UCAN Indonesia Catholic Church News
LA CIVILTÀ CATTOLICA

Pembangunan kembali sekolah Katolik membawa harapan bagi Fukushima

29/10/2013

Pembangunan kembali sekolah Katolik membawa harapan bagi Fukushima thumbnail

 

Sebuah playgroup indoor (taman bermain dalam ruangan) baru di sebuah sekolah Katolik di Fukushima, Jepang yang dilanda gempa dipuji oleh penduduk setempat sebagai “mercusuar harapan untuk pemulihan di kawasan itu.”

TK St. Maria Sakura, yang dikelola oleh Kongregasi Suster-Suster Notre Dame (SDN), rusak parah akibat gempa pada Maret 2011 dan terekat itu telah menghabiskan dua tahun terakhir untuk membangun kembali sekolah tersebut.

“Siapapun dapat melihat kondisi fisik anak-anak Fukushima telah menurun sejak mereka kehilangan kesempatan untuk bermain di luar ruangan,” kata Suster Kayoko Shibata SDN. “Untuk mengatasi hal ini, kami membangun sebuah plygroup indoor.”

Suster itu mengatakan ketika gedung baru hampir selesai penduduk lokal memuji, dengan mengatakan “gedung ini adalah sebuah mercusuar yang memberikan harapan bagi pemulihan Fukushima.

“Dan dengan pujian itu mendorong kami untuk membangkitkan orang muda untuk berkontribusi bagi pemulihan itu,” katanya.

Gedung itu secara resmi dibuka pada awal September dengan acara pemberkatan oleh Uskup Martin Tetsuo Hiraga dari Sendai.

Dievakuasi setelah gempa terjadi, para suster itu menyewa sebagian dari sebuah gedung sekolah dasar tetangga.

Kerusakan gedung itu bukan satu-satunya masalah yang dihadapi oleh para suster itu. Jumlah siswa yang mendaftar menurun tajam karena orang melarikan diri dari daerah tersebut untuk menghindari paparan radiasi.

Selama 30 bulan sejak bencana tersebut, sekolah itu telah menghabiskan banyak energi akibat dekontaminasi yang terus terjadi seiring dengan pemulihan bangunan rusak.

‘Ruang Persahabatan,’ demikian nama playgroup itu, terletak di dalam gedung yang direnovasi, melindungi anak-anak dari paparan radiasi di sekitarnya. Tempat itu menggunakan pelindung yang tidak terkontaminasi dari kotoran. Dengan jarak sekitar 130 kilometer dari Prefektur Niigata, tempat itu  memiliki berbagai sarana termasuk ayunan, bak pasir,  peluncur dan alat-alat fitness.

Kongregasi itu mengatakan playgroup itu akan disediakan juga bagi semua anak, bukan hanya mereka yang menghadiri sekolah tersebut. Ini merupakan upaya terbaru para suster membantu warga kota membangun kembali kehidupan mereka.

Setelah kejadian gempa itu, para suster segera menawarkan untuk mengambil anak-anak yatim akibat bencana itu. Dalam minggu-minggu berikutnya, para suster memberikan beasiswa untuk keluarga yang terkena dampak dengan mendaftarkan anak-anak dalam jaringan sekolah mereka di Kota Fukushima, bahkan menyediakan biaya hidup kepada mereka yang membutuhkan. Sekitar 12 siswa masih dilayani oleh program ini.

Kongregasi itu juga memberikan pelatihan bagi para relawan untuk membimbing mereka yang masih menderita trauma yang disebabkan oleh goncangan gempa, tsunami dan radiasi.

“Pelayanan ini” telah menonjol di wilayah itu karena dukungan para relawan beralih dari perawatan fisik ke perawatan psikologis dan spiritual bagi mereka yang berdampak.

Sumber: Rebuilt Catholic school brings hope to Fukushima

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Seorang imam di Cina diadili tanpa ada putusan
  2. Umat Katolik ikut protes menentang rudal Korea Selatan
  3. Imam ini menuduh pemerintah mengincar aktivis Filipina
  4. Kecurigaan atas terpilihnya Carrie Lam jadi pemimpin Hong Kong
  5. Suster yang dibunuh di India ini akan segera dibeatifikasi
  6. Paus minta calon penerima Krisma agar tidak lakukan ‘bully’
  7. Militer Myanmar hadang bantuan untuk pengungsi
  8. Gereja di NTT dapat nilai merah untuk keterlibatan sosial
  9. Etnis Rakhine tolak status kewarganegaraan Rohingya
  10. Calon terkuat pemimpin Hong Kong ini bicara soal iman Katolik
  1. tidak nyaman untuk Hongkong......
    Said Jenny Marisa on 2017-03-28 16:18:04
  2. Salut utk postingan ini, rupanya kerajaan Allah sangat dekat dihati jika org org...
    Said Oklan liunokas on 2017-03-28 12:52:25
  3. Bagaimana mau memperhatikan kesejahteraan umatnya, di bebera desa, umatnya dimin...
    Said Boni on 2017-03-28 06:58:45
  4. Sangat bagus untuk kami renung...
    Said Paulus Parmos on 2017-03-27 20:24:30
  5. Ini menjadi tganggung jawab semua pihak. Para tokoh di mana saja ikut bertanggun...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-03-27 15:26:32
  6. kesejahteraan fisik, material, harus diperhatikan oleh permerintah. Upaya gereja...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-27 10:50:35
  7. Retreat is really helpful and crucial since by having special chance in silence ...
    Said Alot Andreas on 2017-03-26 15:18:10
  8. industri malah sering bikin susah.. di Indonesia saat ini petani menolak dibangu...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-23 11:34:22
  9. alam yang subur, tanah pertanian, perkebunan sayang kalau digunakan untuk indust...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-23 08:57:04
  10. Tetap maju terus perjuangan hidup di planet ini penjara besar sudah terlepas mak...
    Said NIKODEMUS KOWIP on 2017-03-21 15:38:37
UCAN India Books Online