UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Mendagri imbau kepala daerah kerja sama dengan FPI

25/10/2013

Mendagri imbau kepala daerah kerja sama dengan FPI thumbnail

Nurul Arifin

 

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengimbau kepala daerah menjalin kerja sama dengan Front Pembela Islam (FPI). Dalam pembangunan daerah, kata Gamawan, kepala daerah seharusnya tidak alergi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas).

“Kalau perlu dengan FPI juga kerja sama untuk hal-hal tertentu. Iya kan? Kerja sama untuk hal-hal yang baik,” ujar Gamawan, dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Kawasan Perkotaan Tahun 2013, di Hotel Red Top, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2013), seperti dilansir kompas.com.

Seharusnya, lanjut dia, kepala daerah bekerja sama dengan ormas berdasarkan sifat kekhususannya.

“Jadi mari kita jalin kerja sama. Jadi posisinya itu tidak kita anggap sebagai suatu ormas yang terkesan berbeda. Tapi ini mitra kita. Kita manfaatkan secara maksimal,” kata mantan Gubernur Sumatera Barat itu.

Ia mengatakan, kerja sama dapat dilakukan dengan melibatkan ormas yang bersangkutan dalam program yang terkait dengan bidang kerja ormas.

“Misalnya, ormas lingkungan hidup, badan pengelolaan lingkungan hidup daerah (BPLHD), atau dinas kehutanan, bisa ajak bekerja sama,” katanya.

Menurutnya, tujuan utama pendirian ormas sebenarnya bersifat mulia. “Masyarakat madani itu ingin selalu ada partisipasi sosial. Kalau di Indonesia, dibentuk dalam lembaga ormas. Banyak ormas yang baik yang ingin membentuk pengabdian kepada masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Nurul Arifin mempertanyakan maksud Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang memberi imbauan kepada kepala daerah untuk bekerja sama dengan Front Pembela Islam (FPI) dalam menjalankan pembangunan dan program di daerah.

Menurut Nurul, imbauan Mendagri layak dipertanyakan karena dapat terjadi banyak penafsiran di dalamnya.

Nurul menyampaikan, bila maksud dari imbauan itu adalah untuk meningkatkan fungsi pengawasan, menurutnya, masih banyak lembaga lain yang lebih profesional. Nurul menyatakan akan menanyakannya langsung kepada Mendagri.

“Kenapa harus FPI, apa enggak ada yang lain untuk mengawasi? Saya akan pertanyakan lebih lanjut pada Mendagri. Emang enggak ada yang lain, yang kredibilitasnya lebih baik dari FPI,” kata Nurul, di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, imbauan Mendagri sama dengan memberi legitimasi pada keberadaan FPI yang sering kali mendapat penolakan dari masyarakat. Masyarakat akan menganggap pemerintah memperhitungkan FPI sebagai organisasi masyarakat yang profesional.

“Dampaknya itu, melegitimasi bahwa FPI adalah kelompok yang diperhitungkan, yang belum tentu sama dengan masyarakat,” tandasnya.

Foto: nurularifin.com

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  2. Malaysia membantah dinilai standar ganda menangani demonstran anti-Kristen
  3. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  4. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  5. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  6. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  7. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  8. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  9. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  10. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  1. Kardinal Myanmar menyerukan pemerintah untuk bersikap belarasa dan peduli dengan Rohingya
  2. Lebih dari 1.100 orang tewas di India akibat gelombang panas ekstrim
  3. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  4. Misionaris merajut kembali kebersamaan hidup yang hancur di Mindanao
  5. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  6. Pembaruan Karismatik Katolik akan mengadakan Konvenas XIII di Makassar
  7. Malaysia membantah dinilai standar ganda menangani demonstran anti-Kristen
  8. Ribuan anak Kamboja terlantar akibat ibu mereka dipenjara
  9. Gereja: Pemerintah Modi mulai memperhatikan terkait serangan terhadap minoritas
  10. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online