Paus Fransiskus menerima Aung San Suu Kyi

29/10/2013

Paus Fransiskus menerima Aung San Suu Kyi thumbnail

 

Jauh dan belum begitu akrab. Kemarin Paus Fransiskus menerima pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi di Perpustakaan Kepausan Loggia kedua di Vatikan.

Ada “kesamaan dan keselarasan yang luar biasa” pertemuan di antara Paus dengan “tokoh simbolis dari dunia Asia,” kata Juru Bicara Takhta Suci, Pastor Federico Lombardi SJ.

Audiensi Paus dengan pemimpin demokrasi Burma dan ikon hak asasi manusia itu adalah sebuah peristiwa bersejarah – meskipun tidak langsung berdampak pada politik, agama dan budaya.

Menurut pemimpin oposisi Burma, jika perubahan tidak dilakukan melalui Konstitusi, pemilihan Presiden di Myanmar tahun 2015 tidak akan demokratis, adil atau representatif.

Tahun 2015 rakyat Myanmar akan pergi ke tempat-tempat pemungutan suara untuk pemilihan parlemen dan pemungutan suara itu akan memperbaharui seluruh parlemen yang kemudian akan memilih kepala Negara.

Negara ini merayakan pemilu pertama secara bebas dalam sejarah setelah beberapa dekade kediktatoran militer, dan tahun 2012 menandai pintu masuk pemimpin Liga Nasional untuk Demokrasi (LND) itu  ke parlemen setelah menghabiskan 15 dari 22 tahun terakhir dalam tahanan rumah atas perintah junta. Suu Kyi mengumumkan dia ingin menangani kantor tertinggi di negara ini.

Tapi, pertama-tama Konstitusi perlu diubah. Ini disetujui oleh militer tahun 2008  dan masih memuat ketentuan yang mencegah pemimpin yang de facto terpilih secara demokratis. UU itu menyatakan bahwa warga yang sudah menikah atau memiliki anak berkewarganegaraan asing tidak dapat dipilih.

Michael Aris, ayah dari dua putra dan seorang putri, suami dari Suu Kyi adalah warga negara Inggris. Ia meninggal akibat sakit tahun 1999, lapor AsiaNews.

“Setiap negara – bukan hanya saya – membutuhkan perdamaian. Damai datang dari hati dan untuk mencapainya, setiap sumber yang menciptakan kebencian dan ketakutan perlu diberantas,” kata Suu Kyi dalam sebuah pernyataan.

Sumber: Pope Francis receives Myanmar’s Aung San Suu Kyi

 

  • Hadrianus Wardjito

    Kapan ya tokoh “Yang katanya Tolerant” akan bertemu Sri Paus? Eh, maksudnya “SBY”.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Alasan Kristenisasi, acara kamp Gereja dibubarkan
  2. Merasakan internalisasi toleransi lewat OBOR
  3. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  4. Petani kopi Timor Leste harus berjuang mencari sumber pendapatan lain
  5. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  6. Kampanye pembongkaran salib di Tiongkok menyebar ke keuskupan lain
  7. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  8. Gereja Katolik Tiongkok sambut baik dengan gereja baru yang disumbangkan pemerintah
  9. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  10. Gubernur Sulut dukung pembangunan pusat kaum muda Katolik
  1. Kampanye pembongkaran salib di Tiongkok menyebar ke keuskupan lain
  2. Gereja Malaysia akan menerbitkan Evangelii Gaudium dalam Bahasa
  3. Umat Kristiani merayakan 50 tahun kemerdekaan Singapura
  4. Komunitas Sant’Egidio adakan buka puasa bersama dengan lebih dari 500 warga miskin
  5. Perduki gelar pasar murah untuk warga Muslim guna meningkatkan toleransi
  6. Merasakan internalisasi toleransi lewat OBOR
  7. Kardinal Tagle menyerukan sumbangan Internasional untuk Kongres Ekaristi
  8. Gereja Katolik Tiongkok sambut baik dengan gereja baru yang disumbangkan pemerintah
  9. Kelompok ekumenis menyerukan dimulainya kembali pembicaraan dengan pemberontak
  10. Petani kopi Timor Leste harus berjuang mencari sumber pendapatan lain
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online