UCAN Indonesia Catholic Church News

Indonesia, negara dengan sanitasi terburuk kedua di Dunia!

01/11/2013

Indonesia, negara dengan sanitasi terburuk kedua di Dunia! thumbnail

 

Kini sudah seharusnya para pemangku kepentingan di Indonesia benar-benar mencermati bahwa pembangunan sanitasi di Indonesia masih relatif rendah.

Hal itu terungkap pada Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2013 di Jakarta, Rabu (30/10/2013), bertema “Menuju Pelayanan Prima Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat Melalui Penguatan Institusi Daerah dan Pelibatan Swasta Lokal”, seperti dilansir kompas.com.

Pada konferensi yang diselenggarakan oleh World Bank Water Sanitation Program (WSP) itu terungkap, bahwa Indonesia berada di urutan kedua di dunia sebagai negara dengan sanitasi buruk.

Menurut data yang dipublikasikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 63 juta penduduk Indonesia tidak memiliki toilet dan masih buang air besar (BAB) sembarangan di sungai, laut, atau di permukaan tanah.

Menurut data Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia (MDG), pada 2010 cakupan pelayanan air minum di Indonesia baru mencapai 46 persen. Padahal, target di 2015, Indonesia harus sudah mencapai 68,87 persen. Sementara itu, target pemenuhan akses sanitasi layak harus mencapai 62,41 persen.

Memang, meski terdengar sepele bagi penduduk kota yang berkelimpahan pasokan air bersih, masalah seputar ketersediaan air bersih dan fasilitas sanitasi di daerah-daerah lain ternyata cukup parah. Karena itulah, perlu kerjasama berbagai pihak untuk segera memperbaiki hal ini.

“Sanitasi termasuk target MDG (Millenium Development Goal). Mungkin ini target tiga tahun lalu. Saat ini, akses kita sudah 57 persen. Ada optimisme, targetnya 62 persen. Informasi dua minggu lalu dari BPS, di kuartal pertama 2013 ternyata sanitasi kita maju satu persen. Akhir 2013 ini bukan tidak mungkin sampai empat persen. Jadi, saya optimistis,” kata Nugroho Tri Utomo, Direktur Perumahan dan Permukiman Bappernas, menanggapi kekhawatiran publik.

Menurut Nugroho, jika usaha ini tidak terhenti di tahun depan, maka target tentu akan terpenuhi. Sementara masalah kedua adalah masalah kesadaran. Nugroho bersikeras akan mendukung segala kegiatan yang mampu mendorong kesadaran penduduk Indonesia, lewat jalur pendidikan, agama, maupun ekonomi. Intinya, kesadaran harus didahulukan.

Menanggapi hal itu, Direktur Pengembangan Air Minum Kementerian Pekerjaan Umum Danny Sutjiono, dan Direktur Penyehatan Lingkungan Ditjan P2PL Kementerian Kesehatan Wilfred H. Purba mengaku sependapat dengan Nugroho. Keduanya menyatakan sepakat, bahwa bukan tidak ada usaha untuk menyediakan sanitasi memadai dan akses ke air bersih. Bahkan, masyarakat yang ada di daerah umumnya justeru mengedepankan konsep gotong royong untuk mengusahakan hal ini. Dengan kata lain, yang terjadi adalah sebuah proses.

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Romo Magnis: Pemeluk agama tak sama dengan pendukung bola
  2. Renungan Minggu Biasa XXIII bersama Pastor Bill Grimm
  3. Kehadiran minoritas harus memberi arti bagi mayoritas
  4. Tanggapan Gereja Katolik Asia terhadap Laudato si' dalam mengatasi perubahan iklim
  5. Umat Katolik di Tiongkok desak bebaskan uskup lansia yang sakit dan lama dipenjara
  6. TV María akan menampilkan acara untuk anak-anak, orang muda
  7. Kardinal Hong Kong: Ia tidak diundang ke Sinode tentang Keluarga
  8. Para uskup AS belajar isu migran di Malaysia
  9. Cendikiawan Muslim: Pemerintah harus mengambil langkah pemblokiran situs radikal
  10. Warga masih trauma dan derita fisik akibat perang saudara selama 26 tahun
  1. Renungan Minggu Biasa XXIII bersama Pastor Bill Grimm
  2. Dua Kardinal Hong Kong berbeda pendapat terkait pembicaraan Vatikan-Tiongkok
  3. Umat Katolik menyerukan kanonisasi mantan uskup agung Dhaka
  4. OMK Kamboja dan Laos rayakan Hari Kaum Muda pertama
  5. Pembangunan katedral bersejarah di Singapura masih butuh dana
  6. Umat Katolik Paroki Santa Clara merindukan gereja
  7. Sekolah di Timor Leste masih berjuang dengan kebutuhan dasar
  8. Gereja Katolik dukung aksi mogok nasional pekerja di India
  9. Gereja: UU Ras dan Agama Myanmar bisa menimbulkan perpecahan
  10. Cendikiawan Muslim: Pemerintah harus mengambil langkah pemblokiran situs radikal
  1. Kapan Tiongkok itu jadi negera yang normal - sehat lahir batin?...
    Said on 2015-09-03 08:54:00
  2. Tentu saja kesibukan sebatas Liturgi - Altar, perlu diimbangi dengan ketegasan p...
    Said sani@ on 2015-08-21 11:51:00
  3. Silahkan baca di teks ini selengkapnya...terima kasih.. http://www.mirifica.net...
    Said on 2015-08-19 14:30:00
  4. “Dalam perjalanan ke depan, Gereja Katolik memandang bahwa pemerintah dan para p...
    Said kristiadjirahardjo on 2015-08-17 10:55:00
  5. Undangan kepada Bapa Suci dr Menag unt berkunjung ke Indonesia,tentu sangat meng...
    Said tarcisius fenfat on 2015-08-15 10:51:00
  6. Menuju keteraturan......
    Said on 2015-08-14 16:46:00
  7. Baik sekali kalau Bpk Menteri kunjung ke Vatikan.....
    Said on 2015-08-14 16:45:00
  8. Salut kepada menteri agama t ksi atas upayanya utk mengundang bp paus franciskus...
    Said Eduardus on 2015-08-13 13:29:00
  9. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
  10. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
UCAN India Books Online