Vatikan: Sekitar 3.000 Religius meninggalkan kehidupan Religius mereka setiap tahun

01/11/2013

Vatikan: Sekitar 3.000 Religius meninggalkan kehidupan Religius mereka setiap tahun thumbnail

 

Sekretaris Kongregasi Tarekat Hidup Bakti dan Hidup Kerasulan Vatikan mengatakan dalam sebuah pidato pada 29 Oktober bahwa lebih dari 3.000 Religius pria dan wanita meninggalkan kehidupan Religius mereka setiap tahun.

Dalam pidato tersebut – sebagian yang diterbitkan di L’Osservatore Romano, sebuah surat kabar Vatikan – Uskup Agung José Rodríguez Carballo mengatakan bahwa statistik dari Kongregasinya, serta Kongregasi Klerus, menunjukkan bahwa selama lima tahun terakhir, 2.624 Religius telah meninggalkan kehidupan Religius mereka setiap tahun.

Kalau ditambah dengan kasus yang ditangani oleh Kongregasi Ajaran Iman, jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 3.000 Religius.

Prelatus itu, yang memimpin Ordo Fransiskan dari tahun 2003, hingga diangkat menjadi sekretaris Kongregasi itu pada April 2013, mengatakan bahwa sebagian besar kasus terjadi pada “usia yang relatif muda.”

Ada berbagai penyebab, kata uskup agung itu, termasuk “hilangnya rasa kehidupan spiritual,” “hilangnya rasa komunitas,” dan “hilangnya rasa memiliki terhadap Gereja” – ketidaksetujuan terhadap ajaran Katolik tentang “imam perempuan dan moralitas seksual,” serta “masalah afektif.”

Dunia kini, lanjut prelatus itu, sedang mengalami perubahan besar dari modernitas ke postmodernitas – yang menyebabkan ketidakpastian, keraguan, dan ketidaknyamanan.

Bahkan orang-orang di dunia yang berorientasi pasar saat kini, katanya, “segala sesuatu diukur dan dinilai berdasarkan materi dan keuntungan.”

Ini adalah “sebuah dunia dimana segala sesuatu gampang diperoleh,” dan “tidak ada tempat untuk pengorbanan, maupun meninggalkan kehidupan duniawi.”

Sumber: Vatican official says more than 3,000 a year quit religious life

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  2. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  3. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  4. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  5. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  6. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  7. Selamat! Laos mendapat kardinal untuk pertama kali
  8. Di balik tambang dan minyak Kayu Putih di Pulau Buru
  9. Polisi Vietnam pukul demonstran, tangkap aktivis Katolik
  10. Uskup Agung Semarang yang baru berjanji mempromosikan toleransi
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online