UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Keluarga korban peristiwa pembantaian 1965 diserang

29/10/2013

Keluarga korban peristiwa pembantaian 1965 diserang thumbnail

Para anggota keluarga korban 1965/1966 menghadiri aksi kamisan di seberang Istana Presiden.

 

Anggota keluarga korban pembantaian massal 1965-1966 – yang dituduh bagian dari komunis – diserang oleh kelompok anti-komunis, Minggu (27/10) saat mereka hendak menggelar pertemuan dengan sesama anggota keluarga korban lainnya di Sleman, Yogyakarta.

Syamsudin Nurseha, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta mengatakan kepada ucanews.com, Senin, sebanyak 30 orang anggota keluarga yang dianggap eks komunis ini hendak menggelar acara pelatihan pembuatan pupuk organik di Wisma Santidharma, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman saat kelompok Forum Anti Komunis Indonesia (FAKI) tiba-tiba menyerang.

“Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya mereka untuk meningkatkan kemampuan ekonomi sesama sebagai keluarga korban”, kata Nurseha.

Sebelum kegiatan berlangsung, katanya, polisi dan aparat setempat mendatangi lokasi kejadian, dan menanyakan maksud kegiatan tersebut serta mengabarkan akan ada kelompok yang berencana menyerang.

“Mendapat informasi demikian, panitia pun membatalkan acara ini. Tetapi, kemudian, tiba-tiba datang kelompok FAKI lalu memukul peserta. Lima orang mengalami luka”, katanya. “Saat itu, aparat dan polisi sudah tidak ada di tempat”.

Para korban luka dilaporkan terkena pukulan di bagian wajah.

Nurseha menegaskan, saat ini LBH berupaya mengadvokasi masalah ini, serta mendesak agar aparat mengambil langkah hukum untuk menindak pelaku.

“Negara gagal melindungi warganya. Para pelaku harus diproses sehingga hal serupa tidak terjadi lagi”.

Eva Kusuma Sundari, Anggora DPR Bidang Hukum dan HAM mengatakan, menyesalkan tindakan aparat yang tidak mampu melakukan pencegahan walau sudah mengetahui informasi penyerangan sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa kelompok korban memiliki hak yang sama untuk berkumpul dan mendapat perlindungan dari negara.

“Mereka sebagai kelompok minoritas di negara ini seharusnya dilindungi”, katanya.

Selain itu, kata Eva, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mesti segera menuntaskan kasus pembantaian massal 1965-66 yang tergolong masalah pelanggaran HAM berat, karena hal ini terus menimbulkan luka dalam sejarah serta potensial melahirkan konflik horizontal di masa mendatang.

Bedjo Untung, Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65) mengatakan, keluarga kelompok yang dituduh eks komunis di Indonesia masih mengalami stigmatisasi dan dicap terus memperjuangan ideologi komunisme.

“Padahal, itu tidak benar. Tapi, kami masih saja mengalami kekerasan dan diskriminasi”, jelasnya.

Ia menegaskan, serangan kelompok anarkis tidak akan menyurutkan perjuangan mereka sebagai korban dan keluarga korban pembantaian massal 1965-66 untuk menuntaskan kasus ini.

“Pertemuan yang berlangsung di Sleman itu hanya pertemuan biasa, untuk memupuk solidaritas sesama korban dan memberdayakan ekonomi mereka. Tapi serangan itu tidak mematahkan komitmen kami”.

Sementara itu, Burhannudin, Ketua FAKI  DIY mencurigai kegiatan tersebut sebagai kongres kader-kader Partai Komunis Indonesia (PKI), yang berkedok arisan dan karena itu wajib dibubarkan.

Menurutnya, tidak ada toleransi bagi kegiatan-kegiatan PKI di Yogyakarta.

“Tidak ada ampun bagi orang-orang komunis berada dan mengadakan pertemuan di Yogya. Itu sudah harga mati,” tegasnya seperti dilansir Kompas.com.

Lebih dari setengah juta orang dilaporkan menjadi korban pembantain masal pada tahun 1965-66 karena dituduh sebagai anggota atau simpatisan PKI.

Hingga kini, keluarga korban masih menuntut agar para pelaku, yang sebagiannya masih hidup, diadili serta menuntut negara menyatakan permohonan maaf atas tragedi tersebut.

Film dokumenter Act of Killing, besutan sutradara Joshua Oppenheimer yang dirilis  tahun lalu mengungkap pengakuan 2 algojo yang terlibat dalam pembantaian ini, sebuah bukti bahwa masih ada pelaku yang masih hidup.

Ryan Dagur, Jakarta

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Lomba lukisan tentang iman Katolik untuk menemukan seniman muda
  2. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  3. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  4. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  5. Pembunuh biarawati: Pengampunan keluarga memberikan 'kehidupan baru' bagi dia
  6. Kemenag siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama
  7. Umat Katolik protes terkait perampasan lahan Gereja oleh pemerintah
  8. Kekerasan terus terjadi, Gereja Papua minta negara serius lindungi warga
  9. Diskriminasi Ras vs Sumpah Pemuda
  10. Anarkisme umat Islam akibat salah menafsirkan Alquran
  1. Paus Fransiskus: Jangan menjadi orang Kristen kalau berperilaku buruk
  2. Anarkisme umat Islam akibat salah menafsirkan Alquran
  3. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  4. Kardinal Tagle: Jadwal Paus akan padat selama kunjungan ke Filipina
  5. Tuntaskan Konflik Papua
  6. Kapel Sistina dipasang dengan sistem pencahayaan baru untuk melestarikan lukisan
  7. Sejumlah agamawan Indonesia ikuti dialog lintas agama di Polandia dan Slowakia
  8. Paus desak para aktivis berjuang melawan ‘penyebab kemiskinan struktural’
  9. Kemenag siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama
  10. Ketulusan Jokowi menjadi obat pengungsi Sinabung
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online