UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Strategi Gereja dalam hadapi Pemilu 2014

Oktober 24, 2013

Strategi Gereja dalam hadapi Pemilu 2014

 

Pemilu 2014 makin hangat dan ada beberapa caleg yang sudah ditentukan. Menyikapi hal ini, Gereja pun angkat bicara.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Andreas A. Yewangoe menitipkan beberapa pesan, khususnya kepada para caleg Kristen:

Masalah nasionalisme yang tidak diatasi dengan baik

Persoalan-persoalan nasionalisme ini akan berujung pada disintegrasi bangsa jika tidak diatasi dengan baik.

“Persoalan GKI Yasmin bukan persoalan umat Kristiani, akan tetapi persoalan bangsa ini. Bila ada semangat nasionalisme, tidak mungkin terjadi penutupan GKI Yasmin, kekerasan pada Syiah dan Ahmadiyah,” ujar Pendeta Yewangoe, Selasa (22/10), seperti dilansir Jawaban.com.

Lebih baik kita menyakiti diri sendiri untuk sebuah perubahan

“Berdasarkan survei, masyarakat memandang Pemilu tidak bermanfaat bagi bangsa. Ini harus menjadi cambukan bagi para politisi yang ingin maju ke senayan. Lebih baik kita melakukan katarsis, menyakiti diri sendiri untuk sebuah perubahan,” ujarnya.

Jika jadi caleg untuk cari makan, lebih baik mundur

Menurut Pendeta Yewangoe, warga Gereja yang menjadi caleg harus mengedepankan politik untuk menjadi berkat bagi bangsa ini. “Kalau Anda ingin menjadi caleg untuk makan lebih baik tarik diri saja, buat apa,” katanya.

“Bila caleg Kristen berpikir sempit dan sektarian, maka tidak ubahnya dengan para politisi sektarian lainnya yang lebih mempertimbangkan pendirian negara syariah, ketimbang negara Pancasila. Tugas caleg adalah memperbaiki bangsa ini, bukan hanya untuk Kristen. Kalau itu yang diperjuangkan berarti kita berjuang dalam sekterian,” tambahnya lagi.

Umat Kristiani jangan Golput

Dia pun menghimbau agar umat Kristiani tidak Golput di Pemilu 2014. Contoh dampak buruk Golput yang dia kemukakan adalah tingginya Golput di Jerman yang mengakibatkan lahirnya pemimpin sadis dan bengis bernama Adolf Hitler. Untuk itu, dia juga mengimbau agar masyarakat jeli memilih caleg dan pemimpinnya.

“Jangan sampai terulang kembali kekuasaan tangan besi di era otoriter Orde Baru, karena masyarakat memilih Golput,” ujarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi