UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Directory | A service of UCA News

Kisah pastor Jerman bekerja dengan dua Gereja Katolik di Cina

01/11/2013

Kisah pastor Jerman bekerja dengan dua Gereja Katolik di Cina thumbnail

 

Adalah tahun 2004 ketika Pastor Michael Bauer meninggalkan posnya sebagai caplain (pastor militer) di kota terpencil Zuelpich, Jerman, untuk menerima tugas baru di Shanghai, Cina.

Peluang bisnis yang berlimpah di Cina, dan kedatangan banyak pengusaha dari luar negeri, warga ekspatriat Jerman – seperti banyak warga lain – telah berkembang pesat selama satu dekade. Maka ketua presidium Konferensi Waligereja Jeman menunjuk pastor  berusia 44 tahun itu sebagai pastor komunitas Katolik Jerman di negara raksasa yang sering disebut: Republik Rakyat Cina.

Tahun 2009 ia juga menjadi imam yang mendirikan paroki baru St. Joseph Freinademetz di Beijing, nama seorang misionaris Tyrolean abad ke-19 yang melakukan misinya ke Cina.

Para imam teolog dan filsuf sekarang memiliki jadwal yang padat, pergi pulang antara Beijing dan Shanghai. “Saya menghabiskan tiga atau empat hari setiap minggu di masing-masing dua kota tersebut”, katanya.

“Shanghai lebih terbuka dan toleran. Kami memiliki gereja. Di Beijing Misa Minggu diadakan di kedutaan Jerman.”

Dengan menggunakan waktu liburnya, ia bergabung dengan sebuah kelompok dari 11 imam Katolik Jerman di Bangkok pekan lalu untuk menghadiri konferensi dua tahunan mereka. Kelompok ini memberikan pelayanan pastoral bagi ekspatriat di seluruh wilayah Asia-Pasifik – Jepang, Cina, Hong Kong, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Jakarta, Flores, Bangalore, New Delhi dan Australia.

Di sela-sela konferensi itu Pastor Bauer berbicara tentang realitas dan tantangan panggilan saat ini.

Tantangan terbesar adalah menjadi seorang imam Katolik di negara yang efektif memiliki dua Gereja Katolik: Asosiasi Patriotik Katolik Cina yang diakui pemerintah dan Gereja ‘bawah tanah’ yang tetap setia kepada Roma.

Karena kesulitan untuk memperoleh visa Cina dan izin kerja sebagai seorang imam Katolik, Pastor Bauer mengajukan permohonan visa belajar untuk mendapat gelar master dalam ilmu kebudayaan Cina di Shanghai Normal University. Dengan rambut acak-acakan dan berkaca mata ala John Lennon, Pastor Bauer dengan mudah menyelesaikan pendidikannya.

Namun sebagai seorang imam, dia secara terbuka melayani paroki ekspatriat Jerman, pada hari Minggu, mempersiapkan anak-anak untuk Komuni Pertama, menyelenggarakan kegiatan komunitas, tempat dan waktu Misa Minggu dan acara paroki serta newsletter yang diterbitkan pada situs web paroki.

“Tentu saja mereka tahu, apa yang saya lakukan. Masalah visa tidak perlu khawatir,” katanya, pelayanannya tidak merasa terganggu di Cina, khususnya antara Gereja yang diakui dan Gereja ‘bawah tanah’, pemerintah komunis di Beijing dan Paus di Roma.

“Para pastor paroki dan saya sendiri diberi toleransi selama kami membatasi diri untuk melayani umat Katolik Jerman, Austria dan Swiss dan tidak memberi amplop. Pihak berwenang juga mentolerir bila kami mengadakan Misa hari Minggu. Tapi, kami akan mengalami kesulitan jika kami mempromosikan pelayanan kami di kalangan komunitas Katolik Cina yang lebih luas.”

Saat ini 70 imam Katolik Jerman dan dibantu sejumlah awam melayani komunitas ekspatriat Katolik Jerman di seluruh dunia. “Sejauh yang saya tahu, Konferensi Waligereja Jerman adalah satu-satunya yang menyediakan pelayanan seperti ini untuk para ekspatriat,” kata Mgr Peter Lang, kepala Sekretariat Bidang Luar Negeri Konferensi Waligereja Jerman.

Seperti Pastor Bauer, sebagian besar imam harus ke tempat misi. Pastor Hans-Joachim Fogl di Singapura, misalnya, juga melayani komunitas Katolik Jerman di Kuala Lumpur, Pastor Hans Cornelsen di New Delhi saat ini menyiapkan sebuah paroki berbahasa Jerman di Mumbai, dan Pastor Joerg Dunsbach berbasis di Bangkok meliputi dua kota lain di Thailand dengan populasi ekspatriat yang besar.

Para imam mengatakan itu adalah pekerjaan yang tidak satupun dari mereka akan mampu melakukannya tanpa kerjasama yang erat dengan rekan-rekan mereka dari ekspatriat Protestan Jerman. Pastor Dunsbach, selaku tuan rumah konferensi itu, memberikan kesaksian tentang hal ini dalam sambutannya saat resepsi.

Para tamu terhormat, termasuk uskup agung Bangkok, duta besar Jerman dan Austria serta para pemimpin Gereja Protestan, semua sepakat ketika Pastor Dunsbach mengatakan: “Kami sedang duduk di perahu yang sama. Mungkin di tempat yang berbeda, tapi kami sedang menuju ke arah yang sama.”

Sebuah contoh yang baik dari kerjasama ini antara Katolik dan Protestan berasal dari komunitas expatria di Beijing. Pastor Bauer mengatakan: “Kami bahkan berbagi halaman rumah.”

Sumber: The reality of working with two Catholic Churches

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  2. Komnas HAM kirim tim ke lokasi penembakan terhadap polisi
  3. Puluhan orang cedera dalam upaya menghentikan pembongkaran gereja
  4. Lebaran, para biarawati bersilaturahim dengan Jokowi
  5. Paus Fransiskus: Gosip, marah, gusar akibat selibat tidak berbuah
  6. Pasca Pilpres: Umat Kristiani Terbelah
  7. Kebebasan beragama harus menjadi prioritas presiden terpilih Jokowi
  8. Prancis memberikan suaka kepada orang-orang Kristen Irak
  9. Polisi dinilai lalai cegah peredaran video WNI ISIS
  10. Menteri Agama ingin semua agama dilayani negara
  1. Sejarah singkat Kekristenan di Timur Tengah
  2. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  3. Pendukung ISIS terancam hukuman
  4. Menteri Agama minta umat Muslim di Indonesia tak terpengaruh ISIS
  5. Sejumlah fasilitas paroki di Gaza terkena serangan bom
  6. Presiden harus dorong Freeport bangun Smelter di Papua
  7. Konferensi Gereja Katolik Thailand fokus pada evangelisasi
  8. Menag tak resmikan Baha’i sebagai agama
  9. Pasca Pilpres: Umat Kristiani Terbelah
  10. Dari Paus Fransiskus: 10 tips untuk perdamaian dan kebahagiaan
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online