UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pendidikan seks boleh masuk dalam kurikulum sekolah

Oktober 31, 2013

Pendidikan seks boleh masuk dalam kurikulum sekolah

 

Pemerintah DKI Jakarta dapat mengubah kurikulum dengan memasukan pendidikan seks di sekolah-sekolah formal dalam menanggapi pembuatan sebuah video “porno” oleh siswa SMP yang belum lama¬†ini yang beredar luas di Internet.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi mengatakan pada Selasa kejadian itu mendorong sekolah-sekolah untuk memasukkan pendidikan seks dalam agenda mereka, meskipun itu tidak diamanatkan dalam kurikulum.

“Pendidikan seks dapat dimasukkan dalam mata pelajaran. Hal ini membutuhkan evaluasi kurikulum,” katanya kepada The Jakarta Post .

Tahun lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menolak tuntutan bahwa pendidikan seks itu lebih baik diajarkan di sekolah untuk melindungi anak dari pelecehan seksual.

Menteri itu berpendapat pendidikan seks tidak perlu karena bisa mempromosikan perilaku amoral di kalangan orang muda.

Sebaliknya, kementerian itu merumuskan kurikulum baru yang telah diterapkan sejak Juli. Kurikulum 2013 terutama terdiri dari pendidikan kewarganegaraan, sejarah dan agama, serta “Pramuka” sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib.

Gubernur Joko “Jokowi” Widodo berbicara pada Senin tentang pentingnya memberikan pendidikan seks kepada anak-anak sehingga mereka bisa mengambil keputusan sendiri dengan baik.

Untuk menanggapi instruksi gubernur, Taufik mengatakan pihaknya akan mengadakan diskusi mengenai bagaimana mengajarkan pendidikan seks kepada kaum remaja untuk para kelapa SMP dan asosiasi orang tua di Sekolah Jubilee di Sunter, Jakarta Utara, pada 1-2 November.

Dia mengatakan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Badriyah Fayumi, serta seorang seksolog dan aktivis HIV/AIDS Bayi Jim Aditya, akan menjadi pembicara dalam seminar tersebut.

“Kami berharap kepala sekolah dan orang tua dapat lebih memahami bagaimana menangani remaja memasuki masa pubertas dan hidup di era informasi,” katanya.

Ia mengatakan kepala sekolah dan orang tua dalam komite sekolah juga diharapkan untuk mengadakan diskusi hal serupa kepada pada siswa dan orang tua.

Baru-baru ini, sebuah video “porno” yang dibuat oleh dua siswa SMP di Jakarta Pusat beredar luas di media sosial.

Juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan pada Selasa bahwa gadis dalam video tersebut memberi keterangan kepada polisi bahwa ia dipaksa oleh rekan prianya dan 10 teman lain yang menonton dan merekam adegan itu.

Sumber: The Jakarta Post

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi