Wakil Presiden: Sekitar 360 warga Indonesia dipenjara akibat korupsi

01/11/2013

Wakil Presiden: Sekitar 360 warga Indonesia dipenjara akibat korupsi thumbnail

 

Wakil Presiden Boediono mengatakan 360 orang telah dipenjara akibat korupsi sejak tahun 2002, termasuk anggota parlemen, polisi, pejabat pemerintah, bankir, gubernur, hakim, bupati, walikota dan pengusaha.

“Sementara itu banyak kasus lagi yang masih diselidiki,” katanya dalam kuliah umum tentang “Transformasi Indonesia: Tantangan Tata Kelola yang Baik dan Pembangunan Ekonomi” di Universitas Oxford, Inggris pada Rabu seperti dilansir The Jakarta Post.

Dia mencatat bahwa satu-satunya program untuk meningkatkan tata kelola adalah pemberantasan korupsi, dan program itu kini telah menjadi prioritas agenda nasional.

Survei secara konsisten menunjukkan bahwa korupsi dipandang oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu musuh nomor satu mereka.

Boediono mengatakan bahwa mentalitas anti korupsi mulai menyebar ke seluruh lembaga-lembaga publik.

Meskipun upaya pemberantasan korupsi telah diintensifkan, banyak yang masih harus dilakukan, katanya.

Dalam Indeks Persepsi Korupsi 2012, Indonesia menduduki peringkat 118 dari 176 negara, yang lebih buruk dari tahun sebelumnya (peringkat 100), meskipun indeks telah benar-benar meningkat menjadi 3,0-3,2 dalam skala 1-10.

Global Competitiveness Index 2012-2013 menunjukkan perbaikan dalam etika dan kategori korupsi, di mana peringkat Indonesia meningkat dari 135 di 2010 menjadi 87 tahun ini.

Pelaksanaan otonomi daerah, kata Boediono, juga telah membuka peluang baru untuk korupsi, karena lebih banyak kekuasaan dan sumber daya diberikan kepada daerah.

Sumber: The Jakarta Post

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online