UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Kardinal Tagle berbicara tentang angin perubahan akibat sekularisasi

29/10/2013

Kardinal Tagle berbicara tentang angin perubahan akibat sekularisasi thumbnail

 

Luis Antonio Kardinal Tagle, Uskup Agung Manila, Filipina, merupakan salah satu peserta sidang pleno Dewan Kepausan untuk Keluarga pekan ini.

Dalam sebuah wawancara dengan Susy Hodges ia berbicara tentang “angin perubahan” akibat sekularisasi dan media baru yang mengejutkan keluarga-keluarga di Filipina dan bagaimana Gereja dapat menjawab tantangan ini.

Kardinal itu juga berbicara tentang ambivalensi keberhasilan masyarakat modern dan luka akibat situasi ini bagi individu dan keluarga.

Kardinal Tagle mengatakan dia bersyukur bahwa “nilai-nilai tradisional yang telah membuat keluarga hidup bersama-sama” dan nilai-nilai itu masih dipegang teguh di tanah airnya, namun ia mengakui bahwa “keluarga mulai melihat efek dari sekularisasi dan media” serta “angin perubahan” yang disajikan.

Ketika ditanya apakah “angin perubahan” tersebut akan menjadi sebuah ancaman, ia menjawab “dalam arti rasa ya” tetapi ia menambahkan bahwa ia percaya bahwa sumber daya dan imajinasi keluarga-keluarga akan dapat mengalahkannya.

Sementara itu  ia yakin bila Gereja mampu berkomunikasi dengan semua orang “yang membayangi budaya” “keindahan dari keluarga” dan mencatat bahwa banyak umat berbagi nilai-nilai dengan non-Kristen dan dapat digunakan untuk membentuk sebuah “misi dan visi” umum tentang masalah penting ini.

“Gereja,” kata Kardinal Tagle, “perlu menyajikan wajah manusia Yesus” dan melanjutkan pembicaraan tentang bagaimana manusia “adalah sangat menyadari ambivalensi keberhasilan (masyarakat modern) dan luka akibat situasi ini bagi individu dan keluarga.”

Ditanya tentang Paus Fransiskus, Kardinal Tagle mengatakan,  kerendahan hati Bapa Suci dan keinginannya untuk dekat dengan umatnya sungguh bergaung di tengah umat beriman dan itulah cara untuk menginjili, khususnya di Asia.

Sumber: Cardinal Tagle speaks out against secular winds of change

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pimpinan Gereja bertekad memerangi radikalisme dan terorisme
  2. Gereja Katolik ‘resmi’ di Tiongkok dalam krisis otentisitas
  3. Pencari suaka Kristen Pakistan di Sri Lanka takut dideportasi
  4. Pemimpin Ordo Religius: Sikap diam warga terkait pembunuhan sangat berbahaya
  5. Unika Atma Jaya – IIF gelar konferensi pemberdayaan manusia Indonesia
  6. Gizi untuk keluarga-keluarga termiskin
  7. Vatikan memberikan penghargaan kepada dua warga Banglades
  8. Nepal dan impian pelayanan kesehatan
  9. Kamp paroki membantu meningkatkan iman anak
  10. Kardinal Myanmar: Semua pihak memiliki kewajiban moral membangun perdamaian
  1. Jarang kita dengar berita kebaikan dari suatu pemerintah.. ini salah satunya. L...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-22 11:22:02
  2. Orang mau menyumbang organ badan atau mata dsb. pantasnya tidak diminta, tidak d...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-16 14:53:44
  3. Tidak perlu dibaca - kalau dari keuskupan pasti hal hal yang baik......
    Said Jenny Marisa on 2016-08-15 13:23:14
  4. Memang ada orang yang terpanggil untuk "pembersihan" kebobrokan... Pikir2 lagi, ...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-14 19:25:14
  5. Jadi bukan terrorist.. itu lebih gawat....
    Said Jenny Marisa on 2016-08-10 10:41:31
  6. Tidak dapat mengubah pembantaian, ya tinggal mendoakan saja untuk arwah korban.....
    Said Jenny Marisa on 2016-08-09 10:06:22
  7. Belajar dari gereja di Barat adalah sangat baik bagi orang Katolik Cina yang kir...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-04 09:22:18
  8. Benar kata imam Abdelatif Hmitou, karena jelas didengar dan mudah dimenterti sia...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-30 13:31:58
  9. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
  10. Susah untuk diungkapkan. Ini nampaknya noda satu satunya(?)di pemerintahan Jokow...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-28 21:28:59
UCAN India Books Online