filipina serukan doa dalam menanggapi tuduhan kudeta
  1. Kardinal Quevedo jadi utusan Paus untuk perayaan 150 tahun penemuan orang Katolik di Jepang
  2. Kamboja mendeportasi 36 warga Kristen Montagnard ke Vietnam
  3. Pendidikan anak wilayah pesisir memprihatinkan
  4. Di hadapan aktivis lintas iman, mantan pentolan FPI paparkan kisahnya
  5. Para penderita kusta berjuang menghadapi penyakit dan diskriminasi
  6. Yesuit bantu film Hollywood tentang martir Jepang abad ke-17
  7. Tiongkok umumkan satu tahun moratorium tentang impor ukiran gading
  8. Tak terekam, perempuan Poso redamkan konflik Islam-Kristen
  9. Dua tahun: Paus Emeritus terlupakan melihat dirinya bukan sebagai bayangan
  10. Pastor membawa altar ke sawah dan kandang
  1. Tokoh tokoh yang netral, mendamaikan, mendinginkan suasana, kita butuhkan... sek...
    Said on 2015-02-27 11:43:00
  2. Ya memang tidak mudah mempunyai jabatan dimana harus memimpin banyak golongan di...
    Said on 2015-02-27 11:27:00
  3. semangat pelayanan yang luar biasa, Tuhan memberkati karya Romo...
    Said maria warwanto on 2015-02-26 05:34:00
  4. Seorang Misioner sejati yang sangat langka pada zaman sekarang. Hidup Romo Caro...
    Said Sary on 2015-02-25 07:35:00
  5. Kalau boleh usul, sebaiknya praktek yang dilakukan di Aceh tetap di Aceh, jangan...
    Said on 2015-02-24 10:46:00
  6. Saya beranggapan ada side effect dari adanya hukuman mati (bukan efek jera). Di...
    Said on 2015-02-24 10:43:00
  7. Hari Valentine sesungguhnya adalah perayaan atau lebih tepatnya kenangan akan ke...
    Said jane on 2015-02-18 06:25:00
  8. Yang haram bukan hari nya valetine nya tapi manusia nya. Kalau cuma mikir nya ng...
    Said Guess on 2015-02-16 11:21:00
  9. Tentu semua negara harus berupaya yang semestinya; sebetulnya tiap pemerintah ya...
    Said on 2015-02-11 07:05:00
  10. Saya percaya ensiklik akan diterbitkan oleh Paus Fransiskus karena situasi yang...
    Said sr.yustina on 2015-02-08 08:42:00
UCAN India Books Online