UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Hentikan peradilan sesat kasus kebebasan beragama dan berkeyakinan

01/11/2013

Hentikan peradilan sesat kasus kebebasan beragama dan berkeyakinan thumbnail

 

Sebuah koalisi LSM yang fokus pada upaya advokasi persoalan HAM dan kebebasan beragama mendesak agar segala bentuk peradilan kasus kebebasan beragama dan berkeyakinan yang mereka dinilai “sesat” segera dihentikan.

“Pelanggaran terjadi di sejumlah tahapan peradilan, mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan”, tegas Koalisi Pemantau Peradilan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan ini dalam siaran pers yang diterima ucanews.com, Jumat (1/11).

Beberapa anggota koalisi ini antara lain Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), The Wahid Institute, SETARA Institute, Lembaga Bantuan Hukum (LH) Jakarta, Center for Marginalized Communities Studies – Surabaya (CMARs) Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Mereka mencontohkan kasus yang dialami Deden Sujana, anggota jemaat Ahmadiyah Cikeusik, Jawa Barat dan kasus yang dialami Tajul Muluk, pimpinan jemaat Syiah Sampang, Jawa Timur.

“Pada persidangan keduanya, hakim berpihak pada pelaku kekerasan dalam bentuk pernyataan dan pertanyaan yang mengintimidasi korban. Proses peradilannya selalu berada di bawah tekanan massa, baik di luar maupun di dalam ruang pengadilan”.

Kasus serupa, kata mereka, juga dialami Pendeta Palti Panjaitan dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia Bekasi, Jawa Barat yang mengalami kriminalisasi.

“Semula Palti didakwa melakukan penganiayaan dan perbuatan tak menyenangkan. Kini berubah mejadi perbuatan tindak pidana ringan”, ungkap mereka.

Mereka menambahkan, tidak hanya dalam kasus pidana, proses peradilan kasus-kasus perdata juga kerap diwarnai tekanan massa melalui pernyataan-pernyataan kebencian dan ancaman-ancaman yang bisa mempengaruhi independensi putusan hakim.

“Ini dialami dalam beberapa persidangan yang tengah berjalan di kasus IMB Gereja Katolik St. Stanislaus Kostka, Jatisampurna, Bekasi dan kasus penggembokan dan pemagaran dengan seng Masjid Al-Misbah (Ahmadiyah), Jatibening, Bekasi, di PTUN Bandung”.

Proses peradilan kasus-kasus tersebut dianggap jelas bentuk pelanggaran terhadap asas peradilan yang adil dan tak memihak (fair trial). Bentuk peradilan itu, kata mereka, merupakan peradilan sesat, karena tidak melindungi hak-hak korban.

“Sejauh ini pelanggaran-pelanggaran tersebut hanya didiamkan negara, tanpa dievaluasi dan dikoreksi”.

Mereka pun mendesak Ketua Mahkamah Agung memberikan sanksi terhadap hakim-hakim yang diduga melakukan pelanggaran serta Komisi Yudisial diminta memeriksa kasus-kasus pelanggaran etika para hakim.

Selain itu, Kapolri juga diminta memastikan aparat-aparat penyidik menghindari pola-pola kriminalisasi keyakinan dan memerintahkan bidang pengawasan internal memeriksa mereka yang diduga melanggar.

“[Kami juga] mendorong masyarakat sipil dan media massa ikut mengawasi jalannya peradilan kasus itu karena hak dan kebebasan segenap warga negara untuk beragama, berkeyakinan, dan beribadah dijamin konstitusi dan Kovenan Hak Sipil dan Politik yang sudah diratifikasi”.

Ryan Dagur, Jakarta

 

2 Comments on "Hentikan peradilan sesat kasus kebebasan beragama dan berkeyakinan"

  1. Siantar Man on Sat, 2nd Nov 2013 8:25 am 

    Hancur sudah harapan bangsa, Gara-gara pemimpin kita ratusan juta penduduk indonesia berperang untuk saling membenci. Semoga kelak kamu para pejabat dan petinggi negara ini dihukum seberat-beratnya. Ingat anda semua adalah penghancur negara ini. Para pencinta kebencian dan intoleransi akan mendapat hukuman dari Tuhan. Bersiaplah, kami akan kuat mendoakan anda untuk bertobat tetapi kalau anda tidak mau berubah secepatnya juga anda akan disiksa di api neraka. Selamat buat anda telah menjadikan bangsa ini menjadi bangsa pengikut setan. Keturunan anda dan anak cucu anda akan kami hancurkan sebagai balasan buat perilaku anda saat ini. Ukuran yang kamu pakai akan diukurkan kepada kamu juga. Apa yng kamu tabur itulah yang kamu tuai. Anda hanyalah sebuah generasi yang tidak mencintai keturunan anda, dan menggiring mereka ke dalam kehancuran hingga beberapa generasi seterusnya. Ingat itu, Selamat buat anda penggiring ke dalam kehancuran. Proficiat bosss…




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Keuskupan Vietnam kecam tindakan represif terhadap demonstran
  2. Duta Besar Vatikan yang baru tiba di India
  3. Gereja warisan dalam bahaya, kata para ahli
  4. Pastor, biksu, dan umat awam berterima kasih atas harga obat murah
  5. Pendukung anti-hukuman mati melakukan perang salib di Kongres
  6. Tidak ada keadilan bagi minoritas Kristen di Pakistan
  7. Para petani organik beruntung dengan pasar yang dikelola Gereja
  8. Yesuit dukung bangun kembali sekolah setelah gempa Nepal
  9. Tergerak oleh belas kasih, sebuah paroki melayani orang miskin
  10. Renungan Hari Minggu Biasa VII/A bersama Pastor Bill Grimm
  1. Rama yth. Menurut iman saya, semua orang katolik punya kuasa mengusir setan.....
    Said markoes padmonegoro on 2017-02-06 12:43:43
  2. Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-03 13:57:52
  3. Tidak salah orang mempunyai harapan keselamatan seperti hal sederhana seperti in...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-02 21:30:20
  4. Ikut senang.....
    Said Jenny Marisa on 2017-02-01 14:16:51
  5. Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-30 12:24:36
  6. Pada akhirnya Surabaya menjadi pionir untuk penutupan lokalisasi, Risma memulai,...
    Said Agustinus Utomo on 2017-01-29 02:09:19
  7. tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-28 15:40:09
  8. Mas bisa bantu kami ga buat pelayanan pekerjaan Tuhan di kalimantan?...
    Said Daniel Malonda on 2017-01-27 11:58:36
  9. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  10. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
UCAN India Books Online